Kebijakan Ekonomi Digital Indonesia vs Negara Lain: Apa yang Berbeda?

Saya adalah seorang IRT, dan pelajar di UNIVERSITAS PAMULANG.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Anita Putri utami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu membayangkan berbelanja tanpa harus datang langsung ke toko? Saat ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan hanya melalui smartphone. Mulai dari makanan, pakaian, kebutuhan rumah tangga, hingga produk elektronik dapat dipesan melalui marketplace dan dibayar menggunakan berbagai metode pembayaran digital.
Belanja secara digital menawarkan berbagai kemudahan. Konsumen dapat menemukan lebih banyak pilihan produk, membandingkan harga, serta memperoleh berbagai promo dari toko maupun penyedia layanan pembayaran. Perubahan kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Artikel ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan ekonomi digital Indonesia dengan negara-negara lain, serta mengeksplorasi langkah-langkah yang diambil untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Dengan memahami kebijakan yang diterapkan, diharapkan kita dapat menciptakan strategi yang lebih efektif untuk memajukan ekonomi digital Indonesia.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat melakukan kegiatan ekonomi. Belanja, pembayaran, promosi, hingga menjalankan usaha kini semakin bergantung pada teknologi digital. Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital paling pesat di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa persaingan, keamanan data, kesenjangan digital, dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sekitar US$99 miliar pada 2025, meningkat sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar digital Indonesia. Namun, pertanyaannya adalah apakah kebijakan Indonesia sudah cukup kuat jika dibandingkan dengan negara lain?
Kebijakan Ekonomi Digital Indonesia
Pertama Undang-Undang dan Regulasi, pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekonomi digital. Salah satu contohnya adalah pengembangan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Bank Indonesia. QRIS menyederhanakan pembayaran digital karena satu kode QR dapat digunakan oleh berbagai penyedia jasa pembayaran. Kebijakan ini sangat membantu UMKM dalam menerima pembayaran secara digital.
Selain pembayaran, pemerintah juga mendorong digitalisasi UMKM, pengembangan startup, pembangunan infrastruktur internet, serta perlindungan data pribadi melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Indonesia juga memiliki Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) 2017–2019 yang menjadi salah satu dasar pengembangan perdagangan berbasis elektronik. Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun ekosistem digital yang tidak hanya berorientasi pada konsumen, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM.
Selanjutnya, Infrastruktur Digital dimana ini merupakan upaya pemerintah seperti jaringan internet yang lebih luas dan stabil, telah menjadi salah satu fokus utama. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Program yang ada di indonesia:
Program 100 Smart Cities. Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan kota-kota pintar yang akan memfasilitasi penerapan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, gerakan Nasional 100 Startup Digital. Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan 1.000 startup digital dalam waktu lima tahun, guna meningkatkan inovasi dan wirausaha di sektor teknologi.
Meskipun memiliki potensi besar, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan.Pertama, kesenjangan digital. Akses terhadap internet dan teknologi belum sepenuhnya merata antara wilayah perkotaan dan daerah tertentu.Kedua, perlindungan data. Semakin banyak aktivitas masyarakat dilakukan secara digital, semakin penting pula keamanan data pribadi dan keamanan transaksi.Ketiga, kualitas sumber daya manusia. Perkembangan teknologi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital agar dapat beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.Keempat, persaingan usaha. Digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen lebih luas, tetapi sekaligus membuat mereka harus menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
Perbandingan dengan Kebijakan Ekonomi Digital di Negara Lain
Setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan ekonomi digital. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, sistem regulasi, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat masing-masing. Pertama, Amerika Serikat dikenal memiliki ekosistem teknologi dan startup yang besar. Pengembangan ekonomi digital di negara tersebut banyak didukung oleh sektor swasta dan investasi teknologi.Pendekatan yang digunakan Amerika Serikat menunjukkan pentingnya inovasi dan pengembangan perusahaan teknologi dalam menciptakan produk serta layanan digital baru.
Berbeda dengan Amerika Serikat, Uni Eropa memberikan perhatian besar terhadap perlindungan data dan hak pengguna digital.Salah satu regulasi yang terkenal adalah General Data Protection Regulation (GDPR). Regulasi ini memberikan kerangka perlindungan data pribadi bagi individu di Uni Eropa.Pengalaman Uni Eropa menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi digital juga perlu disertai dengan perlindungan terhadap hak dan keamanan pengguna.
India menjadi contoh negara berkembang yang melakukan transformasi digital dalam skala besar. Melalui program Digital India, pemerintah mendorong penggunaan teknologi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan digital.India juga mengembangkan infrastruktur pembayaran digital yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.Pengalaman India dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya membangun infrastruktur digital yang dapat digunakan oleh masyarakat secara luas.
Singapura memiliki karakteristik yang berbeda dengan Indonesia karena wilayah dan jumlah penduduknya jauh lebih kecil. Namun, negara tersebut memberikan perhatian besar terhadap infrastruktur digital, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi digital.Perbandingan dengan Singapura menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi digital tidak hanya berkaitan dengan besarnya jumlah pengguna, tetapi juga kualitas infrastruktur, regulasi, keterampilan digital, dan tata kelola.
Apa yang Dapat Dipelajari Indonesia?
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu kebijakan yang dapat diterapkan secara sama persis di semua negara. Setiap negara memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.
Namun, terdapat beberapa aspek yang dapat menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia.Pertama, pemerataan akses digital perlu terus ditingkatkan agar masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi.Kedua, kualitas sumber daya manusia perlu diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan digital.Ketiga, perlindungan data pribadi dan keamanan digital perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.Keempat, UMKM perlu mendapatkan dukungan dalam proses digitalisasi, sehingga teknologi tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan besar tetapi juga oleh usaha kecil dan menengah.Kelima, inovasi tetap perlu didukung dengan regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan kepentingan konsumen dan keamanan masyarakat.
Kesimpulan
Jadi, indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan GMV sekitar US$99 miliar pada 2025, Indonesia memiliki pasar digital terbesar di kawasan. Namun, ukuran pasar saja tidak cukup. Perbandingan dengan Singapura menunjukkan pentingnya kualitas infrastruktur dan tata kelola, sedangkan pengalaman India menunjukkan pentingnya membangun infrastruktur pembayaran digital yang inklusif dan terintegrasi.
Karena itu, kebijakan ekonomi digital Indonesia ke depan perlu berfokus pada pemerataan akses, peningkatan kualitas SDM, perlindungan data, penguatan UMKM, dan integrasi ekonomi digital lintas negara. Dengan strategi tersebut, transformasi digital tidak hanya menghasilkan pertumbuhan transaksi, tetapi juga menciptakan ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.
Kebijakan ekonomi digital Indonesia menunjukkan potensi yang besar namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Dengan membandingkan kebijakan ini dengan negara lain, kita dapat menemukan strategi yang lebih efektif untuk memajukan sektor ini. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan perkembangan teknologi. Mari kita terus mendorong diskusi dan implementasi kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global.
