Konten dari Pengguna

Mengenal Morfologi dalam Linguistik Umum

Anita Sari

Anita Sari

Dosen Sastra Inggris UNPAM

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: File Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: File Pribadi

Dalam dunia linguistik, morfologi adalah cabang ilmu yang membahas struktur kata dan cara bagian-bagian penyusunnya membentuk makna. Contoh sederhana bisa kita temui dalam kata cats. Kata ini terdiri dari dua elemen: cat, yang merujuk pada hewan berbulu berkaki empat, dan akhiran -s, yang menandakan bentuk jamak.

Kebanyakan kata dalam bahasa Inggris hanya memiliki satu atau dua elemen, tetapi beberapa kata teknis, seperti non-renewability, dapat mengandung lebih banyak elemen. Kata ini, misalnya, terdiri dari lima bagian: non- (negasi), re- (pengulangan), new (baru), -abil (dapat dilakukan), dan -ity (konsep abstrak). Sementara itu, bahasa lain biasanya memiliki kata-kata dengan struktur yang jauh lebih kompleks.

Bahasa Inuktitut, misalnya, merupakan salah satu contoh menarik. Dalam variasi Harvaqtuurmiutut, kata iglujjualiulauqtuq berarti “They made a big house.” Kata ini terdiri dari lima bagian: iglu (rumah), -jjua (besar), -liu (membuat), -lauq (masa lalu), dan -tuq (deklaratif). Hal ini menunjukkan bahwa dalam beberapa bahasa, sebuah kata tunggal bisa memuat informasi yang dalam bahasa Inggris merupakan satu kalimat penuh.

Namun, kombinasi elemen-elemen pembentuk kata tidak selalu bebas. Dalam bahasa Inggris, misalnya, kombinasi cat dan -s menghasilkan kata bermakna (cats), tetapi urutan sebaliknya, seperti dalam scat, bukanlah bentuk jamak dari cat. Sebaliknya, scat adalah kata yang sama sekali berbeda dengan makna tersendiri.

Pemahaman kita terhadap bahasa mencakup kemampuan untuk membentuk kata baru dari elemen yang sudah dikenal dan memahami kata baru yang digunakan oleh orang lain. Namun, hal ini hanya berlaku jika elemen penyusun kata baru tersebut sesuai dengan aturan kombinasi yang dikenal dalam bahasa tersebut.

Definisi Kata

Jika morfologi adalah kajian tentang bagaimana kata-kata disusun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami apa yang dimaksud dengan kata itu sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menganggap kata sebagai rangkaian huruf yang dipisahkan oleh spasi di antara kedua sisinya, terutama dalam bahasa Inggris. Hal demikian dikenal sebagai definisi ortografis kata, yang berlandaskan pada ejaan. Namun, pendekatan ini tidak selalu akurat dalam analisis linguistik. Bahasa tidak selalu mencerminkan struktur fonetik atau fonologis dengan sempurna melalui sistem tulisannya. Selain itu, tidak semua bahasa memiliki sistem penulisan standar, apalagi penggunaan spasi seperti dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, definisi kata dalam linguistik tidak dapat sepenuhnya bergantung pada sistem tulisan.

Definisi kata menjadi perdebatan hangat di kalangan ahli linguistik. Ada berbagai perspektif yang mengidentifikasi kata berdasarkan fungsi yang berbeda: kata fonologis (berdasarkan pola bunyi), kata morfologis (berdasarkan struktur internal kata), dan kata sintaksis (berdasarkan fungsi dalam kalimat). Bahkan, batasan antara jenis-jenis kata ini sering menjadi topik diskusi yang belum selesai di antara para ahli.

Dalam sintaksis dan morfologi, kata sering didefinisikan sebagai unit terkecil yang dapat berdiri sendiri dalam ujaran. Artinya, kata adalah elemen linguistik yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna, tanpa harus bergantung pada elemen lain dalam sebuah ujaran. Contoh penggunaan kata-kata semacam ini dapat kita lihat dalam dialog sehari-hari.

Misalnya:

a. Apa yang Anda suka makan?

Jawaban: kue (kata benda)

b. Apa yang Anda lakukan tadi malam?

Jawaban: tidur (kata kerja)

c. Apa warna langit hari ini?

Jawaban: oranye (kata sifat)

d. Bagaimana Anda bangun pagi ini?

Jawaban: perlahan (kata keterangan)

Dalam contoh-contoh di atas, setiap kata berdiri sendiri sebagai jawaban yang jelas dan bermakna. Contoh di atas menggarisbawahi peran kata sebagai unit mandiri yang memiliki signifikansi dalam komunikasi, baik secara morfologis maupun sintaksis.

Namun, definisi ini hanyalah permulaan dari perjalanan dalam memahami struktur kata. Setiap bahasa memiliki cara unik untuk menyusun kata, dari kombinasi sederhana hingga sistem kompleks seperti yang ditemukan dalam bahasa Inuktitut yang disebutkan di atas. Dengan menyelami definisi dan penggunaan kata, kita tidak hanya mempelajari bahasa secara teknis, tetapi juga memahami bagaimana manusia memanfaatkan elemen dasar bahasa untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan ide secara luas.

Kata-kata dalam bahasa tidak hanya berdiri sebagai unit mandiri, tetapi juga memiliki fleksibilitas sintaksis. Artinya, kata-kata dapat berpindah posisi dalam sebuah kalimat, menyesuaikan dengan elemen lain tanpa mengubah urutan elemen internalnya. Namun, meskipun kata-kata merupakan unit bahasa terkecil yang dapat dipisahkan, itu bukan berarti kata adalah elemen terkecil dalam bahasa secara keseluruhan.

Setiap kata dapat dipecah menjadi bagian-bagian lebih kecil yang disebut morfem. Morfem adalah unit terkecil dalam bahasa yang memiliki bentuk (tanda atau bunyi) serta makna atau fungsi gramatikal tertentu. Sebagai contoh, kata cats mengandung dua morfem: cat yang merujuk pada hewan tertentu, dan -s yang menunjukkan bentuk jamak. Demikian pula, kata kompleks seperti nonrenewability terdiri dari lima morfem (non-, re-, new, -abil, dan -ity), yang masing-masing memberikan kontribusi makna atau fungsi gramatikal pada kata tersebut.

Kata-kata dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah morfem yang dimilikinya. Kata seperti cat atau new, yang hanya terdiri dari satu morfem, disebut morfologis sederhana. Sebaliknya, kata-kata seperti nonrenewability atau bahkan kata dari bahasa lain seperti iglujjualiulauqtuq dalam bahasa Inuktitut, yang mengandung banyak morfem, disebut morfologis kompleks.

Pertanyaannya, bagaimana seseorang mengenali kompleksitas morfologis suatu kata? Misalnya, kata morphology itu sendiri memiliki sejarah etimologis dari bahasa Yunani Klasik. Kata ini terbentuk dari dua morfem: morph- yang berarti "bentuk" dan -ology yang berarti "studi tentang". Namun, bagi penutur bahasa Inggris modern, kompleksitas ini tidak selalu terasa. Apa yang dianggap kompleks atau sederhana secara morfologis sangat bergantung pada pemahaman dan pengalaman bahasa seseorang.

Perlu dicatat bahwa istilah morfologi tidak eksklusif untuk linguistik. Dalam biologi, misalnya, morfologi merujuk pada studi tentang bentuk dan struktur organisme hidup. Pencarian kata ini di internet bahkan lebih sering mengarah pada konteks biologis daripada linguistik.

Dalam konteks linguistik, fokus morfologi adalah memahami bagaimana kata dibangun dari morfem dalam bahasa tertentu. Penyelidikan ini tidak hanya mencakup bentuk morfem dan cara morfem tersebut berhubungan, tetapi juga fungsi yang dimiliki morfem itu sendiri. Dalam studi lanjutan, kita dapat membedakan antara morfologi derivasional (yang membentuk kata baru dengan makna baru), morfologi infleksional (yang mengubah bentuk kata tanpa mengubah artinya secara mendasar), dan pemajemukan (yang menggabungkan dua kata untuk membentuk kata baru).