Stockholm Syndrome: Alasan Seseorang Bertahan pada Toxic Relationship

Mahasiswi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Anjani Layla tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Dia kan udah jahat sama aku, tapi kenapa aku masih mau ya, sama dia?"
Mungkin, banyak di antara kita yang seringkali berpikir seperti itu. Saat pasangan kita yang sudah berbuat keji kepada kita, namun baik secara sadar maupun tidak, kita masih membela pasangan kita.
Contoh kasus dari Stockholm Syndrome ini bisa kita lihat dari berita yang menggemparkan netizen, yaitu hubungan antara Laura Anna dan mantan pacarnya, Gaga. Banyak dari kita yang bingung, mengapa Laura bisa bertahan begitu lama dengan Gaga? Yuk, simak penjelasan berikut!
Apasih Stockholm Syndrome itu?
Nah guys, sebelum pembahasan yang lebih lanjut, pastinya kita perlu mengetahui apa definisi dari Stockholm Syndrome. Jadi, Stockholm Syndrome adalah sebuah kondisi pada korban penyanderaan yang psikologisnya merasa iba, kasihan, atau bahkan muncul rasa kasih sayang terhadap orang yang melakukan penyanderaan terhadap dirinya.
Lho, kok bisa terjadi seperti itu?
Biasanya, pelaku memiliki kecenderungan narsisistik, psikopatik, dan yang pastinya jago memanipulasi korban. Ketika pelaku memanipulasi korban, dapat dipastikan bahwa pelaku akan berupaya membuat korban merasa bersalah. Secara tidak langsung pelaku dapat meyakinkan korban bahwa ialah "penolong" korban, bahwa korban hanyalah orang yang tidak berdaya jika tanpa dirinya.
Inilah yang sering kita saksikan dalam toxic relationship, ketika seseorang memanipulasi pasangannya, mengambil kontrol atas pasangannya, dan menghasilkan perasaan tak berdaya bagi pasangannya. Biasanya, jurus andalan yang sering dipakai pelaku adalah untuk korban merasa bersalah, guys!
Boys and girls, hati-hati dan ketahui ciri-ciri akan Stockholm Syndrome. Jika kalian menyadari bahwa hubungan kalian mulai toxic, segera tinggalkan hubungan tersebut sebelum terlambat. Satu-satunya hubungan yang patut dipertahankan adalah hubungan yang sehat.
Daftar Pustaka
Logan, M. H. (2018). Stockholm Syndrome: Held Hostage by the One You Love. Violence and Gender, 5(2), 67–69.
