Konten dari Pengguna

Praktik Kerja Lapangan: Dari Kewajiban ke Pengalaman Kerja Nyata

Angel Tirukan

Angel Tirukan

Siswa SMK Katolik St. Familia Tomohon

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Angel Tirukan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awalnya, saya mengira Praktik Kerja Lapangan (PKL) di hotel hanya sebatas menjalankan kewajiban sekolah. Membersihkan kamar, merapikan tempat tidur, dan mengikuti instruksi kerja yang sudah ditentukan. Namun setelah benar-benar menjalani PKL di departemen Housekeeping, saya mulai sadar bahwa dunia kerja tidak sesederhana itu.

PKL bukan hanya tentang menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga tentang mengenal langsung bagaimana dunia industri bekerja. Di sinilah saya mulai memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya berasal dari teori di kelas, tetapi juga dari pengalaman nyata yang menuntut disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

Selama PKL di sebuah hotel, saya ditempatkan di departemen housekeeping. Di awal, saya mengira pekerjaan ini hanya soal kebersihan kamar. Namun ternyata, setiap detail pekerjaan memiliki standar tertentu yang harus dipenuhi. Mulai dari merapikan tempat tidur, mengganti linen, hingga memastikan fasilitas kamar siap digunakan tamu, semuanya harus dilakukan dengan teliti dan sesuai prosedur.

Making bed saat PKL di housekeeping. (Dokumen Pribadi, 2025)

Saya masih ingat hari-hari pertama saat bekerja, di mana saya masih sering menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang cepat. Pernah satu kali saya sedikit terlambat menyelesaikan satu kamar karena belum terbiasa. Dari situ saya belajar bahwa di dunia kerja, waktu sangat penting dan tidak bisa dianggap sepele.

Departemen Housekeeping memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan hotel. Kenyamanan tamu sangat bergantung pada kebersihan dan kerapian kamar. Hal ini membuat saya sadar bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana ternyata memiliki tanggung jawab yang besar.

Hasil kerja housekeeping: kamar siap digunakan sesuai standar hotel. (Dokumen Pribadi, 2025)

Seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dengan ritme kerja yang ada. Saya belajar bekerja sama dalam tim, lebih disiplin terhadap waktu, dan lebih teliti dalam setiap tugas. PKL mengajarkan bahwa sikap profesional tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui proses dan pengalaman.

Saya juga menyadari bahwa dunia kerja menuntut konsistensi. Kesalahan kecil bisa berdampak pada kualitas pelayanan, sehingga setiap pekerjaan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Dari pengalaman ini, saya memahami bahwa PKL bukan sekadar kewajiban akademik. PKL merupakan proses pembelajaran nyata yang membentuk kesiapan kerja siswa SMK, baik dari segi keterampilan maupun sikap.

Seperti yang dikatakan oleh John Dewey, “Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, melainkan hidup itu sendiri.” Hal ini terasa nyata selama saya menjalani PKL, karena pengalaman langsung jauh lebih membentuk pemahaman dibanding teori saja.

Pada akhirnya, PKL mengajarkan bahwa dunia industri membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis, tetapi juga sikap, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.