Mahasiswa KKN Undip Memperkenalkan Pijat Laktasi pada Ibu Hamil Desa Langkap

Mahasiswa Keperawatan UNDIP
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Anna Arifatul Ulya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekalongan, 2 Agustus 2024. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro bernama Anna Arifatul Ulya program studi Keperawatan melakukan kegiatan penyuluhan berupa praktik pemberian pijat laktasi bagi ibu hamil yang diadakan di balai desa Langkap. Hal ini dilakukan karena untuk mengenalkan kepada ibu-ibu hamil yang ada di Desa Langkap bahwa pijat laktasi penting dilakukan dalam persiapan kelahiran terutama pada ibu hamil trimester III.
Tidak semua ibu-ibu setelah melahirkan langsung memproduksi ASI yang lancar, masih banyak ibu-ibu ketika selesai melahirkan kesulitan memberikan ASI kepada bayinya, terlebih untuk para ibu muda yang belum mempunyai pengalaman melahirkan, padahal ASI merupakan asupan nutrisi yang penting bagi bayi dan harus dipenuhi yang artinya kelancaran ASI adalah hal yang cukup krusial bagi ibu dan bayi. Di Desa Langkap sendiri ibu-ibu hamil belum pernah mendengar atau mendapatkan informasi mengenai pijat laktasi, baik itu dari bidan desa maupun perawat desa tersebut. Sehingga Anna mengenalkan apa itu pijat laktasi dan memberikan praktik langsung kepada ibu-ibu hamil Desa Langkap.
Pijat laktasi mempunyai banyak manfaat, selain untuk memperlancar produksi ASI, pijat tersebut berguna untuk mengencangkan payudara, relaksasi bagi ibu menyusui, dan yang terpenting mengatasi mastitis. Mastitis merupakan infeksi pada saluran payudara yang biasanya menimbulkan rasa nyeri yang cukup parah. Kondisi tersebut sering dialami oleh ibu ketika sedang menyusui yang beresiko mengalami pembengkakan dan penyumbatan saluran payudara.
Gerakan pijat laktasi dapat memicu hormon oksitosin yang berperan penting dalam proses pengeluaran ASI. Pijat laktasi juga bisa membuat otot-otot menjadi rileks, sirkulasi darah menjadi lancar, dan pikiran menjadi lebih tenang sehingga pikiran yang tenang akan membuat produksi dan kerja hormon oksitosin semakin lancar.
Pada saat penyuluhan, Anna menjelaskan terlebih dahulu mengenai definisi pijat laktasi, manfaat serta alasan pentingnya pijat laktasi bagi ibu hamil dalam persiapan kelahiran, dan dilanjutkan praktik pijat laktasi menggunakan phantom. Gerakan pijat laktasi pertama dilakukan diarea tengkuk, bahu, punggung, lalu ke pinggang. Setelah itu dilanjutkan memijat secara lembut bagian payudara dan pastikan tangan serta payudara dalam keadaan bersih. Gerakan area payudara dilakukan dengan cara memutar, naik turun, memijat area puting dan juga memijat area ketiak. Gerakan tersebut dilakukan setidaknya 15-20 kali setiap gerakan.
Ketika melakukan penyuluhan dan memberikan praktik pijat laktasi, ibu-ibu merespon dengan baik dan hangat dengan memperhatikannya dan juga bisa menjawab ketika diberi pertanyaan setelah selesai penyuluhan yang artinya kegiatan tersebut berhasil dilakukan dengan dua arah. Harapan Anna selaku mahasiswa KKN di Desa tersebut, informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi ibu-ibu hamil dan dapat diterapkan di rumah masing-masing bersama suaminya dalam mendampingi praktik pijat laktasi guna untuk persiapan kelahiran yang baik bagi ibu dan bayinya nanti.
