Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Patrick Mahomes, Calon Raja Kansas dan Kans Three-Peat Super Bowl
6 Februari 2025 16:04 WIB
·
waktu baca 8 menitTulisan dari Annajm Islamay Wisyesa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di tengah hiruk-pikuk NFL, ada satu nama yang terus meramaikan pembicaraan Pro Bowl: Patrick Mahomes. Sang quarterback (QB) dan kapten Kansas City Chiefs ini bukan hanya seorang superstar, tetapi juga sosok penting dalam sejarah Sepak Bola Amerika sepanjang zaman. Kombinasi keterampilan exceptional, ketenangan di bawah tekanan dan naluri tajam membaca permainan. Mahomes sudah menceburkan tangannya ke dalam mahakarya taktik serangan Chiefs, dan membuatnya jadi tim yang menyeramkan.
ADVERTISEMENT
Sejak pertama kali tampil di NFL, Mahomes menunjukkan kualitas yang membuatnya sangat berbeda dari quarterback lainnya. Keakuratan passing, improvisasi di luar wilayah pocket, serta ketangguhan dalam menangani tekanan defensif dari lineman, membuatnya sulit untuk dicounter. Selain itu, kemampuan elit untuk melakukan sidearm throws, no-look passes, dan left-handed pass, membuatnya menjelma jadi salah satu motor serangan yang memiliki banyak alternatif kreativitas dalam batas permainannya.
Kehebatannya tidak terbatas pada aspek teknis. Kepemimpinannya di lapangan menjadi faktor utama yang membuat Chiefs begitu dominan. Mahomes bukan hanya seorang quarterback; dia adalah komando serangan yang sangat paham bagaimana mengendalikan tempo permainan dan menyesuaikan strategi, sesuai dengan kondisi di lapangan. Baik dalam posisi tertinggal, maupun unggul, Mahomes berani mengambil resiko besar demi kemenangan-kemenangan penting menuju Super Bowl.
ADVERTISEMENT
Musim 2024-2025 menjadi salah satu musim paling menantang dan bersejarah bagi Mahomes dan Chiefs. Dengan target memenangkan tiga Super Bowl berturut-turut (three-peat)—sebuah prestasi yang belum pernah tercapai dalam sejarah NFL—tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Lawan semakin memahami pola permainan mereka, tekanan dari ekspektasi publik semakin tinggi, dan kelelahan fisik serta mental menjadi tantangan yang harus diatasi. Namun, jika ada satu pemain yang mampu membawa timnya melewati semua rintangan ini, tidak diragukan lagi, itu adalah Patrick Mahomes.
Mari kita telusuri lebih dalam, menganalisis bagaimana Mahomes memimpin Chiefs dengan kecerdasan dan keterampilan luar biasa, serta melihat peluang mereka untuk mencapai kejayaan yang belum pernah dicapai sebelumnya di NFL.
Sisi Kreativitas Serangan yang Hampir Habis
ADVERTISEMENT
Patrick Mahomes sekali lagi memang membuktikan diri sebagai salah satu quarterback terbaik dalam sejarah NFL. Meskipun statistik musim ini tidak sefantastis tahun-tahun sebelumnya, Mahomes tetap jadi tokoh kunci dalam keberingasan Kansas City dalam regular season. Ia berhasil mencetak lebih dari 4500 passing yards, 35 touchdown passes, dan accuracy percentage 34%. Mahomes menunjukkan kombinasi keterampilan luar biasa dalam membaca permainan, improvisasi di bawah tekanan, serta akurasi dalam situasi genting.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa Mahomes mengalami beberapa tantangan, seperti inkonsistensi di awal musim dan peningkatan jumlah intersepsi (umpannya dipotong musuh) dibandingkan musim lalu. Salah satu penyebabnya adalah pergantian receiver dan adaptasi terhadap skema pertahanan lawan yang semakin memahami pola serangan Chiefs. Kendati demikian, Mahomes tetap menjadi pembeda, terutama dalam situasi high-pressure seperti di babak playoff.
ADVERTISEMENT
Taktikal Serangan Kansas City Chiefs Bersama Mahomes
Di bawah asuhan Andy Reid, Kansas City Chiefs terus mengembangkan serangan eksplosif dan fleksibel. Salah satu serangan utama mereka adalah kombinasi acak dari short passing dan free-role passing, yang memungkinkan Chiefs bisa maju perlahan-lahan dalam skenario 7 yard forward.
Kehadiran Travis Kelce sebagai tight end (TE) andalan Mahomes, Chiefs sering memainkan Short Passing Game dan Yards After Catch (YAC), memberikan TE kesempatan untuk berlari membawa bola. Kelce dikenal sebagai pemain yang memiliki tubuh besar, dengan mengandalkan kekuatan body charge, dan kecepatan berlari. Ia mampu memanfaatkan architypes yang dimilikinya untuk berlari menghancurkan penjagaan linebacker (LB) dengan menubruknya. Taktik ini berpeluang membuat LB lawan cedera dan menguntungkan Chiefs. Mahomes kerap menggunakan taktik ini ketika distance to goal line menyisakan kurang dari 30 yard. Hal ini membuat mereka tetap efisien mengombinasikan berbagai jenis umpan dalam situasi short-first down, dan mempertahankan tempo permainan cepat.
ADVERTISEMENT
Chiefs juga menggunakan buku Play Action dan Run Pass Option (RPO) untuk mengacaukan skema bertahan lawan yang bermain defensive zone. Ancaman kecepatan lari dari running back (RB) andalan mereka, Isiah Pacheco, pertahanan lawan kerap terjebak dalam skeam yang memungkinkan Mahomes melakukan passing akurat ke targetnya.
Jurus terakhir Mahomes adalah kemampuannya untuk bisa membuat taktik serangan diluar playbook. Hal inilah yang diakui oleh Andy Reid, pelatih Chiefs di beberapa kesempatan wawancara dengan media. Ketika pocket zone milik quarterback berhasil ditembus lineman dan dikepung oleh musuh, Mahomes mampu keluar dengan kelincahan tubuhnya, lalu mencari receiver terbuka. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia melakukan sprint sendiri menembus 10 yard untuk menapat first down.
Memecah Deadlock saat Menghabisi Buffalo Bills di Final AFC Championship
ADVERTISEMENT
Dalam final AFC Championship 2025 melawan Buffalo Bills, Chiefs berhasil memenangkan pertandingan tipis dengan skor 32–29 berkat kecerdasan taktis dan improvisasi luar biasa dari Patrick Mahomes. Di tengah tekanan dari pertahanan Bills yang agresif, Mahomes menunjukkan keunggulan sebagai “komandan serangan” dengan mengubah tempo permainan melalui beberapa elemen kunci dari playbook Chiefs.
Mahomes secara konsisten memanfaatkan play action dan misdirection untuk membingungkan pertahanan Bills. Lawan dikenal sebagai tim defense terbaik di AFC Conference, sehingga ia tidak bisa menembusnya lewat running back. Secara cerdas, ia menggoda lawan agar memperhatikan ancaman lari—yang pada beberapa kesempatan diaktifkan oleh running back (RB) andalannya, Isiah Pacheco—ia mampu membuka ruang untuk passing game.
Dalam satu drive krusial di kuarter keempat, ia menjalankan serangkaian play action yang membuat pertahanan Bills terpancing keluar dari posisinya, sehingga ia bisa melepaskan lemparan cepat ke target di zona terbuka. Teknik ini menuntut ketepatan waktu dan pemahaman mendalam mengenai formasi lawan, sehingga Bills kesulitan membaca sinyal dan mengantisipasi pergerakan.
ADVERTISEMENT
Terinspirasi dari playbook fleksibel Andy Reid, Chiefs mengandalkan kombinasi short passes dan screen plays untuk menghindari tekanan pass rush Bills. Mahomes sering kali mengeluarkan umpan cepat dengan jarak pendek, memaksa lawan untuk bereaksi dengan cepat dan memberi peluang bagi wide receiver (WR) seperti Xavier Worthy atau tight end (TE) Travis Kelce untuk mendapatkan yard tambahan melalui yards after catch (YAC).
Di beberapa situasi, ia melempar umpan “sidearm” yang menghantam area di atas linebacker yang datang dari blitz, menciptakan peluang bagi pemain penerima untuk memanfaatkan celah kecil dalam pertahanan lawan. Taktik ini terlihat jelas ketika, pada momen-momen krusial, Mahomes mampu menciptakan serangan dengan membaca pergerakan pertahanan Bills secara instan.
Salah satu momen penentu datang dari drive late di kuarter keempat, di mana Bills sudah menunjukkan agresivitas mereka dengan menekan melalui blitz berat. Dalam situasi tersebut, Mahomes memanfaatkan opsi dalam playbook—sebuah kombinasi antara opsi umpan (seperti shovel pass) yang secara tiba-tiba bertransformasi menjadi serangan lari oleh dirinya sendiri. Alih-alih menyerahkan bola ke running back, ia memilih untuk menyimpan bola dan berlari melewati gap yang terbuka, mencetak touchdown penting yang memberi Chiefs keunggulan tipis. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan improvisasi yang telah membuatnya dikenal sebagai salah satu quarterback paling sulit diprediksi di NFL.
ADVERTISEMENT
Playbook Chiefs tidak mengandalkan satu jenis serangan. Mahomes dan timnya memadukan berbagai konsep—dari permainan passing standar, play action, screen, hingga opsi lari yang didesain khusus untuk situasi tekanan tinggi. Dengan demikian, Bills harus selalu bersiap menghadapi serangan bervariasi, sehingga pertahanan mereka yang dikomandoi oleh corner back (CB) Christian Benford, kesulitan memotong setplay Chiefs. Inilah yang membuat kemampuan Mahomes dalam membaca pertahanan lawan jadi cawan suci serangan. Ia tahu kapan harus melempar, kapan harus berlari, dan momen untuk mengubah arah serangan dalam sekejap.
Rahasia Mahomes Mengonversi Kemenangan
Dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat, keunggulan taktis Mahomes terlihat pada drive penentu di akhir pertandingan. Ketika Bills sempat menyamakan kedudukan, Mahomes memimpin drive penentu yang menampilkan keberagaman play call dari playbook Chiefs.
ADVERTISEMENT
Ia dengan cepat mengambil keputusan untuk melepaskan umpan pendek yang akurat, Mahomes mampu menghindari kesalahan dan menjaga ritme serangan. Dalam beberapa momen penting, ia tidak ragu keluar dari kebakuan taktik untuk menggunakan opsi running mendapatkan first down atau mencetak touchdown lewat dirinya sendiri. Variasi antara play action, screen, dan opsi lari membuat Bills tidak memiliki jawaban yang konsisten. Setiap kali Bills mencoba mengantisipasi satu elemen, Mahomes selalu memiliki “kejutannya” yang mengubah momentum.
Keseluruhan, kemenangan tipis 32–29 itu tidak hanya ditentukan oleh kehebatan individu Mahomes, tetapi juga oleh sinergi antara konsep-konsep serangan inovatif yang diintegrasikan dengan kecerdasan adaptifnya di lapangan. Dalam situasi tekanan tinggi, Mahomes berhasil mengolah playbook Chiefs yang berlapis-lapis menjadi senjata mematikan, menjadikan pertandingan ini salah satu yang paling seru mereka menuju Super Bowl LIX.
ADVERTISEMENT
Ambisi Kansas City Chiefs Memenangkan Three-Peat, dan Melibas Philadelphia Eagles
Menyongsong Super Bowl LIX, Kansas City Chiefs memasuki babak final dengan kepercayaan diri yang tinggi dan catatan kemenangan playoff yang mengesankan. Dalam menghadapi Philadelphia Eagles—tim yang tampil impresif di NFC Championship dengan serangan dinamis dan pertahanan yang solid—Chiefs harus mengandalkan keunggulan mereka yang telah terasah selama bertahun-tahun.
Patrick Mahomes, dengan kemampuan improvisasinya yang luar biasa, selalu mampu menemukan celah bahkan di tengah tekanan tinggi. Andy Reid, yang terkenal dengan playbook-nya yang inovatif, telah secara konsisten menyusun skema serangan yang membuat pertahanan lawan kebingungan. Kombinasi ini memungkinkan Chiefs untuk mengubah tempo permainan kapan saja dan menghasilkan momen-momen krusial—sesuatu yang dapat menjadi pembeda di Super Bowl.
ADVERTISEMENT
Meskipun Eagles memiliki lini pertahanan yang kuat, sejarah pertandingan menunjukkan bahwa serangan Chiefs, dengan variasi play call-nya, telah beberapa kali mengeksploitasi celah dalam strategi pertahanan lawan. Chiefs diketahui sangat efektif dalam situasi third down dan red zone, di mana efisiensi mereka sering kali memaksa lawan untuk membuat kesalahan kecil yang berakibat besar.
Dengan segala keunggulan ini, Chiefs bukan hanya berpotensi mengukir sejarah dengan three-peat Super Bowl, tetapi juga menegaskan kembali dominasi mereka di era Mahomes. Super Bowl LIX bisa jadi akan menjadi puncak dari perjalanan panjang dan gemilang mereka, yang mengubah mimpi menjadi realitas di panggung terbesar NFL.