Kopi dan Stres Akademik: Kebiasaan Mahasiswa yang Perlu Diwaspadai

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Ilmu Keperawatan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Annisa Alifianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa pada jenjang pendidikan tinggi rentan mengalami stres akademik akibat tingginya tuntutan tugas dan ujian. Menurut Hikmah et al. (2023), kondisi tersebut dapat berdampak pada terganggunya performa belajar serta kesehatan fisik dan psikologis. Salah satu bentuk adaptasi yang dilakukan mahasiswa adalah konsumsi kopi, yang menurut Deyamantha et al. (2023) dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu mengurangi kelelahan, terutama pada masa-masa krusial seperti saat menghadapi ujian atau menyelesaikan tugas akademik.
Kandungan kafein dalam kopi berperan sebagai stimulan pada sistem saraf pusat yang secara temporer mampu mengurangi kelelahan serta meningkatkan konsentrasi. Menurut Deyamantha et al. (2023), manfaat tersebut menjadikan kopi sebagai salah satu pilihan utama bagi mahasiswa dalam menunjang aktivitas akademik yang padat. Namun
demikian, menurut Budiyanti & Wijaya. (2023). konsumsi kopi yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan tidur dan peningkatan kecemasan. Kondisi ini berpotensi memperburuk tingkat stres akademik apabila tidak diimbangi dengan pola konsumsi yang bijak, sehingga pengendalian asupan kopi menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan mahasiswa.
Tingginya tingkat stres akademik merupakan kondisi yang umum dialami oleh mahasiswa selama masa studi. Menurut Hikmah et al. (2023), kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan dan proses belajar mahasiswa. Sebagai dampaknya, menurut Siahaan et al., (2025 )intensitas konsumsi kopi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya tuntutan akademik. Meskipun demikian, hubungan antara konsumsi kopi dan tingkat stres menunjukkan hasil yang tidak konsisten serta cenderung memiliki kekuatan korelasi yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang turut berperan dalam memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa, seperti lingkungan dan aspek pemulihan stres.
Menurut Mardiyah dan Mastuti (2025), stres akademik merupakan sebuah fenomena kompleks yang melibatkan beragam dimensi, mulai dari kondisi lingkungan, ketersediaan dukungan sosial, hingga pola hidup yang dijalani mahasiswa. Sejalan dengan pandangan tersebut, Al Qassam et al. (2025) menegaskan bahwa perilaku konsumsi kopi tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya tolok ukur dalam mengevaluasi tingkat stres seseorang. Meski begitu, kebiasaan ini tetap memberikan dampak nyata bagi kesehatan, di mana Hikmah et al. (2024) menegaskan adanya pengaruh signifikan kafein terhadap penurunan kualitas tidur mahasiswa. Lebih lanjut, Deyamantha et al. (2023) menjelaskan bahwa gangguan pada siklus tidur ini pada akhirnya dapat memperparah kondisi stres dan menghambat pencapaian akademik mahasiswa.
Dilihat dari sudut pandang kesehatan, ebiasaan minum kopi merupakan elemen perilaku yang menuntut pengelolaan secara bijak. Siahaan et al. (2025) menekankan bahwa pengendalian asupan kafein sangat krusial demi menjaga stabilitas kesehatan mahasiswa di tengah kesibukan akademik. Dalam hal ini, Hikmah et al. (2023) menjelaskan bahwa tenaga kesehatan, khususnya perawat, memegang peranan strategis dalam memberikan bimbingan mengenai manajemen stres serta pola hidup yang seimbang. Berbagai langkah seperti pengaturan waktu yang baik, penerapan teknik relaksasi, dan pembatasan kafein dipandang efektif untuk mereduksi beban pikiran. Lebih lanjut, Mardiyah dan Mastuti (2025) menyarankan agar mahasiswa mengadopsi mekanisme koping yang lebih sehat, misalnya dengan rutin berolahraga, menjalin interaksi sosial yang positif, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Daftar Pustaka
Al Qassam, I., Ibrahimiyah, N. A., Prasetya, E. C.,& Subagyo, R. (2025). Hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan perceived stress pada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya. JurnalMU: Jurnal Medis Umum, 2(3), 110–115. https://doi.org/10.30651/jmu.v2i3.28594
Budiyanti, E., & Wijaya, M. J. (2023). Hubungan konsumsi kafein dengan gangguan tidur pada mahasiswa preklinik. Damianus Journal of Medicine, 22(3), 225–231. https://doi.org/10.25170/djm.v22i3.3610
Deyamantha, M. V., Indriarti, W., & Ma’sum, A. (2023). Hubungan konsumsi kopi dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dan tinjauannya menurut Islam. Junior Medical Journal, 1(5), 537–543.
Hikmah, N., Putri, E. A., & Fitriangga, A. (2023). Hubungan konsumsi kopi, aktivitas fisik, dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa kedokteran. Majalah Kedokteran Andalas, 46(4), 592–599. https://doi.org/10.25077/mka.v46.i4.p592-599.2023
Mardiyah, S., & Mastuti, E. (2025). Hubungan antara perceived restorativeness ruang terbuka hijau dengan tingkat stres akademik mahasiswa di Universitas Airlangga. Artikel ilmiah.
Siahaan, R. E. P., Mayasari, N. R., Ismawati, R., & Sholihah, L. A. (2025). Stres akademik dan frekuensi konsumsi kopi dengan hiperkolesterolemia pada mahasiswa gizi. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 22(1), 10–18. https://doi.org/10.22146/ijcn.105855
