Mahasiswa MMD UB 2025 Ajak Anak-Anak Desa Klampok Belajar Calistung

Mahasiswa Universitas Brawijaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ANNISA ARIANY PUTRI HARSONO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang – Suasana Jumat sore di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terasa berbeda sejak hadirnya program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2025. Setiap pekan, tawa riang anak-anak TPQ Sakinah mengisi halaman saat mereka mengikuti kegiatan belajar Calistung (baca, tulis, hitung) yang dikemas lewat permainan seru.
Program ini digagas oleh Kelompok 13 MMD UB 2025 sebagai upaya membantu meningkatkan kemampuan dasar anak-anak usia TK hingga SD. Pilihan TPQ Sakinah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan, banyak anak di desa tersebut yang masih membutuhkan pendampingan tambahan untuk menguasai Calistung, terutama karena sebagian besar hanya belajar formal di sekolah tanpa dukungan belajar tambahan di rumah.
“Calistung itu keterampilan dasar yang penting untuk dikuasai anak sejak dini. Kalau disampaikan dengan cara yang menyenangkan, anak-anak lebih mudah menangkap dan tidak cepat bosan,” ujar salah satu anggota Kelompok 13.
Metode yang digunakan pun berbeda dari pembelajaran formal. Anak-anak diajak bermain sambil belajar, misalnya tebak huruf dengan kartu, menyusun kata dari potongan huruf, hingga permainan berhitung cepat menggunakan benda sekitar. Suasana menjadi penuh canda dan antusiasme ketika anak-anak berebut untuk menjawab pertanyaan.
Tak hanya belajar, mahasiswa juga memberikan penghargaan kecil di akhir sesi. Anak yang paling aktif atau berhasil menjawab paling banyak mendapat hadiah berupa snack. Meski begitu, seluruh anak tetap memperoleh camilan agar semua merasa dihargai dan semakin termotivasi.
Respons anak-anak TPQ Sakinah sangat positif. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan sudah menunggu kehadiran mahasiswa sejak sore tiba. “Seru sekali, bisa main sambil belajar sama kakak-kakak KKN,” ujar salah satu peserta dengan wajah ceria. Para orang tua dan pengurus TPQ pun menyambut baik program ini karena dinilai mampu membantu perkembangan akademik anak dengan cara yang menyenangkan.
Selain meningkatkan keterampilan dasar Calistung, kegiatan ini juga mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat desa. Melalui interaksi yang hangat, mahasiswa belajar memahami kebutuhan lokal, sementara anak-anak mendapatkan pengalaman belajar baru di luar sekolah.
Program Calistung ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4, yaitu “Pendidikan Berkualitas” (Quality Education). Harapannya, kegiatan sederhana ini bisa mendukung akses pendidikan inklusif dan berkualitas bagi anak-anak di Desa Klampok, sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak.
