Konten dari Pengguna

MMD UB 2025 Kenalkan 6 Langkah Cuci Tangan WHO ke Siswa SDN 1 Klampok

ANNISA ARIANY PUTRI HARSONO

ANNISA ARIANY PUTRI HARSONO

Mahasiswa Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ANNISA ARIANY PUTRI HARSONO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Mengajak Siswa-Siswi SD Cuci Tangan Melalui Program "Tangan Hebat Tanpa Kuman". (Foto: Dok. Pribadi MMD UB 2025).
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Mengajak Siswa-Siswi SD Cuci Tangan Melalui Program "Tangan Hebat Tanpa Kuman". (Foto: Dok. Pribadi MMD UB 2025).

Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 13 yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025 di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Tangan Hebat Tanpa Kuman” pada Senin (21/06/2025). Program ini ditujukan bagi siswa kelas 2 SDN 01 Klampok sebagai upaya menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar sejak dini dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi interaktif yang menjelaskan enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO, dipadukan dengan lagu sederhana agar mudah diingat anak-anak. Peserta terlihat antusias mengikuti alur video sambil bernyanyi dan menirukan gerakan yang dicontohkan.

Pada sesi tersebut, anak-anak tampak fokus memperhatikan tayangan edukatif di layar, duduk rapi dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu. Beberapa bahkan tampak menirukan gerakan mencuci tangan yang diperagakan di video, menunjukkan betapa efektifnya pendekatan audiovisual dalam menarik perhatian siswa usia dini.

Selain itu, mahasiswa MMD juga memperkenalkan permainan interaktif “Teman atau Lawan”. Melalui permainan ini, anak-anak diajak mengidentifikasi gambar yang menunjukkan kondisi bersih (teman) atau kotor (lawan), sehingga mereka paham kapan harus mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar secara interaktif.

Permainan ini berlangsung meriah dan disambut dengan gelak tawa serta antusiasme tinggi dari para siswa. Anak-anak tampak aktif mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, dan tidak ragu maju ke depan saat diminta menunjukkan gambar yang termasuk “teman” atau “lawan”. Mahasiswa MMD turut mendampingi dan memberikan penjelasan secara sabar, menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.

Koordinator program kerja, Annisa Ariany Putri Harsono, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak sejak usia sekolah dasar.

“Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyakit. Kami berharap kebiasaan ini bisa terus dilakukan di rumah maupun di sekolah.”

Seluruh siswa terlihat sangat terlibat—mulai dari antusias menyanyikan lagu edukatif hingga praktik langsung mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Mereka juga mampu menyebutkan perbedaan antara tangan bersih dan kotor secara tepat, serta menerapkan langkah-langkah sesuai dengan yang ditayangkan di video.

Siswa-Siswi Melakukan Praktik Cuci Tangan Menggunakan Sabun Secara Langsung. (Foto: Dok. Pribadi MMD UB 2025).

Pada praktik cuci tangan, mahasiswa MMD menyiapkan area khusus dengan fasilitas air mengalir dan sabun cair. Satu per satu, siswa diajak mencuci tangan mengikuti langkah-langkah yang telah dipelajari. Mahasiswa membimbing langsung proses ini, memastikan setiap anak melakukannya dengan benar. Aktivitas ini menjadi momen paling seru sekaligus bermakna karena siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang baru saja mereka terima.

Pembagian Hadiah Kepada Siswa-Siswi SD Sebagai Bentuk Apresiasi Telah Mempraktikkan Cuci Tangan Dengan Baik Dan Benar. (Foto: Dok. Pribadi MMD UB 2025).

Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa MMD juga membagikan hadiah kepada beberapa siswa yang berani maju dan mampu mengulang secara tepat enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Hadiah ini menjadi penyemangat tambahan yang membuat suasana kelas semakin hidup dan kompetitif dengan cara yang positif.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. Kepala SDN 01 Klampok memberikan apresiasi karena program sejalan dengan upaya sekolah membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.

Penyerahan Poster Edukatif Terkait 6 Langkah Mencuci Tangan Menurut WHO Kepada Pihak Sekolah SDN 1 Klampok. (Foto: Dok. Pribadi MMD UB 2025).

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, mahasiswa MMD UB 2025 turut menyerahkan poster edukatif berisi panduan 6 langkah cuci tangan kepada pihak sekolah. Poster tersebut diharapkan dapat dipasang di area-area strategis sekolah, sehingga siswa dapat terus mengingat dan menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-3, yaitu “Kehidupan Sehat dan Sejahtera” (Good Health and Well-being). Program “Tangan Hebat Tanpa Kuman” menjadi salah satu luaran kegiatan MMD UB 2025 yang tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa melalui praktik langsung. Dengan pendekatan belajar yang kreatif dan menyenangkan, mahasiswa Universitas Brawijaya berkomitmen untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa.