Konten dari Pengguna

Akutansi Dan Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Ultrajaya Milk Tbk

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Annisa Eka Cahyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AKUNTANSI DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK PERIODE 2020–2025

Annisa Eka Cahyani (241010504586)

Email: annisaekacahyani06@gmail.com

Sumber Foto : Towfiqu Barbhuiya Pexels

ABSTRAK

Akuntansi merupakan sistem informasi yang berperan dalam mengidentifikasi, mencatat, mengolah, dan menyajikan informasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan melalui proses akuntansi disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan. Artikel ini membahas pengertian akuntansi, fungsi dan tujuan akuntansi, jenis-jenis akuntansi, siklus akuntansi, laporan keuangan, serta analisis laporan keuangan. Pembahasan selanjutnya diterapkan pada PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk dengan periode pengamatan 2020–2025. Analisis berfokus pada pendapatan penjualan, laba, margin laba kotor, aset, liabilitas, dan ekuitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis data sekunder dari laporan perusahaan. Artikel ini diharapkan memberikan pemahaman mengenai peran akuntansi secara umum dan penerapannya dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.

Kata kunci: akuntansi, jenis akuntansi, laporan keuangan, analisis keuangan, PT Ultrajaya.

PENDAHULUAN

Akuntansi merupakan bagian penting dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Setiap perusahaan melakukan berbagai transaksi, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, penjualan produk, penerimaan kas, dan pembayaran kewajiban. Transaksi tersebut perlu dicatat dan diolah secara sistematis agar menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.

Menurut Safkaur (2021), akuntansi memiliki peran dalam proses pelaporan keuangan dan penyediaan informasi yang mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen serta pihak-pihak berkepentingan lainnya. Dengan demikian, akuntansi tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pencatatan transaksi, tetapi juga sebagai sistem informasi yang membantu perusahaan mengelola sumber daya dan mengevaluasi hasil kegiatan usahanya.

Informasi akuntansi umumnya disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan tersebut memberikan gambaran mengenai aset, kewajiban, modal, pendapatan, beban, laba atau rugi, serta arus kas perusahaan. Namun, angka yang tercantum dalam laporan keuangan perlu dianalisis lebih lanjut agar pengguna dapat memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh.

Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan menghitung indikator tertentu, seperti pertumbuhan penjualan, margin laba, likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Faradila dan Widjatmiko (2023), misalnya, melakukan penelitian mengenai analisis laporan keuangan PT Ultrajaya untuk menilai kinerja keuangan perusahaan selama periode 2020–2022. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk mengevaluasi kondisi perusahaan.

Berdasarkan hal tersebut, artikel ini terlebih dahulu menjelaskan konsep akuntansi secara umum sebelum membahas penerapannya pada PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Pembahasan perusahaan berfokus pada periode 2020–2025 untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan pendapatan, laba, serta posisi keuangan perusahaan.

PEMBAHASAN

1. Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mencakup proses identifikasi, pencatatan, penggolongan, pengukuran, pengolahan, dan penyajian transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan. Melalui akuntansi, transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha diubah menjadi informasi keuangan yang terstruktur dan dapat dipahami oleh pengguna.

Safkaur (2021) menjelaskan pentingnya peran akuntansi dalam instrumen pelaporan keuangan perusahaan. Informasi akuntansi membantu manajemen mengendalikan kegiatan usaha, mengelola sumber daya, dan menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak berkepentingan.

Dengan demikian, akuntansi dapat dipahami sebagai proses yang menghubungkan kegiatan operasional perusahaan dengan informasi keuangan. Informasi tersebut digunakan untuk menilai hasil kegiatan usaha, mengawasi penggunaan dana, dan menjadi dasar penyusunan keputusan ekonomi.

2. Fungsi dan Tujuan Akuntansi

Akuntansi memiliki beberapa fungsi penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Fungsi tersebut berkaitan dengan pencatatan transaksi, penyediaan informasi, pengendalian kegiatan usaha, dan pertanggungjawaban keuangan.

Fungsi akuntansi meliputi:

1. Fungsi pencatatan, yaitu mencatat transaksi keuangan yang terjadi dalam kegiatan perusahaan.

2. Fungsi informasi, yaitu menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen, investor, kreditur, dan pihak berkepentingan lainnya.

3. Fungsi pengendalian, yaitu membantu perusahaan memantau penggunaan kas, aset, persediaan, serta biaya operasional.

4. Fungsi evaluasi, yaitu membantu menilai hasil kegiatan usaha dan kinerja perusahaan.

5. Fungsi pertanggungjawaban, yaitu menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan pengelolaan sumber daya dan kondisi keuangan perusahaan.

Tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi yang relevan dan dapat dipercaya agar pengguna dapat membuat keputusan yang tepat. Bagi manajemen, informasi akuntansi berguna untuk menyusun anggaran, menentukan harga jual, mengendalikan biaya, dan mengevaluasi keuntungan. Bagi investor, informasi tersebut dapat digunakan untuk mempertimbangkan prospek perusahaan, sedangkan kreditur dapat menggunakannya untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya.

3. Jenis-Jenis Akuntansi

Akuntansi memiliki beberapa bidang berdasarkan tujuan dan informasi yang dihasilkan. Setiap bidang mempunyai fokus yang berbeda, tetapi saling mendukung dalam pengelolaan keuangan organisasi.

a. Akuntansi keuangan

Akuntansi keuangan berfokus pada pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan untuk menggambarkan posisi serta kinerja keuangan perusahaan. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan oleh pihak internal maupun eksternal, seperti manajemen, investor, kreditur, dan regulator.

b. Akuntansi manajemen

Akuntansi manajemen menyediakan informasi untuk membantu manajemen merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan operasional. Informasinya dapat berupa laporan biaya, anggaran, analisis keuntungan produk, serta evaluasi kinerja setiap bagian perusahaan.

c. Akuntansi biaya

Akuntansi biaya berfokus pada pengumpulan dan penghitungan biaya yang berkaitan dengan produksi barang atau penyediaan jasa. Informasi biaya digunakan untuk menentukan harga pokok produksi, mengendalikan biaya, dan mengevaluasi efisiensi kegiatan usaha.

d. Akuntansi perpajakan

Akuntansi perpajakan berkaitan dengan penghitungan, pencatatan, dan pelaporan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Bidang ini membantu perusahaan memenuhi kewajiban perpajakan dan menyiapkan informasi yang diperlukan untuk pelaporan pajak.

e. Akuntansi pemeriksaan atau auditing

Auditing merupakan kegiatan pemeriksaan terhadap informasi keuangan dan proses terkait untuk memperoleh bukti yang memadai serta menilai apakah laporan telah disajikan sesuai kriteria yang berlaku. Audit laporan keuangan oleh auditor independen membantu meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap laporan tersebut.

f. Akuntansi pemerintahan atau sektor publik

Akuntansi pemerintahan digunakan untuk mencatat dan melaporkan transaksi keuangan instansi pemerintah atau organisasi sektor publik. Bidang ini mendukung transparansi penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban pengelolaan dana publik.

g. Sistem informasi akuntansi

Sistem informasi akuntansi menggabungkan prosedur, sumber daya manusia, data, dan teknologi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, serta menghasilkan informasi keuangan. Sistem ini membantu meningkatkan ketepatan pencatatan dan mempercepat penyusunan laporan.

Jenis-jenis tersebut menunjukkan bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan laporan keuangan tahunan. Akuntansi juga mendukung pengendalian biaya, pengelolaan pajak, pemeriksaan, perencanaan, dan pengambilan keputusan sehari-hari.

4. Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah rangkaian tahapan yang dilakukan untuk mengolah transaksi keuangan sampai menjadi laporan keuangan. Tahapan ini membantu memastikan bahwa transaksi dicatat secara teratur dan disajikan dalam periode yang tepat.

Secara umum, siklus akuntansi meliputi:

1. Identifikasi transaksi: menentukan transaksi yang memiliki dampak keuangan dan perlu dicatat.

2. Pengumpulan bukti transaksi: mengumpulkan faktur, kuitansi, nota, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya.

3. Pencatatan jurnal: mencatat transaksi ke dalam jurnal berdasarkan akun yang terpengaruh.

4. Pemindahbukuan ke buku besar: mengelompokkan transaksi ke akun-akun terkait.

5. Penyusunan neraca saldo: memeriksa keseimbangan saldo debit dan kredit.

6. Pembuatan jurnal penyesuaian: menyesuaikan akun agar pendapatan dan beban dicatat pada periode yang tepat.

7. Penyusunan laporan keuangan: menyajikan informasi posisi keuangan, kinerja, perubahan ekuitas, dan arus kas.

8. Pembuatan jurnal penutup: menutup akun nominal pada akhir periode akuntansi.

9. Penyusunan neraca saldo setelah penutupan: memeriksa saldo akun permanen untuk memulai periode berikutnya.

Melalui siklus tersebut, perusahaan dapat menghasilkan informasi keuangan yang lebih sistematis. Ketepatan dalam menjalankan siklus akuntansi sangat penting karena kesalahan pencatatan dapat memengaruhi angka dalam laporan keuangan dan hasil analisisnya.

5. Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang menyajikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas perusahaan pada periode tertentu. Laporan keuangan digunakan oleh pihak berkepentingan untuk menilai kondisi perusahaan dan membuat keputusan ekonomi.

Komponen utama laporan keuangan meliputi:

a. Laporan posisi keuangan

Laporan posisi keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu. Aset merupakan sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, liabilitas merupakan kewajiban kepada pihak lain, sedangkan ekuitas merupakan hak residual atas aset setelah dikurangi liabilitas.

b. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

Laporan ini menyajikan pendapatan dan beban selama periode tertentu. Selisih antara pendapatan dan beban menghasilkan laba atau rugi. Informasi ini digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

c. Laporan arus kas

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini membantu pengguna menilai kemampuan perusahaan menghasilkan serta menggunakan kas.

d. Laporan perubahan ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menjelaskan perubahan modal perusahaan selama suatu periode, misalnya akibat laba atau rugi, pembagian dividen, dan transaksi lain dengan pemilik.

e. Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan tambahan mengenai kebijakan akuntansi, rincian akun, dan informasi lain yang diperlukan untuk memahami angka-angka dalam laporan keuangan.

Komponen tersebut saling melengkapi. Oleh karena itu, penilaian kondisi perusahaan sebaiknya tidak hanya berdasarkan laporan laba rugi, tetapi juga mempertimbangkan laporan posisi keuangan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

6. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan kegiatan mempelajari dan mengevaluasi data dalam laporan keuangan untuk memahami kondisi serta kinerja perusahaan. Analisis dapat dilakukan dengan menghitung rasio keuangan dan menilai hubungan antara berbagai komponen laporan.

Faradila dan Widjatmiko (2023) menerapkan analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja PT Ultrajaya selama periode 2020–2022. Sementara itu, Youlanda, Hutabarat, dan Mulyani (2025) menganalisis kinerja keuangan PT Ultrajaya periode 2020–2024 menggunakan sejumlah indikator fundamental, termasuk rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas.

Jenis analisis laporan keuangan yang digunakan dalam pembahasan ini adalah analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan menilai hubungan antara akun-akun tertentu dalam laporan keuangan. Rasio yang umum digunakan meliputi:

- Rasio likuiditas: menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.

- Rasio solvabilitas: menilai struktur pendanaan dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban.

- Rasio profitabilitas: menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

- Rasio aktivitas: menilai efektivitas penggunaan aset dan pengelolaan persediaan atau piutang.

Analisis rasio keuangan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi perusahaan. Namun, hasilnya perlu dibandingkan dengan karakteristik industri dan informasi lain yang relevan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang keliru.

7. Profil PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman, khususnya produk susu dan minuman kemasan. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan melakukan kegiatan produksi dan penjualan yang membutuhkan pengelolaan bahan baku, persediaan, biaya produksi, distribusi, serta penerimaan kas dari penjualan.

Laporan tahunan dan laporan keuangan auditan perusahaan dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan kegiatan usaha dan kondisi keuangannya. Dokumen tersebut tersedia melalui halaman hubungan investor pada situs resmi PT Ultrajaya.

Objek pembahasan dalam artikel ini adalah laporan keuangan PT Ultrajaya selama periode 2020–2025. Periode tersebut digunakan untuk melihat perkembangan penjualan, laba, aset, liabilitas, dan ekuitas. Analisis dilakukan dengan menghitung margin laba kotor serta menelaah perubahan data keuangan yang tersedia.

8. Analisis Pendapatan dan Laba PT Ultrajaya Periode 2020–2025

Pendapatan penjualan menunjukkan nilai penjualan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan usahanya. Laba kotor diperoleh setelah penjualan dikurangi harga pokok penjualan, sedangkan laba bersih merupakan hasil akhir setelah memperhitungkan beban dan unsur lain yang relevan.

Berikut data kerja pendapatan dan laba PT Ultrajaya dalam bentuk teks biasa. Angka-angka ini perlu dicocokkan dengan laporan keuangan auditan resmi sebelum digunakan sebagai hasil penelitian final.

Tahun 2020

- Penjualan: Rp5.967.362 juta.

- Laba kotor: Rp2.228.527 juta.

- Laba bersih: Rp1.109.666 juta.

Tahun 2021

- Penjualan: Rp6.616.642 juta.

- Laba kotor: Rp2.374.946 juta.

- Laba bersih: Rp1.276.793 juta.

Tahun 2022

- Penjualan: Rp7.656.252 juta.

- Laba kotor: Rp2.457.088 juta.

- Laba bersih: Rp965.486 juta.

Tahun 2023

- Penjualan: Rp8.302.741 juta.

- Laba kotor: Rp2.691.571 juta.

- Laba bersih: Rp1.186.161 juta.

Tahun 2024

- Penjualan: Rp8.874.202 juta.

- Laba kotor: Rp3.021.777 juta.

- Laba bersih: Rp1.153.916 juta.

Tahun 2025

- Penjualan: Rp8.767.854 juta.

- Laba kotor: Rp2.869.311 juta.

- Laba bersih: Rp1.377.460 juta.

Sumber data: data kerja yang perlu diverifikasi menggunakan laporan keuangan auditan PT Ultrajaya untuk setiap tahun.

Berdasarkan data tersebut, penjualan menunjukkan kecenderungan meningkat dari 2020 hingga 2024, kemudian mengalami penurunan pada 2025. Penjualan meningkat dari sekitar Rp5,97 triliun pada 2020 menjadi Rp8,87 triliun pada 2024. Pada 2025, penjualan turun menjadi sekitar Rp8,77 triliun.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan tidak selalu terjadi secara konsisten setiap tahun. Penurunan pada 2025 perlu dianalisis bersama dengan informasi mengenai biaya produksi, beban operasional, dan kondisi pasar. Data penjualan saja belum cukup untuk menjelaskan penyebab perubahan kinerja perusahaan.

Laba bersih juga mengalami fluktuasi. Berdasarkan data kerja, laba bersih meningkat pada 2021, menurun pada 2022, meningkat pada 2023, sedikit menurun pada 2024, dan meningkat kembali pada 2025. Pola ini memperlihatkan bahwa perubahan laba tidak selalu searah dengan perubahan penjualan. Faktor biaya dan beban lain juga dapat memengaruhi laba yang diperoleh perusahaan.

9. Analisis Margin Laba Kotor

Margin laba kotor digunakan untuk mengetahui persentase laba kotor yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Rasio ini dapat membantu menilai hubungan antara penjualan dan harga pokok penjualan.

Rumus margin laba kotor adalah:

Margin laba kotor = (Laba kotor ÷ Penjualan) × 100%

Berdasarkan data kerja yang digunakan, hasil perhitungannya adalah sebagai berikut.

Tahun 2020: 37,34%.

Tahun 2021: 35,89%.

Tahun 2022: 32,08%.

Tahun 2023: 32,42%.

Tahun 2024: 34,06%.

Tahun 2025: 32,72%.

Margin laba kotor menurun dari 37,34% pada 2020 menjadi 32,08% pada 2022. Margin tersebut meningkat pada 2023 dan 2024, tetapi kembali menurun pada 2025 menjadi 32,72%.

Perubahan margin laba kotor dapat berkaitan dengan perubahan harga bahan baku, biaya produksi, volume penjualan, atau harga jual produk. Akan tetapi, penyebab pastinya tidak dapat ditentukan hanya dari persentase margin. Pemeriksaan terhadap laporan tahunan dan catatan atas laporan keuangan diperlukan agar penjelasan didukung oleh bukti yang memadai.

10. Analisis Posisi Keuangan PT Ultrajaya

Posisi keuangan perusahaan dapat dianalisis melalui total aset, total liabilitas, dan total ekuitas. Ketiga unsur tersebut menunjukkan sumber daya perusahaan dan bagaimana sumber daya tersebut didanai.

Berikut data kerja posisi keuangan PT Ultrajaya periode 2020–2025.

Tahun 2020

- Total aset: Rp8.754.116 juta.

- Total liabilitas: Rp3.972.379 juta.

- Total ekuitas: Rp4.781.737 juta.

Tahun 2021

- Total aset: Rp7.406.856 juta.

- Total liabilitas: Rp2.268.730 juta.

- Total ekuitas: Rp5.138.126 juta.

Tahun 2022

- Total aset: Rp7.376.375 juta.

- Total liabilitas: Rp1.553.696 juta.

- Total ekuitas: Rp5.822.679 juta.

Tahun 2023

- Total aset: Rp7.523.956 juta.

- Total liabilitas: Rp836.988 juta.

- Total ekuitas: Rp6.686.968 juta.

Tahun 2024

- Total aset: Rp8.461.365 juta.

- Total liabilitas: Rp1.034.447 juta.

- Total ekuitas: Rp7.426.918 juta.

Tahun 2025

- Total aset: Rp9.253.470 juta.

- Total liabilitas: Rp937.010 juta.

- Total ekuitas: Rp8.316.460 juta.

Sumber data: data kerja yang harus diverifikasi dengan laporan posisi keuangan auditan PT Ultrajaya untuk masing-masing tahun.

Berdasarkan data tersebut, total aset mengalami penurunan pada 2021 dan 2022, kemudian meningkat dari 2023 hingga 2025. Total ekuitas menunjukkan kecenderungan meningkat dalam data yang digunakan, sedangkan liabilitas mengalami penurunan pada beberapa tahun, meningkat pada 2024, lalu menurun kembali pada 2025.

Perubahan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap struktur pendanaan perusahaan. Namun, penilaian mengenai kesehatan keuangan harus mempertimbangkan komposisi aset, jatuh tempo kewajiban, arus kas, dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Oleh sebab itu, data aset, liabilitas, dan ekuitas sebaiknya dilengkapi dengan perhitungan rasio likuiditas dan solvabilitas.

11. Pembahasan Umum

Pembahasan akuntansi secara umum menunjukkan bahwa proses pencatatan dan pelaporan keuangan merupakan dasar untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan. Akuntansi keuangan menghasilkan laporan yang menggambarkan posisi dan kinerja keuangan, sedangkan akuntansi manajemen dan akuntansi biaya membantu perusahaan merencanakan kegiatan serta mengendalikan biaya. Informasi dari berbagai bidang tersebut saling mendukung dalam pengambilan keputusan.

Pada PT Ultrajaya, laporan keuangan dapat digunakan untuk mempelajari perubahan penjualan, laba, aset, liabilitas, dan ekuitas. Data kerja periode 2020–2025 menunjukkan penjualan meningkat hingga 2024 sebelum menurun pada 2025. Laba bersih dan margin laba kotor mengalami fluktuasi, sementara ekuitas menunjukkan kecenderungan meningkat dalam data yang digunakan.

Hasil tersebut perlu dipahami sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan akhir mengenai kesehatan perusahaan. Penelitian Youlanda dkk. (2025) juga menggunakan sejumlah rasio untuk menilai kinerja PT Ultrajaya pada periode 2020–2024. Hal ini memperlihatkan pentingnya menggabungkan beberapa indikator keuangan agar penilaian perusahaan tidak hanya bertumpu pada satu akun atau satu rasio.

Dengan demikian, penerapan akuntansi dan analisis laporan keuangan membantu pengguna memahami perkembangan perusahaan secara lebih terstruktur. Agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, seluruh data angka harus dicocokkan dengan dokumen resmi yang telah diaudit.

KESIMPULAN

Akuntansi merupakan sistem informasi yang berfungsi mengidentifikasi, mencatat, mengolah, dan menyajikan transaksi keuangan. Akuntansi memiliki fungsi pencatatan, penyediaan informasi, pengendalian, evaluasi, dan pertanggungjawaban. Berdasarkan bidangnya, akuntansi meliputi akuntansi keuangan, manajemen, biaya, perpajakan, pemeriksaan, pemerintahan, dan sistem informasi akuntansi.

Laporan keuangan merupakan hasil utama proses akuntansi yang digunakan untuk menilai posisi dan kinerja keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan dapat dilakukan melalui perhitungan rasio keuangan. Analisis tersebut membantu pengguna memahami perkembangan pendapatan, laba, aset, kewajiban, dan ekuitas.

Dalam pembahasan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk periode 2020–2025, data kerja menunjukkan bahwa penjualan meningkat hingga 2024 sebelum menurun pada 2025. Laba bersih dan margin laba kotor mengalami perubahan dari tahun ke tahun, sedangkan ekuitas menunjukkan kecenderungan meningkat dalam data yang digunakan. Namun, seluruh angka perlu diverifikasi menggunakan laporan keuangan auditan resmi sebelum hasilnya digunakan sebagai kesimpulan final.

DAFTAR PUSTAKA

Faradila, H. M., & Widjatmiko, A. G. (2023). Analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PT Ultrajaya Milk Industry tahun 2020–2022. Moneter: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 1(4), 1–12. https://doi.org/10.61132/moneter.v1i4.31

Safkaur, O. (2021). Bagaimana peran akuntansi pada instrumen pelaporan keuangan perusahaan. Kajian Akuntansi, 22(2). https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/kajian_akuntansi/article/view/5676

Youlanda, S. O., Hutabarat, D. L., & Mulyani. (2025). Analisis fundamental terhadap kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk. periode 2020–2024. Riset Manajemen dan Akuntansi, 16(1). https://ejournal.lppm-stieatmabhakti.id/index.php/RMA/article/view/450

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2020). Laporan Tahunan 2020. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2021). Laporan Tahunan 2021. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2022). Laporan Tahunan 2022. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2023). Laporan Tahunan 2023. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2024). Laporan Tahunan 2024. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2025). Laporan Tahunan 2025. https://www.ultrajaya.co.id/investor-relation/annual-report/ind