Konten dari Pengguna

Kunjungan Peternakan Unggas HIMASITER IPB University bersama WHO dan FAO

Annisa' Fadhila

Annisa' Fadhila

Mahasiswa IPB University

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Annisa' Fadhila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kunjungan peternakan unggas Global Buwana Farm
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kunjungan peternakan unggas Global Buwana Farm

Divisi Unggas Biro Ilmu Keprofesian (ILPRO) Himpunan Mahasiswa Nutrisi & Makanan Ternak (HIMASITER) Departemen Ilmu Nutrisi & Teknologi Pakan (INTP) IPB University laksanakan program kerja kunjungan peternakan unggas pada Jumat, 14 Oktober 2022 di Global Buwana Farm Cihideng Udik, Ciampea, Bogor.

Menurut Erik Setiady, Koordinator Lapang Kunjungan Unggas mengatakan bahwa kunjungan unggas merupakan kegiatan servei langsung pada peternakan unggas guna menambah pengetahuan tentang peternakan melalui diskusi dan wawancara. Dengan tujuan untuk mengedukasi dan menambah ilmu pengetahuan, wawasan tentang dunia peternakan khususnya unggas, menginformasikan serta memaparkan kepada masyarakat luas yang berkaitan dengan peternakan unggas.

Global Buwana Farm merupakan peternakan ayam petelur yang terdiri dari 6 kandang, masing-masing kandang berjumlah 3000-9000 ekor ayam petelur. Pemberian pakan ayam petelur di peternakan tersebut dilakukan 2 kali sehari yaitu pada jam 7 pagi dan 1 siang. Pemberian pakan di peternakan Global Buwana Farm telah menggunakan mesin otomatis. Selain itu di peternakan ini juga ayam rutin diberikan vitamin dan vaksin, serta jarang menggunakan antibiotik. Pemberian vaksin dilakukan sebelum ayam bertelur dikarenakan 1-3 hari setelah vaksin ayam tidak mau makan yang menyebabkan dampak buruk jika dilakukan pada saat bertelur. Peternakan ini jarang menggunakan antibiotik dikarenakan antibiotik telah dilarang penggunaannya sebab dapat membahayakan hewan ternak dan manusia yang mengkonsumsinya. Wah keren banget ya peternakan ini?

Dokumentasi kunjungan peternakan unggas Global Buwana Farm

Bapak Alfred, delegasi FAO (Food and Agriculture Organization) menjelaskan bahwa AGP (Antibiotic Growth Promoter) merupakan antibiotik yang diberikan untuk meminimalisir bakteri merugikan saluran pencernaan agar mendapatkan bobot badan serta rasio konversi pakan yang lebih baik. AGP sendiri diberikan pada unggas dengan dosis sub-terapeutik atau di bawah dosis normal untuk terapi. AGP sekarang tidak diperbolehkan diberikan ke unggas karena AGP sendiri dapat meninggalkan residu dan resistensi. Residu merupakan sisa-sisa penggunaan antibiotik. Resistensi adalah mikroorganisme yang berkemampuan untuk menahan efek antibiotik itu sendiri. Hal itulah yang menyebabkan kenapa penggunaan AGP sekarang dilarang oleh pemerintah untuk penambahan antibiotik ke ternak. Terutama untuk ternak jenis unggas. Karena dapat menyebabkan kekebalan, akan tetapi jenis mikroba yang dipakai menyebabkan resistensi yang dapat membahayakan bagi manusia.

Produksi Telur di Global Buwana Farm setiap harinya dapat mencapai 2000-3000 butir/hari tergantung banyaknya jumlah ayam yang masih produksi. Distribusi telur ke pasaran seperti toko-toko, kios, supermarket, dll dilakukan langsung pada hari yang sama saat pengambilan/panen telur sehingga lebih efisien dalam penyimpanannya.

Erik menyampaikan harapan setelah kunjungan peternakan unggas ini yaitu pengurus HIMASITER dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana caranya membangun peternakan, belajar tentang pentingnya biosecurity pada peternakan unggas serta dapat membuka wawasan tentang dunia peternakan khususnya unggas.

Dokumentasi kunjungan peternakan unggas Global Buwana Farm