Review Buku: The Miracles of The Namiya General Store

Copywriter
Tulisan dari Annisa Novianty tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Karya Penulis Jepang, Keigo Higashino
The Miracles of The Namiya General Store atau Keajaiban Toko Kelontong Namiya (dalam judul Bahasa Indonesia) merupakan buku bergenre fantasi karya Keigo Higashino yang diterbitkan pertama kali di Jepang pada tahun 2012. Buku ini mengisahkan sebuah toko kelontong milik seorang kakek tua bernama Namiya. Toko ini tidak hanya menjual barang-barang kebutuhan tetapi juga menerima surat yang berisi permasalahan dimana Namiya sendiri yang akan membalas surat tersebut dan memberi saran juga nasihat.

Buku ini dimulai dengan tiga orang pemuda yang berusaha untuk bersembunyi di rumah kosong yang dahulunya merupakan Toko Kelontong Namiya. Hal janggal terjadi pada mereka bertiga dimana tiba-tiba sepucuk surat masuk ke toko tersebut tanpa ada jejak siapa pengirim dari surat itu. Waktu berjalan sangat lama di dalam rumah tersebut dan terdapat keanehan dalam surat yang diterima oleh mereka. Ketika tiga pemuda tersebut memutuskan untuk membalas surat tersebut dan mendapat balasan dari seseorang yang berasal dari 30 tahun lalu, kisah Toko Kelontong Namiya pun dimulai.
Genre dari buku ini adalah fantasi dimana surat-surat yang dikirim ke toko kelontong Namiya maupun dari toko kelontong Namiya melalui perjalanan waktu. Begitu banyak pesan moral yang disampaikan oleh penulis dalam buku ini. Penulis ingin menyampaikan seberapa besar peran keluarga dalam mencapai kebahagian diri. Dikemas dengan lima sudut pandang berbeda yang dituangkan dalam lima bab namun tetap saling berkaitan.
Selama membaca kalian akan dibuat tercengang akan alur yang disajikan penulis. Penulis sangat apik dalam mengemas cerita sehingga dengan banyaknya latar yang ada, tidak akan membuat pembaca bingung. Keunikan dalam penyajian alur inilah yang membuat buku ini sangat menarik dan patut dibaca.
Kutipan terbaik di dalam buku ini adalah
Ada suatu hal yang aku pelajari dari bertahun-tahun membaca surat mereka. Kebanyakan dari mereka telah memiliki jawaban atas masalah mereka. Mereka meminta nasihat karena mereka ingin melihat apakah ada orang lain yang berpikir juga bahwa mereka telah mengambil keputusan yang benar.
