KKN ITB Ahmad Dahlan di Babakan: Dorong UMKM hingga Senam Pagi

Management Student at Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Content Writer Human Resources & Career Enthusiast
·waktu baca 18 menit
Tulisan dari Sherina Annisa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Dorong Pemberdayaan Warga Babakan

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Siapkan Program Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Babakan, Padukan Digitalisasi UMKM, Edukasi Lingkungan, Kreativitas Anak, dan Senam Pagi
Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internal Kelompok 18 merancang serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Program ini berfokus pada pengembangan potensi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, pengembangan kreativitas anak, pengenalan tanaman obat, serta kegiatan pendukung berupa senam pagi untuk mendorong kebiasaan hidup sehat.
Program tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Babakan Berbasis Digital Marketing, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Kreativitas Anak Guna Mewujudkan Desa Mandiri”. Melalui tema tersebut, mahasiswa berupaya merancang kegiatan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi lokal hingga peningkatan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di lingkungan akademik, tetapi juga diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan yang ditemukan di masyarakat dan merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Dalam pelaksanaannya, Kelompok 18 menyusun program berdasarkan observasi awal terhadap kondisi dan potensi Kelurahan Babakan. Hasil pengamatan tersebut menjadi landasan untuk merancang sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha, pengelolaan sampah, peningkatan kreativitas anak-anak, serta pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang dengan pendekatan partisipatif. Artinya, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam proses pembelajaran, praktik, dan pengembangan program. Dengan melibatkan warga secara aktif, kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan manfaat yang relevan dengan kondisi setempat dan membuka peluang bagi keberlanjutan program setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Selain program utama yang tercantum dalam proposal, senam pagi direncanakan sebagai kegiatan pendukung untuk melengkapi rangkaian pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya aktivitas fisik, membangun kebersamaan, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Kelurahan Babakan
Mengembangkan Potensi Masyarakat Melalui Program KKN
Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pengabdian perguruan tinggi. Pemberdayaan tidak hanya berkaitan dengan pemberian informasi, tetapi juga mencakup upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat mengenali potensi yang dimiliki dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam konteks Kelurahan Babakan, program KKN Kelompok 18 dirancang dengan memperhatikan beberapa bidang yang saling berkaitan, yakni ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. Keempat bidang tersebut menjadi dasar dalam menyusun kegiatan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.
Pada bidang ekonomi, perhatian diarahkan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital. Pada bidang lingkungan, kegiatan difokuskan pada edukasi pemilahan sampah dan pengenalan pemanfaatan sampah organik. Sementara itu, bidang pendidikan diwujudkan melalui kegiatan belajar dan berkarya bagi anak-anak serta pengenalan tanaman obat.
Adapun senam pagi menjadi kegiatan pendukung yang diusulkan untuk menambahkan unsur kebugaran dan interaksi sosial ke dalam rangkaian program. Melalui kegiatan yang beragam tersebut, mahasiswa berharap proses pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat dengan kebutuhan dan kelompok usia yang berbeda.
Pendekatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengelola kegiatan, serta menyesuaikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Dengan demikian, KKN tidak hanya dipandang sebagai kegiatan akademik yang harus diselesaikan, tetapi juga sebagai proses pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Interaksi tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang positif dan mendorong munculnya inisiatif masyarakat untuk mengembangkan potensi lingkungan secara mandiri.
Digitalisasi UMKM untuk Memperluas Jangkauan Usaha
Salah satu program yang menjadi perhatian Kelompok 18 adalah pendampingan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Google Maps. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengenal teknologi digital yang dapat digunakan dalam mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memberikan kemudahan pelayanan, dan menjangkau calon konsumen. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing pelaku usaha agar dapat diterapkan secara tepat.
Melalui program digitalisasi UMKM, mahasiswa berencana memberikan pendampingan mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital. Penggunaan sistem pembayaran ini dapat membantu pelaku usaha menyediakan alternatif transaksi bagi konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran nontunai.
Di samping itu, Google Maps diperkenalkan sebagai sarana untuk membantu masyarakat menemukan lokasi usaha. Informasi lokasi yang tersedia secara digital dapat mempermudah calon konsumen mencari tempat usaha, terutama ketika mereka belum mengetahui alamat atau posisi usaha tersebut secara langsung.
Kegiatan pendampingan dirancang melalui penjelasan materi dan praktik agar peserta dapat memahami langkah-langkah yang diperlukan. Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh pengetahuan yang lebih aplikatif mengenai pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usahanya.
Meski demikian, penerapan teknologi digital bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan sebuah usaha. Kualitas produk, pelayanan kepada konsumen, pengelolaan keuangan, serta kemampuan mempertahankan pelanggan tetap menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pengenalan teknologi melalui KKN dapat menjadi langkah awal untuk memperluas wawasan pelaku usaha mengenai peluang pengembangan bisnis.
Melalui program ini, mahasiswa berharap pelaku UMKM dapat semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dan mampu mempertimbangkan penggunaannya sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan konsumen.
Selain mendukung pengembangan ekonomi lokal, Kelompok 18 juga merancang program edukasi pengelolaan sampah sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Sampah merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Berbagai kegiatan rumah tangga menghasilkan sampah dengan karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan pemahaman mengenai cara memilah dan mengelolanya. Kebiasaan membuang sampah tanpa pemilahan dapat membuat sampah yang sebenarnya masih berpotensi dimanfaatkan menjadi sulit diolah kembali.
Melalui edukasi pengelolaan sampah, masyarakat akan diperkenalkan pada pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik. Pemilahan sejak awal dapat membantu mempermudah proses pengelolaan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dan jenis sampah yang memerlukan penanganan berbeda.
Program ini dirancang tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik pemilahan sampah. Dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat secara langsung, mahasiswa berharap materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan mengenai pengelolaan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan karena perubahan kebiasaan tidak selalu dapat terbentuk hanya melalui satu kali kegiatan. Pemahaman yang diperoleh perlu didukung oleh penerapan secara konsisten, fasilitas yang memadai, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Oleh sebab itu, program edukasi ini diharapkan dapat menjadi sarana awal untuk membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap sampah. Masyarakat dapat mulai menerapkan langkah sederhana dari rumah masing-masing, seperti memisahkan sampah sesuai jenisnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa ingin memperkenalkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh individu, keluarga, dan masyarakat.
Mengolah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, Kelompok 18 juga merancang kegiatan pengenalan dan praktik pembuatan eco enzyme dari sampah organik.
Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai kemungkinan pemanfaatan bahan organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Sampah organik, apabila dipilah dan ditangani dengan tepat, dapat diolah melalui proses tertentu sehingga menghasilkan produk yang memiliki kegunaan sesuai karakteristik dan cara pembuatannya.
Dalam program yang direncanakan, mahasiswa akan memberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pengolahan. Demonstrasi dan praktik diharapkan dapat membantu peserta memahami proses tersebut secara lebih jelas.
Berdasarkan proposal, kegiatan ini menargetkan 15 peserta. Peserta diharapkan memahami proses pembuatan dan manfaat eco enzyme serta mengenali pentingnya pengelolaan bahan organik secara tepat.
Pengenalan eco enzyme juga dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berhenti pada kegiatan membuang. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat dapat mempelajari berbagai metode pengolahan yang sesuai dengan jenis bahan dan kebutuhan lingkungan.
Namun, proses pembuatan dan pemanfaatan *eco enzyme* perlu memperhatikan prosedur yang benar. Tidak semua hasil olahan dapat digunakan untuk semua keperluan, sehingga informasi mengenai cara pembuatan, penyimpanan, dan penggunaannya perlu disampaikan secara tepat.
Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai pengolahan sampah organik dan semakin memahami pentingnya mengurangi sampah yang tidak dikelola dengan baik. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Papan Edukasi sebagai Media Informasi bagi Masyarakat
Untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah, Kelompok 18 turut merencanakan pembuatan papan edukasi mengenai proses penguraian sampah serta penyediaan fasilitas pemilahan sampah di lingkungan masyarakat.
Papan edukasi dirancang sebagai media informasi yang dapat membantu warga mengenali proses penguraian sampah dan memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki karakteristik yang berbeda. Melalui informasi yang disajikan secara visual, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dengan lebih mudah ketika berada di lingkungan tempat papan tersebut dipasang.
Keberadaan media edukasi juga diharapkan dapat memperkuat pesan yang sebelumnya disampaikan melalui sosialisasi dan praktik. Apabila ditempatkan pada lokasi yang sesuai, papan tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melakukan pemilahan sampah.
Selain papan informasi, proposal mencantumkan pembuatan tong sampah sebagai bagian dari upaya mendukung fasilitas pengelolaan lingkungan. Penyediaan fasilitas ini direncanakan agar masyarakat memiliki sarana yang dapat digunakan untuk mendukung kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Program ini menargetkan tersedianya papan edukasi dan fasilitas pemilahan sampah di satu lokasi. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pembiasaan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Meski demikian, efektivitas fasilitas sangat bergantung pada cara penggunaannya. Papan edukasi perlu dijaga agar tetap terbaca, sedangkan tempat sampah harus digunakan sesuai fungsinya dan dirawat secara berkala.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan adanya dukungan warga dan pihak setempat, fasilitas yang disediakan melalui kegiatan KKN diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan mahasiswa selesai.
Sore Asyik Belajar dan Berkarya, Ruang Kreatif bagi Anak-Anak
Pada bidang pendidikan, Kelompok 18 merancang program bertajuk “Sore Asyik Belajar dan Berkarya”. Program ini ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan melibatkan aktivitas kreatif.
Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai pengalaman belajar. Selain pembelajaran formal, aktivitas yang melibatkan permainan edukatif dan praktik langsung dapat menjadi alternatif untuk mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan tugas.
Melalui program ini, mahasiswa berencana mendampingi anak-anak dalam kegiatan belajar, memberikan permainan edukatif, dan mengajak mereka mengikuti aktivitas yang melatih keterampilan. Suasana belajar yang menyenangkan diharapkan dapat membantu anak-anak berpartisipasi secara aktif dan merasa lebih nyaman ketika mencoba hal baru.
Salah satu kegiatan yang dirancang adalah pembuatan gelang manik-manik. Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menyusun manik-manik dengan kombinasi warna dan bentuk sesuai kreativitas masing-masing.
Dalam proses pembuatannya, anak-anak dapat belajar meningkatkan ketelitian, kesabaran, dan koordinasi gerakan tangan. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk menentukan pilihan sendiri serta melihat bagaimana bahan sederhana dapat diubah menjadi sebuah karya.
Kegiatan tersebut bukan hanya berorientasi pada hasil akhir, melainkan juga pada proses belajar. Anak-anak dapat belajar mengikuti petunjuk, menyelesaikan tahapan kegiatan, serta menghargai hasil karya sendiri dan teman-temannya.
Pembuatan gelang manik-manik juga dapat menjadi pengenalan awal terhadap kreativitas yang memiliki potensi ekonomi. Dalam konteks kewirausahaan, sebuah produk kerajinan dapat dikembangkan melalui pemilihan desain, kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas pembuatnya.
Meskipun demikian, kegiatan ini tetap diarahkan sebagai sarana pendidikan dan pengembangan keterampilan anak-anak, bukan sebagai tuntutan untuk menghasilkan produk yang bernilai jual. Hal yang lebih penting adalah memberikan pengalaman belajar yang positif dan membuka wawasan mengenai kemungkinan pengembangan kreativitas.
Berdasarkan matriks program kerja, kegiatan “Sore Asyik Belajar dan Berkarya” menargetkan sepuluh anak. Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengikuti kegiatan secara aktif dan menyelesaikan aktivitas yang diberikan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga berkesempatan membangun interaksi yang positif dengan anak-anak dan mengenal kebutuhan belajar mereka. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat menciptakan suasana kegiatan yang lebih akrab, mendukung, dan menyenangkan.
Mengenalkan Tanaman Obat dan Potensi Lingkungan Sekitar
Program berikutnya adalah edukasi mengenai tanaman obat yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jenis tanaman serta pemanfaatannya secara umum.
Lingkungan sekitar dapat menyediakan berbagai jenis tanaman yang dikenal masyarakat dan memiliki kegunaan tertentu. Namun, pengenalan terhadap nama, karakteristik, dan cara pemanfaatannya tetap membutuhkan informasi yang tepat agar tanaman dapat dikenali dan digunakan secara bijak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berencana memperkenalkan beberapa jenis tanaman obat, menjelaskan manfaat yang dikenal secara umum, serta memberikan contoh pengenalan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami potensi sumber daya lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga dapat mendorong perhatian terhadap keberadaan tanaman dan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap terpelihara.
Dalam pelaksanaannya, edukasi tanaman obat perlu membedakan antara pengenalan pengetahuan tradisional dan informasi kesehatan yang telah teruji. Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak semua tanaman aman dikonsumsi atau digunakan tanpa mengetahui identitas, dosis, cara pengolahan, dan kemungkinan risikonya.
Oleh karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai tanaman dan pemanfaatannya, bukan menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan oleh tenaga kesehatan.
Berdasarkan proposal, kegiatan mengenal tanaman obat menargetkan sepuluh peserta. Peserta diharapkan mampu mengenali beberapa jenis tanaman obat beserta manfaat yang diketahui.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat memperoleh wawasan tambahan tentang lingkungan sekitar dan semakin tertarik mengenali potensi tanaman yang tersedia di wilayahnya.
Senam Pagi untuk Mendorong Kebiasaan Hidup Sehat
Di samping program digitalisasi UMKM, edukasi lingkungan, dan kreativitas anak, senam pagi direncanakan sebagai kegiatan pendukung dalam rangkaian pemberdayaan masyarakat Kelurahan Babakan.
Senam pagi dipilih sebagai bentuk aktivitas bersama yang dapat mempertemukan mahasiswa dan warga dalam suasana santai. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya bergerak aktif dan membangun kesadaran bahwa kesehatan perlu dijaga melalui kebiasaan sehari-hari.
Aktivitas fisik yang dilakukan sesuai kemampuan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran tubuh. Senam bersama juga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meluangkan waktu melakukan gerakan tubuh secara teratur, tanpa harus memerlukan peralatan yang rumit.
Dalam rencana pelaksanaannya, kegiatan senam pagi dapat disusun dengan memperhatikan kondisi peserta, kesiapan tempat, dan ketersediaan waktu. Gerakan yang dipilih perlu disesuaikan dengan kemampuan peserta agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sebelum kegiatan dimulai, peserta dapat diarahkan untuk melakukan pemanasan dan mengikuti instruksi pemandu. Setelah kegiatan selesai, peserta dapat melakukan pendinginan sederhana untuk membantu mengakhiri aktivitas secara bertahap.
Kegiatan senam pagi juga memiliki potensi untuk memperkuat hubungan sosial. Ketika mahasiswa dan masyarakat mengikuti aktivitas bersama, terbuka kesempatan untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan membangun kedekatan di luar kegiatan pelatihan maupun sosialisasi.
Interaksi tersebut dapat membantu menciptakan suasana yang lebih akrab antara mahasiswa KKN dan warga. Hubungan yang baik menjadi salah satu unsur pendukung pelaksanaan program pengabdian karena komunikasi yang terbuka dapat mempermudah koordinasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Selain itu, senam pagi dapat menjadi sarana untuk mengajak masyarakat membangun rutinitas positif. Kebiasaan bergerak aktif diharapkan tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan KKN, tetapi juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari aktivitas bersama warga pada kesempatan lain.
Meski demikian, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang hadir. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif, mendorong kesadaran mengenai aktivitas fisik, dan membangun semangat kebersamaan.
Penambahan senam pagi dalam rangkaian program merupakan upaya untuk melengkapi pemberdayaan masyarakat dengan perhatian terhadap aspek kesehatan. Dengan memadukan kegiatan edukasi dan aktivitas fisik, program KKN diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang lebih beragam dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Perlu dicatat bahwa senam pagi merupakan kegiatan tambahan yang diminta untuk dimasukkan ke dalam naskah berita ini. Jadwal, lokasi, jumlah peserta, dan status pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan oleh kelompok KKN.
Pelaksanaan Program Melalui Pendekatan Partisipatif
Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan, proposal KKN Kelompok 18 mencantumkan beberapa tahapan pelaksanaan, mulai dari observasi lapangan hingga monitoring dan evaluasi.
Tahap observasi dilakukan untuk memahami kondisi masyarakat, potensi UMKM, persoalan lingkungan, kebutuhan pendidikan anak, serta potensi tanaman obat di Kelurahan Babakan. Informasi yang diperoleh menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menyusun kegiatan yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Setelah observasi, mahasiswa melakukan perencanaan program dengan mempertimbangkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Perencanaan juga diarahkan agar kegiatan dapat dilaksanakan secara realistis dan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah kelurahan serta masyarakat.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan program melalui pendampingan, edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Setiap kegiatan memiliki pendekatan berbeda sesuai sasaran dan tujuannya.
Pendampingan digitalisasi UMKM, misalnya, berfokus pada pengenalan penggunaan teknologi. Edukasi pengelolaan sampah menggabungkan penjelasan dan praktik pemilahan, sedangkan pembuatan gelang manik-manik diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif bagi anak-anak.
Sementara itu, edukasi tanaman obat menekankan pengenalan jenis dan manfaat tanaman, sedangkan senam pagi sebagai kegiatan tambahan dapat dilakukan melalui aktivitas fisik bersama yang disesuaikan dengan kondisi peserta.
Setelah pelaksanaan, monitoring dan evaluasi direncanakan untuk melihat perkembangan kegiatan serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki. Evaluasi juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan telah dipahami oleh peserta dan apakah fasilitas yang disediakan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan.
Pendekatan ini diharapkan membantu mahasiswa melihat program secara lebih menyeluruh. Dengan melakukan evaluasi, kegiatan KKN tidak hanya dinilai dari terlaksananya agenda, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dan potensi manfaat yang dapat dipertahankan.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Mendorong Kemandirian
KKN Internal Kelompok 18 dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, termasuk ketua kelompok M Syah Zidan Fadhlurrahman, dengan bimbingan Fahrul Razi, S.Kom., M.Kom.
Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghubungkan proses pembelajaran akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyusun rencana, dan melaksanakan kegiatan yang memiliki manfaat bagi lingkungan sosial.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan program. Keterlibatan warga dapat membantu mahasiswa memahami situasi setempat, menyesuaikan bentuk kegiatan, serta mengenali peluang pengembangan yang mungkin belum terlihat pada tahap perencanaan.
Kolaborasi yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak kelurahan diharapkan dapat menciptakan suasana pelaksanaan program yang lebih terbuka. Dengan komunikasi dan koordinasi yang tepat, kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat.
Program pemberdayaan juga perlu memperhatikan keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Pengetahuan dan keterampilan yang diperkenalkan akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat memiliki kesempatan untuk menerapkannya kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keberlanjutan menjadi salah satu perhatian dalam proposal Kelompok 18. Program tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan selama lima minggu sesuai jadwal yang direncanakan, tetapi juga mencakup rencana tindak lanjut untuk menjaga manfaat program.
Dalam proposal, Kelompok 18 mencantumkan sejumlah langkah tindak lanjut yang diarahkan untuk mendukung keberlanjutan program, terutama dalam pengembangan UMKM.
Salah satu rencana tersebut adalah pembentukan kelompok pengelola UMKM di Kelurahan Babakan. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi sarana koordinasi dan komunikasi bagi pelaku usaha untuk membahas kebutuhan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.
Proposal juga mencantumkan penyediaan modul pelatihan digital marketing sebagai salah satu upaya mendukung pembelajaran yang berkelanjutan. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi masyarakat ketika ingin mempelajari kembali materi yang telah diberikan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kelurahan direncanakan untuk membantu mendukung pelaksanaan program dan tindak lanjutnya. Dukungan dari pihak setempat dapat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga agar kegiatan yang telah diperkenalkan tetap memiliki peluang untuk dikembangkan.
Untuk program lingkungan, keberlanjutan dapat didukung melalui pemeliharaan fasilitas edukasi dan pembiasaan pemilahan sampah. Sementara itu, kegiatan kreatif anak-anak dan pengenalan tanaman obat dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menyelenggarakan aktivitas edukasi serupa sesuai kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.
Adapun kegiatan senam pagi, apabila telah disepakati dan dilaksanakan, berpotensi menjadi aktivitas kebersamaan yang dapat diadakan kembali pada kesempatan lain. Pelaksanaannya tentu perlu menyesuaikan jadwal, kondisi peserta, dan kesediaan pihak yang terlibat.
Seluruh upaya tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses yang berkesinambungan. Kegiatan yang berlangsung dalam waktu terbatas dapat menjadi titik awal, tetapi manfaat jangka panjang memerlukan keterlibatan masyarakat dan dukungan pihak terkait.
Harapan terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat
Melalui program KKN Internal Kelompok 18, mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan potensi masyarakat Kelurahan Babakan. Program yang dirancang berupaya menghubungkan pemanfaatan teknologi, kepedulian lingkungan, pendidikan, kreativitas, dan kesehatan dalam satu rangkaian pengabdian masyarakat.
Di bidang ekonomi, pendampingan digitalisasi UMKM diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai penggunaan QRIS dan Google Maps. Pada bidang lingkungan, edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi *eco enzyme*, serta pembuatan papan edukasi diharapkan dapat memperkuat pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah.
Pada bidang pendidikan, kegiatan “Sore Asyik Belajar dan Berkarya” diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan semangat belajar. Sementara itu, edukasi tanaman obat diharapkan menambah pengetahuan masyarakat mengenai potensi tanaman yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Senam pagi sebagai kegiatan pendukung diharapkan dapat melengkapi rangkaian program dengan mendorong aktivitas fisik dan mempererat interaksi sosial. Kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkenalkan pentingnya pola hidup sehat.
Secara keseluruhan, program KKN ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal. Keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya bergantung pada perencanaan mahasiswa, tetapi juga pada partisipasi warga, koordinasi dengan pihak setempat, serta tindak lanjut setelah kegiatan selesai.
Dengan perencanaan yang sesuai kebutuhan dan pelaksanaan yang melibatkan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi warga untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, dan mengembangkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan proses yang berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian yang terarah, Kelompok 18 berharap dapat menjadi bagian dari upaya tersebut serta mendorong pengembangan Kelurahan Babakan yang lebih kreatif, peduli lingkungan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memperhatikan kesehatan masyarakat.
