Konten dari Pengguna

Budaya Tinggal Terpisah dari Orang Tua di Usia 18 Tahun, Baik atau Tidak?

Annisa Dewi Anggraeni
Mahasiswi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga.
6 Juni 2023 16:16 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Annisa Dewi Anggraeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wanita Yang Berkonsentrasi Membawa Tumpukan Kardus Untuk Relokasi. Foto: Andrea Piacquadio/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Wanita Yang Berkonsentrasi Membawa Tumpukan Kardus Untuk Relokasi. Foto: Andrea Piacquadio/Pexels
ADVERTISEMENT
Seseorang dianggap dewasa saat mereka telah memasuki usia 18 tahun. Di Amerika, terdapat budaya unik dimana anak yang telah memasuki usia 18 tahun memiliki kebebasan untuk menentukan keputusan apakah mereka tetap ingin tinggal bersama orang tua mereka atau mencoba untuk hidup mandiri. Namun faktanya, sebelum tahun 1970, para remaja tidak dapat dengan mudahnya memutuskan untuk hidup terpisah dari orang tua mereka. Budaya ini dimulai pada tahun 1960, ketika para remaja akhirnya pindah dari rumah orang tua mereka dan menunda pernikahan. Faktanya, sebelum tahun 1960 sebagian besar keluarga di Amerika menerapkan rumah dengan multi-generasi seperti negara lain. Pada saat itu, ilegal bagi orang yang belum menikah untuk hidup sendiri, hal ini dikarenakan para pemimpin ingin setiap orang menjadi bagian dari keluarga sehingga setiap warga negara setidaknya memiliki satu warga negara lain yang menjaga mereka. Menurut hasil survei yang diselenggarakan oleh Pew Research Center pada tahun 2021, banyak dari remaja Amerika yang menganggap bahwa seorang anak yang telah memasuki usia dewasa dan memutuskan untuk tetap tinggal bersama orang tua merupakan hal yang buruk. Terdapat sebuah stigma bahwa tinggal bersama orang tua disaat seorang anak telah memasuki usia dewasa merupakan sebuah kegagalan dalam proses pendewasaan. Hal ini dikarenakan seseorang yang telah memutuskan untuk hidup sendiri dianggap sebagai anak dengan keuangan yang stabil dan tidak lagi bergantung kepada orang tua mereka.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh para anak dengan memilih pergi dari rumah orang tua dan memilih untuk tinggal terpisah. Salah satunya adalah anak bisa berlatih untuk menjadi mandiri. Ketika anak tinggal sendiri tanpa adanya orang tua, maka mereka harus bisa mengurus semua kebutuhannya sendiri. Mulai dari makan, membersihkan rumah, hingga mencuci baju. Anak dituntut untuk dapat lepas dan tidak lagi bergantung pada orang tua, dengan mengurus sendiri segala kebutuhan rumah tangga sehingga dapat membentuk karakter mandiri dalam diri mereka. Selain mengasah kemandirian, budaya ini juga dapat melatih anak dalam mengambil keputusan. Seperti yang kita ketahui bahwa masih banyak anak yang belum dapat mempertimbangkan sebuah keputusan, mereka masih bergantung pada orang tua untuk dapat menentukan sebuah keputusan. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya rasa percaya pada dirinya sendiri dan rasa takut akan resiko yang mungkin terjadi. Padahal, usia 18 tahun merupakan usia dimana anak sudah mulai beranjak dewasa yang diharapkan untuk dapat mengambil keputusan sendiri. Saat anak tinggal sendiri, mereka akan belajar untuk dapat mengambil keputusan sendiri. Dimulai dari hal kecil seperti memutuskan merek deterjen yang akan digunakan untuk mencuci baju, menentukan tata ruang tempat tinggal yang dapat membuatnya nyaman, atau sekedar memilih menu makanan sehari-hari. Selain dari dua keuntungan yang telah disebutkan di atas, masih ada keuntungan-keuntungan lain yang didapatkan ketika anak pergi dari rumah orang tua dan tinggal sendiri. Di antaranya, memiliki ruang pribadi yang lebih terjaga, membentuk rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa budaya meninggalkan rumah orang tua dan tinggal sendiri di usia 18 tahun memiliki banyak keuntungan, namun juga ada kontra untuk hal ini. Hal-hal yang mungkin dapat menyulitkan anak ketika mereka tinggal sendiri di saat usianya belum cukup matang seperti kesusahan dalam mengatur keuangan, merasa kesepian, dan kurangnya pengawasan dari orang tua yang mungkin berakibat buruk. Saat anak tinggal sendiri, maka mereka juga harus bisa menata keuangan mereka sendiri. Memisahkan biaya untuk makan, tagihan listrik, air, atau tempat tinggal, dan kebutuhan lain yang bersifat primer maupun sekunder. Ketika hal itu terjadi, mereka akan menyadari bahwa mengatur finansial adalah hal yang sukar jika kita tidak pandai membuat pertimbangan. Namun seiring berjalannya waktu, mereka akan dapat beradaptasi dengan hal tersebut dan terlatih untuk dapat mengatur finansialnya sendiri. Pada awal kepindahan mereka mungkin merasa bebas karena tidak harus selalu berada di bawah kendali dan pengawasan orang tua. Meski begitu, lambat laun anak juga dapat merasakan kesepian. Ada hari-hari dimana mereka mungkin merindukan suasana rumah di saat dia dikelilingi oleh keberadaan orang tua atau keluarga lainnya. Hal ini akan semakin terasa ketika anak mengalami hal-hal sulit yang sebelumnya belum pernah mereka hadapi sendiri. Oleh karena itu, komunikasi dengan orang tua tetap menjadi hal yang penting untuk dilakukan meskipun anak tinggal terpisah dari mereka. Tanpa peran dan pengawasan dari orang tua, anak mungkin dapat mengambil keputusan yang salah dan berakibat fatal. Saat mereka tinggal terpisah dengan orang tua, mereka cenderung merasa memiliki kebebasan untuk melakukan segala sesuatu tanpa harus mendapatkan omelan dari orang tua. Padahal hal tersebut mungkin saja merupakan suatu hal yang salah dan berdampak buruk bagi kehidupan mereka. Maka dari itu, anak tidak bisa benar-benar terlepas dari orang tua. Meskipun mereka tidak tinggal bersama, anak tetap membutuhkan peran orang tua baik untuk memberikan masukan ataupun hanya sekedar mendengarkan mereka bercerita.
ADVERTISEMENT
Keputusan untuk memulai hidup sendiri dan berpisah dari orang tua merupakan keputusan yang baik karena dianggap dapat melatih anak untuk menjadi lebih mandiri dan menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Selain itu, mereka dapat memiliki ruang lebih untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan ketika memutuskan untuk tinggal secara mandiri. Namun, hal ini tentu harus tetap dibarengi dengan komunikasi yang baik dengan orang tua karena bagaimanapun juga, peran orang tua masih dibutuhkan oleh anak berusia 18 tahun yang masih berpetualang menuju kedewasaan. Jadi, meski anak tinggal secara terpisah, orang tua tetap harus memastikan kondisi dan apa yang mereka lakukan tetap baik.