Konten dari Pengguna

Sampah di Ruang Publik: Masalah Kecil yang Berdampak Besar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anniza Abdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi: Anniza Abdi, Mahasiswa Hukum Tatanegara, UIN Alauddin Makassar
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi: Anniza Abdi, Mahasiswa Hukum Tatanegara, UIN Alauddin Makassar

Sampah di Ruang Publik dan Dampaknya bagi Kota Makassar

Sampah di ruang publik menjadi salah satu persoalan kebersihan yang memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di perkotaan. Jalan raya, taman kota, jalur pejalan kaki, dan area kampus merupakan ruang yang digunakan banyak orang setiap hari. Sayangnya, kenyamanan tersebut kerap terganggu ketika sampah dibiarkan berserakan setelah digunakan.

Kebiasaan membuang atau mengabaikan sampah sembarangan terkadang dianggap sebagai masalah kecil. Sebagian pihak mungkin merasa bahwa satu bungkus makanan atau satu cup plastik tidak akan memberikan dampak yang berarti. Padahal, jika perbuatan tersebut dibiasakan oleh khalayak luas, tumpukan sampah yang tadinya remeh akan menumpuk dan mencemari estetika lingkungan sekitar.

Di Makassar, isu mengenai sampah menjadi masalah yang memerlukan perhatian bersama. Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku pada Juli 2025, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar mengungkapkan bahwa volume sampah yang dihasilkan di kota ini mencapai sekitar 800 hingga 1.000 ton setiap harinya. Meskipun demikian, volume harian yang masif tersebut sebagian besar disumbang oleh aktivitas domestik rumah tangga serta kawasan komersial, bukan berarti seluruhnya bersumber dari sampah yang berserakan di ruang publik. Data ini menggambarkan betapa besar tantangan dalam pengelolaan sampah yang dialami oleh kota ini. Namun, volume sampah yang ada tidak sepenuhnya disebabkan oleh ruang publik atau pembuangan sembarangan.

Dampak Sampah Terhadap Kebersihan dan Kenyamanan

Sampah yang tercecer di ruang publik tidak hanya mengurangi estetika lingkungan, tetapi juga bisa memicu masalah lain. Sampah yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan bau yang tidak sedap, mengganggu aktivitas warga, dan mencemari lingkungan sekitar. Ketika terjebak dalam saluran drainase, sampah juga bisa menghalangi aliran air. Meskipun dampaknya mungkin tidak segera terlihat, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali dapat memperburuk masalah kebersihan.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan

Masalah ini tidak seharusnya sepenuhnya ditujukan kepada petugas kebersihan. Petugas memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, tetapi upaya tersebut akan lebih efektif apabila masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam merawat lingkungan. Membawa sampah ke tong sampah, tidak meninggalkan kemasan setelah beraktivitas, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Tanggung Jawab Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah

Di sisi lain, pemerintah juga berkewajiban untuk mendukung kebersihan di ruang publik dengan menyediakan fasilitas yang memadai, mengatur pengangkutan sampah secara rutin, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Tempat sampah yang mudah diakses dan sistem pengelolaan yang baik dapat memfasilitasi masyarakat untuk membuang sampah dengan benar. Oleh karena itu, perubahan perilaku masyarakat harus berjalan bersamaan dengan penyediaan layanan kebersihan yang memadai.

Menjaga Ruang Publik sebagai Tanggung Jawab Bersama

Menjaga kebersihan sebuah kota pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan seberapa rutin petugas membersihkan jalan atau area publik. Faktor penting lainnya adalah sikap masyarakat terhadap ruang yang digunakan bersama. Ruang publik bukanlah kepunyaan individu, sehingga kewajiban untuk merawatnya tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

Kebersihan Makassar tidak hanya bergantung pada aktivitas pembersihan yang dilakukan sesekali, tetapi juga pada rutinitas harian yang dilakukan secara terus-menerus. Tidak membuang sampah setelah beraktivitas mungkin tampak sebagai tindakan yang sepele. Namun, jika dilakukan oleh banyak individu, kebiasaan ini dapat menjadi elemen krusial dalam upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, nyaman, dan sehat.