Konten dari Pengguna

Pengabdian UM Perkuat Pemberdayaan Ibu Muslimat NU Lewat Edukasi Kesehatan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ANTONIUS YORDAN KRISTIAWAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengabdian UM melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat pemberdayaan ibu melalui berbagai program berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam program Pemberdayaan Ibu Muslimat NU dalam Pengembangan Kampung Batik Inklusif Berbasis Pembelajaran Kontekstual untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal di Lingkungan Selorejo, Kelurahan Nglegok, Kabupaten Blitar. Program ini tidak hanya berfokus pada penguatan keterampilan membatik dan ekonomi kreatif, tetapi juga menghadirkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang bersama mitra Ibu Muslimat NU pada pelaksanaan program Pemberdayaan Ibu Muslimat NU dalam Pengembangan Kampung Batik Inklusif Berbasis Pembelajaran Kontekstual untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal di Lingkungan Selorejo, Kelurahan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang bersama mitra Ibu Muslimat NU pada pelaksanaan program Pemberdayaan Ibu Muslimat NU dalam Pengembangan Kampung Batik Inklusif Berbasis Pembelajaran Kontekstual untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal di Lingkungan Selorejo, Kelurahan Nglegok, Kabupaten Blitar. Dok. Istimewa.

Pelaksanaan program melibatkan dosen dari berbagai bidang keahlian untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain mendampingi pengembangan Kampung Batik Inklusif melalui penguatan keterampilan membatik dan penggunaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, tim pengabdian juga memberikan edukasi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (25/7) adalah edukasi kesehatan reproduksi bagi ibu-ibu Muslimat dan penyandang disabilitas. Pada sesi ini, Zumroh Hasanah, S.Keb., Bd., M.Kes., dosen Kebidanan Universitas Negeri Malang yang memiliki kepakaran di bidang kesehatan ibu dan anak, memberikan pemahaman mengenai perubahan sistem reproduksi perempuan pada masa lanjut usia. Sejak kegiatan dimulai, peserta tampak mengikuti setiap penjelasan dengan penuh perhatian. Suasana diskusi pun berlangsung hangat karena materi yang disampaikan berkaitan erat dengan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Zumroh Hasanah, S.Keb., Bd., M.Kes. menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi kepada ibu-ibu Muslimat dan penyandang disabilitas sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang. Dok. Istimewa.

Dalam pemaparannya, Zumroh Hasanah menjelaskan struktur dan fungsi organ reproduksi perempuan, tahapan perjalanan menopause, serta perbedaan perubahan sistem reproduksi yang dialami perempuan dan laki-laki seiring bertambahnya usia. Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pengaruh perubahan hormon terhadap kondisi emosional perempuan selama masa menopause. Materi disampaikan secara sederhana dengan memadukan Bahasa Indonesia dan bahasa Jawa krama sehingga lebih mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Materi mengenai tahapan perjalanan menopause disampaikan menggunakan media presentasi interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami perubahan biologis yang terjadi pada perempuan. Dok. Istimewa.

Penyampaian materi yang komunikatif membuat suasana edukasi berlangsung aktif. Di sela-sela kegiatan, peserta tidak hanya menyimak paparan narasumber, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai perubahan fisik maupun emosional yang mereka alami. Beberapa peserta bahkan saling berbagi pengalaman ketika memasuki masa menopause sehingga diskusi berkembang menjadi ruang belajar bersama yang penuh keakraban. Pendekatan yang menggunakan bahasa sehari-hari membuat materi kesehatan yang semula dianggap cukup kompleks menjadi lebih mudah dipahami.

Edukasi kesehatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendekatan pembelajaran kontekstual yang diusung dalam program pengabdian. Melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tim pengabdian tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan membatik sebagai penguatan ekonomi kreatif lokal, tetapi juga memperkuat literasi kesehatan masyarakat sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas hidup. Sinergi antara aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Kampung Batik Inklusif yang tidak hanya produktif, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan seluruh anggotanya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Negeri Malang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi lintas bidang keilmuan yang diterapkan dalam program menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dilaksanakan secara terpadu. Dengan demikian, program Pemberdayaan Ibu Muslimat NU dalam Pengembangan Kampung Batik Inklusif Berbasis Pembelajaran Kontekstual untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal diharapkan tidak hanya mendorong berkembangnya potensi ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, inklusivitas, dan pembelajaran sepanjang hayat.