Konten dari Pengguna

Perspektif Global South dalam Hubungan Internasional: Menantang Hegemoni Barat

Adi Anugrah A

Adi Anugrah A

Master's student in International Law at Universitas Padjadjaran.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adi Anugrah A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : AI
zoom-in-whitePerbesar
sumber : AI

Dalam dunia yang didominasi oleh perspektif Barat, munculnya Global South sebagai sebuah pendekatan baru dalam studi Hubungan Internasional (HI) menawarkan pandangan yang lebih inklusif dan adil. Global South menantang hegemoni Barat dan memperjuangkan representasi yang lebih seimbang dalam kajian internasional, terutama untuk negara-negara yang pernah menjadi korban kolonialisme dan imperialisme.

Dominasi Hegemoni Barat dalam Studi Hubungan Internasional

Studi Hubungan Internasional pertama kali muncul di Eropa pada tahun 1919, dengan tujuan mulia untuk mencegah perang di masa depan. Namun, perkembangan kajian ini tidak lepas dari pengaruh besar negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang membawa pandangan liberal dalam pengembangan teorinya. Hal ini menyebabkan studi HI bersifat "western-centric", yang mencerminkan pandangan dunia Barat lebih dominan dibandingkan dengan perspektif non-Barat.

Kesenjangan dalam Studi Hubungan Internasional

  • Dominasi Perspektif Barat: Sebagian besar literatur HI bersumber dari ilmuwan Barat, yang menyebabkan teori-teori ini cenderung tidak universal. Perspektif dari negara-negara non-Barat seringkali terabaikan, sehingga mereka tidak memiliki peran dalam proses teorisasi.

  • Kritik terhadap Teori Eurocentric: Teori-teori HI yang berkembang di Barat sering dianggap gagal karena tidak memberikan ruang untuk suara-suara dari masyarakat yang terjajah atau tertindas. Hegemoni pemikiran Barat dalam studi HI juga terlihat dalam bagaimana teori-teori ini digunakan untuk mempertahankan kekuasaan negara adidaya seperti Amerika Serikat.

Munculnya Global South sebagai Pendekatan Alternatif

Global South bukanlah sekedar terminologi geografis, tetapi sebuah proyek politik yang bertujuan untuk mewujudkan studi HI yang lebih adil dan mengglobal. Istilah ini mengacu pada negara-negara yang pernah menjadi korban kolonialisme dan imperialisme, yang kebanyakan berada di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

  • Kesamaan Politik dan Ekonomi: Negara-negara Global South sering berbagi pengalaman sebagai bekas koloni dan menghadapi tantangan ekonomi yang serupa. Mereka juga cenderung memiliki harapan hidup yang lebih rendah dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Global North.

  • Tantangan dan Peluang: Salah satu tantangan terbesar dalam mengembangkan perspektif Global South adalah fragmentasi dan dominasi pengetahuan Barat. Namun, dengan semakin banyaknya ilmuwan dari Global South yang menghasilkan dan mempublikasikan karya-karya mereka, ada peluang untuk memperkuat suara non-Barat dalam studi HI.

Peran Poskolonialisme dalam Memperkuat Perspektif Global South

Poskolonialisme dalam konteks HI bukan hanya sekedar kondisi setelah berakhirnya kolonialisme, tetapi juga sebagai perangkat kritis yang menentang dominasi Barat dalam pembentukan pengetahuan. Ini adalah upaya untuk menciptakan dunia yang lebih adil, damai, dan beragam secara politik, dengan menghormati perspektif dari berbagai budaya dan latar belakang.

  • Pengaruh Kolonialisme: Sebagian besar negara-negara di Global South pernah menjadi korban kolonialisme, yang berdampak panjang terhadap kondisi politik, ekonomi, dan sosial mereka saat ini.

  • Dominasi Publikasi Barat: Ilmuwan dari Global South sering kali kesulitan dalam mempublikasikan karya mereka di jurnal internasional yang didominasi oleh ilmuwan Barat, yang menyebabkan kurangnya representasi mereka dalam literatur HI.

Kesimpulan

Mengintegrasikan perspektif Global South dalam studi Hubungan Internasional bukanlah tugas yang mudah, tetapi sangat penting untuk menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif dan adil tentang dinamika global. Dengan demikian, studi HI dapat lebih mencerminkan keragaman pengalaman manusia di seluruh dunia, bukan hanya pandangan dari negara-negara kuat di Barat.

Referensi

Lina Benabdallah, C. M.-z. (2017). Global South Perspectives on International Relations Theory. Dalam R. w. Stephen McGlinchey, International Relations Theory.

Mas’oed. M., Sugiono, M., & Hakim, L. (2021). “The Global South : Refleksi dan Visi Hubungan Internasional”. Gadjah Mada University Press.

Rosyidin, M., & Maksum, A.(2019) .“100 Tahun Hubungan Internasional”. The Phinisi Press

embed from external kumparan