Aksi Lingkungan dan Edukasi Sampah Bersama Sirsak & Trash Ranger di CFD

Penulis, Direktur Pers Komunitas Trash Ranger Indonesia dan Sarjana Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dimas Rahmat Naufal Wardhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

CFD kemarin aksi lingkungan bareng sekelompok anak muda bergerak dengan membawa kantong sampah. Mereka adalah relawan dari Trash Ranger Indonesia dan masyarakat umum, yang hari itu berkolaborasi dengan Sirsak (Sirkular Sampah Kemasan).
Sirsak dikenal sebagai pelaku industri yang berfokus pada pengelolaan sampah kemasan. Mengusung tagline "Sirsak Jaga Bumi," memadukan aktivitas fisik dengan edukasi pengelolaan sampah.
Selama satu jam, para peserta diajak melakukan aski lingkungan cleanup plogging sebagai aktivitas berlari atau berjalan kaki sambil memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute.
Dalam kegiatan kali ini, fokus mereka bergerak ke ranah publik. Tujuannya untuk mengajak masyarakat umum, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap isu persampahan yang kian mendesak.
Aksi plogging berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta yang terbagi ke dalam beberapa kelompok bergerak menyusuri area CFD, memungut berbagai jenis sampah yang berserakan. Dari botol plastik, kemasan sachet, hingga kertas karton, semuanya dikumpulkan dan dipilah.
Hasilnya pun terukur. Berdasarkan data yang dihimpun dari masing-masing kelompok, total sampah residu yang berhasil dikumpulkan dalam aksi tersebut mencapai 11,69 kilogram.
Kelompok 2 tercatat sebagai penyumbang sampah terbanyak dengan total 6,52 kilogram. Sementara itu, kelompok lain juga menunjukkan partisipasi aktif, seperti Kelompok 7 yang berhasil mengumpulkan 2,1 kilogram dan 2,086 kilogram, Kelompok 10 dengan 0,58 kilogram, Kelompok 7 dengan 0,77 kilogram, serta Kelompok 4 yang mengumpulkan 0,18 kilogram.
Angka 11,69 kilogram tersebut bukan hanya sekadar angka. Ia merepresentasikan bahwa masih banyak sampah kemasan yang terlepas dari pengelolaan yang semestinya di ruang publik, khususnya di area yang seharusnya menjadi sarana rekreasi warga.
Mengenal SirCle RVM: Dari Sampah Menjadi Poin
Setelah aksi plogging selesai, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah dan pengenalan aktivasi SirCle RVM (Recycle Vending Machine).
Mesin ini menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat untuk mendaur ulang sampah kemasan dengan cara yang lebih praktis dan bernilai.
CEO & Co-founder Sirsak, Angeline Callista, turut hadir dan menjelaskan secara langsung mengenai mesin tersebut. SirCle RVM menerima beberapa jenis kemasan, di antaranya PET, gelas plastik, plastik sachet, tetra/karton, serta kaleng.
Tata cara penggunaannya cukup sederhana. Peserta atau masyarakat umum diminta menyiapkan sampah kemasan yang sudah dalam keadaan kering, bersih, dan kosong.
Sampah kemasan kemudian dimasukkan ke dalam mesin satu per satu. Setelah itu, pengguna dapat mengunduh aplikasi Sirsak melalui QR Code yang tersedia di samping mesin untuk mengklaim poin.
Pada akhir prosesnya, sampah kemasan yang telah dikumpulkan akan didaur ulang secara terpusat.
Antusiasme terlihat saat mencoba mengoperasikan mesin tersebut. Edukasi ini memberikan pemahaman baru bahwa sampah kemasan yang sering dianggap remeh ternyata memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
Pesan untuk Warga Jakarta
Head of Partnership Sirsak, Bayu Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan cleanup ini adalah untuk memberikan contoh kepada warga Jakarta yang tengah menikmati Car Free Day.
Melalui aksi nyata di lapangan, ia berharap masyarakat dapat lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Saat ini masih ditemukan banyak sampah kemasan yang berserakan di area CFD Jakarta.
Kehadiran Trash Ranger Indonesia dan Sirsak di tengah keramaian pagi itu menjadi pengingat visual bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.
Aksi kolaborasi ini menutup rangkaian pagi dengan sebuah pesan yang jelas. Bahwa perubahan perilaku terhadap sampah dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti memungut sampah di sekitar saat berolahraga, memilah kemasan dengan benar, hingga memanfaatkan teknologi daur ulang yang kini semakin mudah diakses oleh publik.
