Konten dari Pengguna

KKM Untirta 21 Tingkatkan UMKM Desa Margagiri melalui Workshop Digital Marketing

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dimas Rahmat Naufal Wardhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKM Untirta Kelompok 21 Pelatihan Workshop Branding UMKM Digital di Desa Margagiri (Dok. KKM Untirta Kelompok 21)
zoom-in-whitePerbesar
KKM Untirta Kelompok 21 Pelatihan Workshop Branding UMKM Digital di Desa Margagiri (Dok. KKM Untirta Kelompok 21)

Kehadiran mahasiswa dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 21 berhasil menghidupkan ruangan lewat sebuah workshop edukatif bertajuk “Penguatan Kapasitas UMKM Melalui Branding dan Pemasaran Digital”.

Bertempat di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Pada Sabtu, 18 Juli 2026 lalu, suasana di Aula Kantor Desa Margagiri mendadak berubah menjadi sangat hangat dan penuh antusiasme.

Hari itu bukan sekadar hari Sabtu biasa bagi warga setempat, melainkan momen istimewa di mana para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dengan semangat membara.

Jujur saja, melihat kepedulian para mahasiswa tersebut. Rhizy, sosok yang mengomandoi kegiatan ini sebagai Ketua Pelaksana, sempat menyampaikan betapa pentingnya peran pengabdian ini bagi perkembangan desa.

Bagi Rhizy dan kawan-kawannya di Kelompok 21, program KKM bukan sekadar formalitas pengisian nilai di bangku perkuliahan, melainkan wujud pengabdian tulus kepada masyarakat.

Mereka prihatin melihat potensi besar produk lokal Desa Margagiri yang belum banyak dikenal luas. Oleh karena itu, mereka tergerak membantu para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas usahanya.

Harapannya sangat sederhana namun mendalam: usaha warga tidak hanya jago di kandang sendiri, tetapi juga tangguh menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen modern secara berkelanjutan.

Cerita semakin menarik ketika sesi materi dimulai. Mahasiswa menghadirkan tiga narasumber hebat yang menyampaikan materi secara berkesinambungan dan saling melengkapi.

Sesi pertama dibuka oleh Hylman Jatmiko Nur Wicaksana, S.E., M.M., yang mengupas tuntas topik “Membangun Branding dan Visual Produk UMKM”. Pak Hylman membagikan pandangan yang membuka mata semua orang di ruangan itu.

Beliau menekankan bahwa branding itu bukan sebatas membuat logo atau bungkus kemasan yang indah, melainkan identitas mendasar yang membedakan produk dari pesaing sekaligus membentuk kepercayaan konsumen.

Peserta pun diajak langsung mempraktikkan hal-hal krusial, mulai dari menentukan nama usaha yang unik, merancang skema warna dan kemasan, hingga belajar trik fotografi produk yang estetik hanya dengan mengandalkan kamera telepon genggam di tangan.

Setelah urusan visual rampung, narasumber kedua, Zulfikar Fauzi, S.E., M.M., menyambung suasana dengan topik pemasaran digital yang sangat relevan. Pak Zulfikar mengingatkan bahwa di zaman sekarang, calon pembeli sudah sangat terbiasa mencari barang dan berbelanja lewat layar ponsel pintar.

Kalau produknya bagus tapi tidak hadir di dunia maya, tentu sangat disayangkan. Karena itulah, beliau mengarahkan warga untuk memanfaatkan WhatsApp Business dan media sosial sebagai etalase digital yang praktis.

Hebatnya, teman-teman mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 21 tidak tinggal diam begitu saja. Mereka langsung turun tangan mendampingi para ibu dan bapak pemilik UMKM secara personal.

Mulai dari menyusun profil bisnis, membuat katalog produk yang rapi, hingga mengajari cara merangkai kalimat promosi atau caption yang komunikatif dan menarik minat pembeli.

Lalu, bagaimana dengan urusan dapur keuangan usaha? Di sinilah narasumber ketiga, Willy Nurhayadi, S.E., M.Ak., masuk membawakan materi yang tak kalah vital: pengelolaan keuangan dan pemahaman dasar perpajakan.

Pak Willy mengingatkan satu rahasia penting bahwa fondasi usaha yang sehat selalu berawal dari pencatatan kas yang tertib. Beliau mengajak warga membuang kebiasaan lama yang sering mencampuradukkan uang belanja rumah tangga dengan modal bisnis.

Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara memisahkan kas pribadi dan bisnis, mencatat pemasukan serta pengeluaran harian, menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dengan akurat, menentukan harga jual yang pas, serta memahami kewajiban perpajakan UMKM secara sederhana namun tepat sasaran.

Sepanjang workshop berlangsung, suasana aula terasa begitu hidup dengan gelak tawa dan diskusi interaktif. Banyak sekali pertanyaan polos namun kritis yang diajukan para pelaku UMKM, membuat sesi praktik berjalan penuh kehangatan serta kekeluargaan.

Melalui langkah nyata dan dedikasi dari KKM UNTIRTA Kelompok 21 ini, terbesit harapan besar agar UMKM di Desa Margagiri dapat tumbuh semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Bukankah cerita pengabdian seperti ini selalu berhasil menghangatkan hati kita? Semoga semangat warga Margagiri ini terus berkobar untuk menunjang masa depan perekonomian lokal yang lebih sejahtera dan mandiri.