Konten dari Pengguna

Gaya Kepemimpinan Erick Tohir Dalam Membenahi Kementerian BUMN

Yuniarti Apita

Yuniarti Apita

Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yuniarti Apita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: instagram.com/erickthohir
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: instagram.com/erickthohir

Erick Thohir merupakan salah satu sosok pemimpin yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri BUMN ke-9 pada Kabinet Indonesia Maju. Setelah menjadi Menteri BUMN, berbagai gebrakan yang dikeluarkan dalam kepemimpinan Erick Thohir menjadi sorotan publik dan menuai banyak pujian.

Beberapa gebrakan yang dikeluarkan oleh Erick Thohir sebagai Menteri BUMN tersebut, didasarkan atas lima hal prioritas yang nantinya jika dijalankan dengan baik akan menjadi suatu pilar yang kuat. Lima hal prioritas tersebut, terdiri atas nilai sosial dan ekonomi untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan bakat.

Lebih jauh lagi, terdapat beberapa program atau kebijakan yang telah dilakukan oleh Erick Thohir untuk membenahi BUMN, salah satunya adalah mengubah struktur organisasi BUMN. Dalam mengubah struktur BUMN, beliau telah memindahkan tujuh pejabat eselon Kementerian BUMN menjadi petinggi BUMN yang setara dengan Direktur Utama ataupun Wakil Direktur Utama.

Erick Thohir juga melakukan pemangkasan pada tujuh posisi jabatan pada eselon I menjadi tiga posisi saja. Selain itu, Erick Thohir juga merampingkan jumlah perusahaan BUMN yang semula berjumlah 142 menjadi 107 perusahaan. Bahkan, Erick Thohir juga berencana akan memangkas lagi jumlah perusahaan BUMN menjadi 80.

Selanjutnya, Erick Thohir juga mengubah konsep super holding BUMN yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Rini Soemarno menjadi subholding. Alasannya adalah karena pemerintah menginginkan perusahaan yang ada pada BUMN dijadikan perusahaan yang modern dan relevan sesuai dengan perkembangan (Jevera, 2020). Konsep subholding ini sendiri dilaksanakan dengan mengklasifikasikan perusahaan BUMN sesuai dengan fokus kegiatan usahanya masing – masing (Waoma, 2020).

Erick Thohir selaku Menteri BUMN juga menyatakan, bahwa dibentuknya anak, cucu, dan cicit usaha harus memiliki alasan yang jelas. Jika tidak memiliki alasan yang jelas, maka akan dihentikan pembentukan anak usaha tersebut. Hal tersebut dikarenakan oknum – oknum yang ada pada anak, cucu, ataupun cicit usaha ditakutkan akan mengganggu perusahaan BUMN yang sehat.

Dari kebijakan atau program yang telah disebutkan sebelumnya, dapat kita amati bahwa gaya atau tipe kepemimpinan yang digunakan oleh Erick Thohir adalah sebagai berikut:

Kepemimpinan Transformasional

Tipe atau gaya kepemimpinan transformasional merupakan tipe kepemimpinan yang memiliki kemampuan untuk membawa berbagai macam perubahan yang besar terhadap individu ataupun perbaikan organisasi melalui inovasi, meninjau kembali struktur, proses, dan nilai organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (Purnomo & Saragih, 2016).

Dalam hal ini, Erick Thohir merupakan tipe kepemimpinan transformasional karena beliau telah melakukan perubahan melalui kebijakan mengubah struktur organisasi di BUMN, mengubah konsep super holding BUMN menjadi subholding, dan menghentikan pembentukan anak usaha BUMN yang tidak jelas. Hal tersebut, ditunjukan untuk merampingkan BUMN agar dapat bekerja secara optimal dan efisien.

Kepemimpinan Visioner

Kepemimpinan visioner adalah suatu pola kepemimpinan yang bertujuan memberi arti pada pekerjaan dan upaya yang harus dilakukan bersama oleh anggota perusahaan dalam memberi arah dan makna pada pekerjaan dan upaya yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas (Suprayitno dalam Diana, 2017).

Dalam hal ini, Erick Thohir termasuk dalam kepemimpinan visioner yang dapat dilihat dari lima prioritas yaitu nilai sosial dan ekonomi, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan bakat. Lima hal prioritas ini dibuat untuk dilaksanakan dalam lima tahun ke depan dan akan dijadikan pedoman dalam mengarahkan tujuan BUMN yang telah ditetapkan.

Referensi

BUMN Info. (2020). Belum Setahun Menjabat, Erick Thohir Lakukan Sejumlah Langkah Penyegaran. Diakses dari https://www.bumn.info/info-utama/belum-setahun-menjabat-erick-thohir-berapi-api

BUMN Info. (2020). BUMN Tegakkan 5 Prioritas Utama. Diakses dari https://www.bumn.info/info-utama/bumn-tegakkan-5-prioritas-utama

Jevera, Hansel. (2020). Sub-Holding BUMN Dinilai Jadikan Core Business Semakin Tajam. Diakses dari https://economy.okezone.com/read/2020/03/05/320/2178526/sub-holding-bumn-dinilai-jadikan-core-business-semakintajam

Kementerian BUMN. (2020). Perjuangan Dan Tantangan Masih Berlanjut. Diakses dari https://bumn.go.id/media/news/perjuangan-dan-tantangan-masih-berlanjut

Purnomo, E., & Saragih, H. J. R. (2016). Teori Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta: Yayasan Nusantara Bangun Jaya.

Suprayitno. (2017). Pemimpin Visioner Dalam Perubahan Organisasional. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan, 7(2), 115–123. https://media.neliti.com/media/publications/23379-ID-pemimpin-visioner-dalam-perubahan-organisasional.pdf

Waoma, Ken Jacks .(2020). Mengenal Gaya Kepemimpinan Erick Thohir, Sang Menteri BUMN. Diakses dari https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-erick-thohir/