Konten dari Pengguna

Flexing Persona Misterius Sebagai Daya Tarik

Apri Damai Sagita Krissandi

Apri Damai Sagita Krissandi

Dosen Universitas Sanata Dharma

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Apri Damai Sagita Krissandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Misterius, Dokumentasi Apri Damai
zoom-in-whitePerbesar
Misterius, Dokumentasi Apri Damai

Flexing persona misterius ini cocok disematkan kepada kawula muda yang ogah posting apapun di medsos. Fenomena ini unik banget. Seorang teman, guru SMA swasta di Jakarta mengamati pola muridnya. Ia kesulitan "kepo" keseharian siswanya, postingannya IG-nya nol.

Sebagai wali kelas, perhatian mendalam secara personal sangat penting, itu disebut cura personalis. Guru dapat dengan jitu memahami permasalahan personal siswanya, bukan semata kepo, ya!

Berbondong-bondong netizen muda ini hijrah dengan menghapus atau mengarsipkan postingannya sehingga tak dapat dilihat khalayak. Followersnya lumayan banyak, postingannya nol, orang-orang jadi penasaran. Kok bisa sih gak ada postingan tapi follower-nya banyak, misterius banget.

Kaus gelap dan abu-abu memang andalan dipadu-padankan di badan. Personal gelap dan abu-abu ternyata juga bisa menjadi pilihan untuk menarik perhatian. Loh, anomali ya?

Nah, itulah daya tariknya. Ada sebagian orang frexing dengan posting kekayaan, kepintaran, selfie, atau foto traveling, tetapi sebagian flexing kemisteriusan sebagai daya tarik. Memilih tidak posting juga termasuk flexing, dalam benaknya pasti menginginkan dianggap misterius, idealis, kritis, dan sebagainya.

Manusia memang unik. Ada satu teori tentang persepsi diri. Teori tersebut menunjukkan bahwa seseorang memiliki tujuan secara sadar (-atau tidak sadar) untuk menampilkan persona tertentu kepada orang lain. Kata persona mulai akrab karena sering diucapkan komika.

Seorang komika harus memiliki persona tertentu yang melekat, memberikannya "status" di persepsi pemirsanya. Ternyata, semua orang memiliki kecenderungan meng-create persona diri. Ingin dianggap pintar, ingin dianggap kaya, ingin dianggap populer, dan sebagainya. Uniknya fenomena persona misterius sebagai sebuah pilihan.

Apresiasi atas kreativitas flexing misterius ini. Flexingnya tidak pada konten, tetapi non-konten. Bisa-bisanya kepikiran hal ini. Netizen muda memang ajaib, merekalah yang akan menciptakan dunia ‘baru’ yang lebih asyik dan menarik. Out of box, dengan sudut pandang yang sangat liar. Selain kreatif, banyak hal positif dapat direngkuh dalam flexing persona misterius ini.

Pertama, keamanan. Semakin data dirimu tidak tersebar di medsos, semakin aman hidupmu. Berbagai penipuan cyber kerap menimpa netizen. Kadang kita tidak sengaja memposting hal-hal yang berbahaya dikonsumsi public.

Misalnya, alamat rumah yang dapat disalahgunakan oleh penipu, lokasi sekolah anak atau saudara yang memungkinkan tindak penculikan. Ada juga yang tak sengaja memotret identitas seperti KTP, bahaya banget, kan?

Kedua, pilihan hidup menjadi medioker medsos. Pilihan hidup ini adalah bentuk kedewasaan. Kawan lain ingin populer lewat medsos, yang ini malah memilih kemungkinan untuk tidak dikenal. Berjuta pengguna medsos tentunya tidak semuanya mendapat eksposure, pasti ada yang kalah saing dengan wajah-wajah ayu rupawan. Daripada kamu kecewa, mending di awal memilih menjadi medioker medsos dengan kesadaran.

Ketiga, mental health, tidak terbully. Netizen itu tidak semua baik, ada yang jarinya jahat atau mungkin tidak bermaksud jahat tapi kerap menyinggung. Dunia sosmed kerap memakan korban. Bullying di medsos lebih kejam disbanding dunia nyata. Sebarannya tanpa ampun, kita tak mampu mencegahnya. Memilih misterius ternyata menjauhkan kita dari perundungan.

Keempat, merdeka. Tolok ukur kebahagiaan ada pada diri sendiri. Selama ini jumlah love, like, dan angka-angka lain menjadi tolok ukur kebahagiaan, kepuasan, dan kebanggaan. Dengan memilih jalan flexing misterius, seseorang merdeka memilih kebahagiaan yang terletak di tangan sendiri, bukan di tangan orang lain.

Tak ada yang tahu kamu ke mana, dengan siapa, semalam berbuat apa, hehe... Kamu akan semakin menghargai privasimu sendiri, kebebasan adalah sebuah harga yang mahal. Privasi itu penting. Kebahagiaan sepenuhnya ada di tanganmu, dengan caramu sendiri.

Kelima, filter pertemanan sejati. Medsos yang tanpa postingan akan menimbulkan rasa penasaran. Sebagai sosok yang mungkin ingin kenal lebih dekat, usaha yang ia lakukan akan membuatmu mengerti bahwa dirimu berharga.

Orang yang benci atau biasa saja denganmu, tak akan mau repot-repot mencari sedemikian dalam. Seseorang yang menghampirimu, pasti sudah melewati berbagai fase sulit. Ia berpotensi menjadi teman sejati.

Flexing persona misterius bisa menjadi salah satu caramu meng-create persona. Tak perlu peduli kata orang. Percayalah pada dirimu sendiri. Cintailah dirimu sebagai pribadi yang berharga untukmu sendiri, teman terdekat, dan keluarga. Dunia ini sudah ramai dengan berbagai flexing, undur diri dari keriuhan itu bisa menjadi salah satu alternatif hidup yang merdeka.