Tangan Kanan Berbagi, Tangan Kiri Merekam

Work. Write. Repeat. Berusaha untuk Berguna untuk orang lain
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Apria W Alfisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Caption Tangan Kanan Berbagi, Tangan Kiri Merekam, dalam sebuah tayangan di televisi swasta pagi hari itu mengingatkan saya dengan sebuah hadis Nabi SAW yang redaksinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih sebagai berikut:
"Ada tujuh golongan yang akan diberikan naungan oleh Allah SWT pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya. Di antaranya adalah seseorang yang mengeluarkan suatu sedekah, tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya."
Apakah memang kalau memberikan sesuatu itu sebaiknya secara diam-diam, tidak boleh ditampakkan? Allah SWT dalam Alquran surah Al-Baqorah ayat 271 berfirman yang artinya kurang lebih sebagai berikut:
"Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan".
Tidak ada larangan untuk menampakkan sedekah dan berbagi kebaikan. Sedekah dan perbuatan yang baik yang ditampilkan diharapkan akan mendorong dan memberikan motivasi agar orang lain juga ikut berpartisipasi. Tidak hanya perbuatan buruk yang menular, namun perbuatan baik juga bisa menular jika disebarkan.
Saya pernah mengalami sendiri ketika ditakdirkan melakukan isolasi mandiri beberapa waktu yang lalu. Bentuk dukungan sahabat, rekan, dan kawan biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian makanan. Sekali posting di media sosial, maka bermunculanlah rekan-rekan lain yang memberikan kiriman.
Tidak ada salahnya menampakkan kedermawanan. Yang salah adalah menghinakan dan menjadikan malu penerima sedekah. Sebuah kisah bisa menggambarkan alangkah mulianya seorang pemilik toko yang berjualan perlengkapan musim dingin di Eropa yang pernah saya dengar seperti di bawah ini:
Di suatu musin dingin, seorang Bapak tua datang ke pemilik toko hendak membeli perlengkapan tidur untuk musim dingin. "Wahai Tuan, saya perlu 4 helai selimut untuk menahan hawa dingin di musim ini. Saya tinggal dengan seorang istri dan 2 orang anak. Saya hanya punya uang 40 euro. Apa saja yang bisa Tuan berikan, yang penting saya dan keluarga tidak kedinginan." Kemudian pemilik toko masuk dan memilihkan selimut sambil berujar, "Kebetulan sedang ada diskon, ini ada 4 helai selimut yang harganya pas dan cukup senilai 40 euro."
Setelah pembeli itu berlalu, rekan pemilik toko protes, "Kenapa dia Kamu kasih harga 10 euro per lembar selimut, sedangkan saya tadi menawar 50 euro enggak Kamu kasih?" Pemilik toko berucap, "Kamu orang mampu, dan saya ingin bersedekah dengan Bapak tua tadi namun saya tidak mau dia menjadi malu karena menerima sedekah dari saya. Saya harus menjaga martabatnya di depan kita dan keluarganya. Bahwa dia mampu membelikan selimut terbaik untuk keluarga tanpa harus mengemis dan mendapatkan belas kasihan orang."
Wallahu a'lam.
