Konten dari Pengguna

Welcome Back Nissa Sabyan Gambus

Apria W Alfisa

Apria W Alfisa

Work. Write. Repeat. Berusaha untuk Berguna untuk orang lain

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Apria W Alfisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Video klip Sabyan Gambus. Sumber: YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Video klip Sabyan Gambus. Sumber: YouTube

Tiga hari cukup untuk menjadikan #1 di Trending YouTube dan sampai hari ke-4 masih ada bertengger di nomor 1, seolah nggak terpengaruh dengan isu yang menerpa grup gambus ini beberapa waktu yang lalu. Rilis tanggal 13 Maret 2021 dan sampai dengan saat ini sudah ditonton 5,3 juta kali.

Menarik melihat fenomena ini, rasanya belum lama grup gambus ini (jujur, saya nggak paham dengan jenis musik. Apalagi yang sekarang sering diproduksi grup Sabyan Gambus, bedanya apa sama musik yang lain. Pokoknya enak didengar aja) diterpa masalah karena tokoh utama di grup ini, pemain keyboard Ayus dan vokalis Nissa diterpa isu perselingkuhan.

Perselingkuhan bukan hal yang sepele. Salah satu hal yang membedakan manusia dan hewan adalah adanya ikatan pernikahan dalam menyalurkan hasrat biologisnya. Yang lebih 'memberatkan' Sabyan Gambus identik dengan melantunkan lagu-lagu rohani agama Islam. Apakah memang masyarakat kita mudah melupakan atau sudah nggak peduli lagi dengan perselingkuhan yang terjadi di sekitarnya?

Biasanya hukuman sosial itu kejam. Apalagi belum lama ini ada pernyataan bahwa pengguna Internet Indonesia tingkat kesopanannya rendah, pasti sering kali melihat komentar yang sarkasme di media sosial. Termasuk ketika awal munculnya isu perselingkuhan yang melibatkan personel Sabyan Gambus, banyak kecaman dan komentar pedas dan bahkan tidak sopan ataupun melecehkan. Tapi itu cuman beberapa saat. Selesai. Titik.

Tentu semua kembali ke manusianya. Pasti ada pelajaran berharga yang diambil di sini. Ketika masyarakat gampang memaafkan kejadian perselingkuhan karena dianggap sudah biasa, apakah memang masyarakat kita kini sudah lebih permisif terhadap hal-hal yang dahulu dianggap tabu?

Grup Sabyan Gambus. Foto: Munady Widjaja

Sapu Jagad

Judul lagunya Sapu Jagad. Jadi ingat waktu kecil bahwa kita jangan lupa berdoa dengan doa sapu jagad. "Setelah salat dan buru-buru nggak sempat berdzikir, jangan lupa doa sapu jagad", begitu kata guru ngaji saya dulu. Ternyata memang di liriknya ada doa sapu jagad tersebut yang artinya, "Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Saya tidak bermaksud mengomentari isi liriknya, dinikmati saja irama musiknya. Juga bukan bermaksud menyetujui perselingkuhan, saya hanya bermaksud menyampaikan bahwa hebat juga grup ini bisa cepat bangkit dari hujatan, tidak terpuruk, dan bisa trending juga di YouTube, terlepas alasan orang melihat video klipnya. Ada komentar menarik yang menyatakan bahwa orang-orang membuka video klip ini di YouTube hanya pengin lihat komentar netizen.

Terakhir, saya berharap personel Sabyan Gambus, terutama Ayus dan Nissa yang dikabarkan berselingkuh—jika memang itu benar adanya dan ada buktinya, apa itu isi percakapan 'Ayus lupa menghapus chat dengan Nissa Sabyan', yang tidak pernah dibuka di publik—bisa segera mengakhirinya, tetap berkarya positif, show must go on, dan tidak menciderai doa sapu jagad yang isinya memang sapu jagad, Selamat dunia dan akhirat. Welcome back Nissa Sabyan Gambus, tetaplah berkarya positif.

Wallohu a'lam.