Konten dari Pengguna

Pentingnya Mempersiapkan Kehamilan Sedini Mungkin

Aprijanti

Aprijanti

a blogger & digital enthusiast who fallin in nude lipstick

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aprijanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya dan suami adalah pasangan dewasa yang menikah di atas usia 30 tahun. Walau begitu kami termasuk pasangan yang menganut paham slow living, jadi sampai sekarang pun kami tidak merasa dikejar setoran untuk buru-buru punya anak. Kami menikmati proses tahun-tahun pertama menjadi pasangan, yang kalau kata orang sih... "banyak dramanya" hahaha.

Tadinya kami berpikir pilihan kami untuk tidak buru-buru punya anak dan mengabaikan persiapannya adalah sudah tepat, ternyata salah. Mau buru-buru atau tidak buru-buru; mau promil ataupun tidak promil, wanita yang bercita-cita memiliki keturunan WAJIB mempersiapkan jiwa dan raganya.

Gara-gara acara ini nih, mata saya terbuka lebar.

Dari Dokter Obgyn, dr Bram Pradipta, saya banyak dapat sekali insight. Salah satunya yang penting banget nih:

  • Kesalahan utama calon orang tua adalah menganggap kehamilan sebagai sebuah gift/kejutan/surprise. Jika ada calon orang tua memiliki pemikiran seperti ini, maka bisa dipastikan mereka adalah orang tua yang tidak siap.

  • Kehamilan sejatinya harus direncanakan. Minimal 3 bulan sebelum hamil, calon ibu sudah siap secara jiwa dan raga. Karena...

  • Banyak sekali kasus gangguan kehamilan terjadi di tri-semester awal ulah makanan & lifestyle si calon ibu yang tidak baik.

  • Gangguan kehamilan pengaruhnya tidak hanya saat itu, loh.. tetapi juga mempengaruhi DNA si calon anak, dan DNA tersebut akan terbawa ke keturunan-keturunannya kelak. Jadi...

  • Persiapan si calon ibu sebelum kehamilan WAJIB dilakukan untuk mengantisipasi gangguan-gangguan kehamilan karena kekurangan nutrisi dan lain sebagainya.

  • Selain nutrisi makro (krbohidrat, protein, lemak), calon ibu juga harus nutrisi mikro (asam folat, vitamin B12, vitamin D, zat besi, zinc, kalsium, fosfor, amgnesium, dan fluoride).

Dokter Obgyn, dr Bram Pradipta SpOG MARS

Saya 100% nggak yakin bisa memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikro harian jika masih mengkonsumsi makanan dan menjalkankan lifestyle seperti sekarang ini. Untungnya saya nggak anti sama suplemen dan vitamin tambahan. Apalagi sejak kenal susu Prenagen Esensis rasa coklat yang lezatnya melewati boba tea. Hahahaha. Saya serius loh, coklatnya enak! Suami aja suka icip :D

Pembicara sesi kedua dan ketiga juga nggak kalah seru. Melalui Psikolog Health Trainer, William S. Budiman, calon orang tua diingatkan kembali bahwa persiapan nutrisi saja tidak cukup loh... ada lagi yang juga penting ya itu persiapan psikis.

Koh william mengatakan bahwa kehamilan merupakan salah satu stress paradox yang pasti dilalui manusia. Bukan cuma si calon ibu yang stress melainkan si calon bapak juga. Satu hal yang Koh William bisiki ke semua peserta yang hadir adalah, kita harus menggangap bahwa stress itu baik. Stress tidak dapat dihindari tetapi manusia bisa melakukan management stress dan hidup pasti akan lebih bermakna ketika semua masalah yang membuat stress tersebut terlewati.

Psikolog Health Trainer, William S. Budiman S.Psi

Mau tahu nggak apa saja yang bisa calon ibu lakukan untuk mengendalikan stress?

  1. Lakukan olah badan dan pikiran. Sedikit gerakan olahraga, yoga, dan meditasi baik untuk ibu hamil.

  2. Cukup waktu istirahat dan relaksasi.

  3. Isi waktu untuk sesuatu yang produktif. Contohnya saja menulis jurnal. Kata Koh William, ketika wanita marah dan mereka bisa menuliskan pesan amarah mereka, maka komunikasi ke pasangan akan semakin baik dengan emosi yang sudah mereda.

  4. Komunikasikan stres dengan pasangan. Ingat! Pasangan bukan cenayang yang mengerti isi kepala kita tanpa kita kasih tahu mereka ya.

  5. Beri apresiasi positif kepada diri sendiri. Sering-setinglah mengucapkan kalimat berikut untuk diri sendiri sebagai apresiasi positif. "Kamu cantik", "terima kasih sudah melewati hari ini dengan baik", "I love you", namun sesekali belanja boba tea biar happy masih diperbolehkan kok. hahahaha...

Lalu aktivitas terakhir di workshop Moms Mingle adalah fertiliti yoga yang dibawakan oleh Bidan Israna.

Fertiliti yoga by Bidan Israna Atikah S. keb

Fertiliti Yoga berfungsi untuk memudahkan pasangan memiliki anak. Melalui Yoga berpasangan ini, akan menciptakan bonding yang kuat antara suami istri, melancarkan peredaran darah, dan juga membuat relax. Kalian bisa melihat contoh gerakannya di Youtube ya. Searching aja dengan keyword "Fertiliti Couple Yoga".

Peserta siap-siap melakukan Fertiliti Yoga

Semoga artikelnya berguna, ya! Pesan saya untuk pasangan baru, seringlah ikut event Moms Mingle karena insight yang didapat banyak dan bagus. Bahkan tulisan saya ini saja belum memuat semua informasi penting yang ada didalamnya. :)