Pemberdayaan Singkong Popcassava melalui Teknologi Modern dan Inovasi Digital

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Apri Kuntariningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Semarang – Upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan desa wisata terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Pemberdayaan UMKM Singkong Popcassava melalui Integrasi Teknologi Produksi Modern dan Inovasi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha di Desa Wisata.” Program ini dilaksanakan dengan menyasar pengembangan UMKM olahan singkong di Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang.
Desa Wisata Lerep memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar, khususnya komoditas singkong yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Popcassava atau singkong popcorn, yakni produk olahan singkong yang memiliki karakteristik unik dan berpotensi menjadi salah satu produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas desa wisata.
Namun, pengembangan usaha tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Proses produksi yang masih didominasi secara manual menyebabkan kapasitas produksi relatif terbatas dan kualitas produk belum sepenuhnya seragam. Selain itu, pengemasan produk masih perlu ditingkatkan agar lebih menarik dan memiliki daya jual yang lebih tinggi. Dari sisi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital juga belum dilakukan secara optimal sehingga jangkauan pemasaran produk masih terbatas.
Melalui program PKM ini, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan secara komprehensif yang meliputi penerapan teknologi produksi modern, peningkatan standar mutu dan higienitas produk, penguatan pengemasan, pengembangan identitas merek, peningkatan literasi digital, serta optimalisasi pemasaran melalui berbagai platform digital.
Penerapan teknologi produksi modern menjadi salah satu bagian penting dari program tersebut. Penggunaan peralatan produksi yang lebih efektif diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat proses pengolahan, mengurangi ketergantungan terhadap proses manual, serta menghasilkan produk dengan mutu yang lebih konsisten. Dengan kualitas produk yang semakin baik, Popcassava diharapkan mampu memiliki posisi yang lebih kuat dalam pasar produk pangan lokal maupun pasar oleh-oleh wisata.
Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, program ini juga memberikan perhatian besar terhadap transformasi digital UMKM. Pelaku usaha didorong untuk membangun identitas merek yang lebih kuat, meningkatkan kualitas promosi produk, memanfaatkan media sosial secara produktif, serta memperluas pemasaran melalui platform digital. Integrasi antara peningkatan kualitas produksi dan pemasaran digital diharapkan mampu membuka akses konsumen yang lebih luas, baik di lingkungan Desa Wisata Lerep maupun di luar wilayah Kabupaten Semarang.
Program pemberdayaan tersebut menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan secara aktif pelaku UMKM dalam proses pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, serta pengembangan strategi usaha. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan pada peralatan dan sistem pemasaran, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk singkong, kegiatan ini juga memiliki dampak sosial yang penting. Pengembangan UMKM Popcassava diharapkan mampu mendorong pemberdayaan perempuan, menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Desa Wisata Lerep. Produk olahan berbasis potensi lokal tersebut juga dapat memperkaya daya tarik desa wisata melalui hadirnya produk khas yang memiliki identitas lokal.
Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat. Keterlibatan akademisi dan mahasiswa memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sinergi tersebut juga sejalan dengan semangat Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong pembelajaran dan pengabdian berbasis permasalahan riil di masyarakat.
Melalui integrasi teknologi produksi modern dan inovasi digital, UMKM Singkong Popcassava diharapkan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing yang lebih kuat. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekaligus keberlanjutan pengembangan Desa Wisata Lerep.
