Konten dari Pengguna

Mengenang Istri Tercinta, Ani Yudhoyono

Aprilia Wahyu Melati

Aprilia Wahyu Melati

Content Witer

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aprilia Wahyu Melati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: Instagram @aniyudhoyono
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Instagram @aniyudhoyono

Walau raga sudah berpisah, kenangan manis itu masih sangat melekat dalam jiwa. Kesetiaan dan cinta kasih yang begitu tulus membawanya hingga maut memisahkan. Rasa rindu yang begitu dalam, beliau tuangkan menjadi hal yang nyata untuk bisa mengenang belahan jiwanya.

Setelah kepergian istri tercintanya pada Juni 2019, Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa SBY, sangat amat merasakan kehilangan orang yang beliau sayang. Begitupun dengan keluarganya. Hampir seluruh masyarakat Indonesia pun ikut merasa kehilangan. Almarhumah Ani Yudhoyono dikenal sebagai sosok istri yang setia menemani ke mana pun SBY bertugas sewaktu masih menjabat sebagai Presiden RI.

Beberapa bulan sebelum kepergian, Almarhumah memang menderita penyakit yang cukup serius, yaitu kanker darah. Almarhumah akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura yaitu National University Hospital untuk menjalani perawatan intensif terhitung sejak 2 Februari 2019. Namun, takdir berkata lain. Tepat 1 Juni 2019, Almarhumah mengembuskan nafas terakhirnya.

Pasti sedih ditinggal orang yang sangat kita cinta. Hari-hari yang dijalani terasa begitu berat. Seperti yang dirasakan oleh SBY dan keluarga. “Kepergiannya meninggalkan duka dan rasa kehilangan yang amat dalam bagi saya dan keluarga,” tulis SBY di salah satu keterangan foto yang diunggah di akun Instagram almarhumah istrinya.

Sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada istri tercintanya, SBY dan keluarga kembali mengaktifkan akun Instagram milik Almarhumah dengan nama “Ani Yudhoyono In Memoriam”. “Insya Allah, kami akan terus melestarikan dan menghidupkan berbagai nilai (values), pemikiran dan “legacy” almarhumah. Semoga ini semua dapat menghidupkan kenangan manis dan mengobati kerinduan kita kepada Almarhumah Ani Yudhoyono,” kata SBY.

Selain itu, SBY juga mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya yang abadi kepada istri tercinta melalui beberapa hal, seperti menyanyikan sebuah lagu, membuat puisi dan tembang Jawa, serta membuat klub bola voli.

Persembahan Lagu “Seruling di Lembah Sunyi”

Melalui lagu “Seruling di Lembah Sunyi” ini, SBY menuangkan dan mengungkapkan rasa cintanya yang abadi kepada sang belahan jiwa. Video yang diunggah di akun Instagram Almarhumah berisi video saat SBY menyanyikan lagu ciptaan V. Nanda Leimena yang diaransemen oleh Tohpati. Dalam video tersebut, juga diputar beberapa foto pemandangan hasil jepretan Almarhumah dan foto kenangan manis SBY bersama istri tercintanya itu.

Membuat Sebuah Puisi

Tak hanya menyanyikan lagu, SBY pun membuat sebuah puisi. Puisi itu menunjukkan rasa rindu kepada sang belahan jiwanya yang telah pergi ke hadapan Ilahi. Begitu besar cinta dan kasihnya sehingga beliau mengutarakannya dalam bentuk puisi romantis untuk mengenang Almarhumah. Puisi itu berjudul “Aku di Sini” yang bunyinya,

Setiap hari aku mencari

Mendaki, berlayar...jauh sekali

Ke mana kau pergi?

Di ujung letih langkahku terhenti

Ketika tiba-tiba kau dekap diriku

Dan kau genggam tanganku

Dalam kasih dan rindu

“Aku di sini, tak pernah pergi

Dalam hatiku, hati kita

Di taman indah yang bunganya tak pernah layu

Bunga cinta di taman abadi

Yang dulu kita sirami setiap hari”

-SBY-

Menciptakan Tembang Jawa

Di sebelah timur Kota Pacitan terdapat rangkaian gunung kecil yang berjumlah lima puncak, akhirnya disebutlah Gunung Limo. SBY dan teman-temannya memiliki kenangan manis di sana. Saat masih remaja, beliau dan teman-temannya pernah menaiki gunung tersebut beberapa kali.

Selain itu, beliau pun masih mengingat kenangan indah bersama almarhumah istri tercinta. “Almarhumah istri saya tercinta pernah saya ajak untuk bepergian ke sana, di kaki Gunung Limo,” tutur SBY. Oleh karena itu, sebuah tembang Jawa ini dibuat karena terinspirasi dari cerita tersebut. Sekaligus untuk mengabadikan kenangannya saat di Gunung Limo itu.

Untuk mengenang hari ulang tahun Almarhumah, SBY akhirnya meluncurkan sebuah tembang Jawa yang berjudul “Gunung Limo”. Lirik dan nadanya sengaja beliau ciptakan sendiri dalam bahasa Jawa. Kemudian tembang Jawa itu diaransemen dan dinyanyikan oleh salah satu musisi berbakat asal Trenggalek, Jawa Timur, Rofik Ali namanya.

Mendirikan Klub Bola Voli “Lavani”

Sebagai seorang yang mencintai olahraga bola voli, SBY akhirnya mendirikan sebuah klub bola voli yang selanjutnya diberi nama “Lavani”. Lavani didirikan SBY pada 1 Desember 2019. “Nama tersebut berlafalkan ‘Love Ani’ yang artinya ‘sayang Ani’ adalah untuk mengenang dan mengekspresikan cinta abadi kepada istri tercinta, Ani Yudhoyono yang telah berpulang ke rahmatullah,” jelas SBY dalam video unggahannya.

Mayoritas atlet Lavani saat ini adalah para siswa SMA yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Untuk pelatihan dan pembinaannya dipusatkan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Tidak hanya itu, SBY pun menciptakan sebuah lagu sebagai theme song untuk Klub Bola Voli Lavani yang diberi judul “Lavani Forever”.

Terlalu indah dilupakan. Terlalu sedih dikenangkan.

Begitulah kata sebuah lirik lagu ciptaan Tonny Koeswoyo yang berjudul “Andaikan Kau Datang” yang kemudian dinyanyikan oleh SBY. Begitu banyak hal indah dan manis yang pernah dilalui SBY bersama sang istri tercinta. Kini semua itu hanya bisa dikenang. Rasa rindu yang begitu dalam hanya bisa beliau tuangkan dalam bentuk sebuah lagu atau tulisan. Walau raga kini tak lagi dekat, namun jiwa sang istri tercinta pasti akan selalu dekat dan melekat. Itulah arti cinta sejati sesungguhnya.