Konten dari Pengguna
KKN UMP Dampingi UMKM Teh Sangrai Pembuatan NIB dan Terapkan Prinsip Kehalalan
3 September 2025 15:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
KKN UMP Dampingi UMKM Teh Sangrai Pembuatan NIB dan Terapkan Prinsip Kehalalan
Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2025 melaksanakan program kerja unggulan, yaitu membantu pembuatan NIB dan penerapan prinsip kehalalaKelompok 063 KKN UMP 2025
Tulisan dari Kelompok 063 KKN UMP 2025 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Plorengan, 2025 - Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) periode 2025 melaksanakan program kerja unggulan, yaitu membantu pembuatan NIB dan penerapan prinsip kehalalan pada produk UMKM Teh Sangrai di Desa Plorengan. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang bertujuan mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini bertujuan mendukung legalitas usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen melalui jaminan kehalalan produk.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Plorengan, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai konsep halal dan thayyib, standar kebersihan dalam proses produksi, serta pentingnya manajemen usaha yang sesuai dengan regulasi jaminan produk halal.
ADVERTISEMENT
Selain sosialisasi, mahasiswa juga membantu UMKM Teh Samgrai dalam menyusun dokumen administrasi yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi halal. Hal ini mencakup pencatatan bahan baku yang digunakan, prosedur produksi, serta sistem pencatatan distribusi produk. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mudah memahami alur pengajuan sertifikasi halal melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Program kerja ini tidak hanya menekankan pada aspek regulasi, tetapi juga memberikan pendampingan terkait strategi pemasaran produk berbasis halal. Mahasiswa KKN UMP memperkenalkan konsep branding halal sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Dengan pencantuman label halal, produk Teh Samgrai diyakini akan lebih memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Salah satu anggota kelompok KKN UMP menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan UMKM desa. Menurutnya, penerapan prinsip kehalalan pada produk UMKM bukan hanya mendukung kepercayaan konsumen, tetapi juga menjadi sarana edukasi bahwa produk desa mampu bersaing dengan standar mutu yang baik.
ADVERTISEMENT
Melalui pendampingan ini, kelompok mahasiswa KKN UMP berharap UMKM Teh Sangrai dapat menjadi contoh bagi usaha mikro lainnya di Desa Plorengan. Langkah kecil yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kehalalan dan keberkahan dalam usaha.

