Konten dari Pengguna

Sulit Menahan Diri Saat Live Shopping? Fenomena Belanja Impulsif

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aprilliana Wanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

live shopping ilustrasi: AI
zoom-in-whitePerbesar
live shopping ilustrasi: AI

Jakarta – Live shopping kini menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling efektif di era digital. Melalui siaran langsung di berbagai platform e-commerce dan media sosial, penjual dapat berinteraksi secara langsung dengan calon pembeli, memperkenalkan produk, hingga menawarkan promo terbatas yang mampu mendorong keputusan pembelian dalam hitungan menit.

Fenomena ini tidak hanya mengubah cara pelaku usaha memasarkan produk, tetapi juga memengaruhi perilaku konsumen. Banyak masyarakat mengaku membeli barang saat mengikuti live shopping, meski sebelumnya tidak memiliki rencana untuk berbelanja.

Salah satu faktor yang mendorong perilaku tersebut adalah munculnya rasa takut ketinggalan atau Fear of Missing Out (FOMO). Promo dengan durasi singkat, potongan harga khusus selama siaran berlangsung, hingga pemberian voucher terbatas membuat konsumen merasa harus segera mengambil keputusan sebelum kesempatan itu hilang.

Selain faktor promo, interaksi yang dibangun oleh host live shopping juga memiliki pengaruh besar. Host biasanya memberikan demonstrasi penggunaan produk, menjawab pertanyaan pembeli secara langsung, hingga menyampaikan testimoni pelanggan. Pendekatan ini menciptakan rasa percaya yang lebih tinggi dibandingkan promosi melalui foto atau katalog biasa.

Media sosial turut memperkuat tren tersebut. Potongan video live shopping yang viral membuat semakin banyak orang tertarik untuk mencoba pengalaman berbelanja secara langsung. Tak jarang, produk yang awalnya kurang dikenal dapat terjual habis hanya dalam waktu beberapa jam setelah dipromosikan melalui live shopping.

Dari sudut pandang perilaku konsumen, kondisi ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian tidak selalu didasarkan pada kebutuhan. Emosi, tekanan waktu, dan pengaruh lingkungan digital sering kali menjadi faktor utama yang mendorong seseorang melakukan pembelian secara impulsif.

Meski memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tren live shopping juga menjadi pengingat bagi konsumen untuk tetap bijak dalam mengelola pengeluaran. Membandingkan harga, mempertimbangkan manfaat produk, serta menghindari pembelian yang hanya didorong oleh rasa takut kehilangan promo menjadi langkah penting agar aktivitas belanja tetap sesuai dengan kebutuhan.

Fenomena live shopping membuktikan bahwa perkembangan teknologi terus mengubah pola konsumsi masyarakat. Pengalaman berbelanja kini tidak hanya berfokus pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pada interaksi, hiburan, dan pengalaman yang dirasakan konsumen selama proses pembelian.