Konten dari Pengguna

Bijak Layar: KKN Unmul Ajak Siswa SDN 024 & 025 Muara Badak Kenali Batas Gadget

Aqiyah Zulqiyah

Aqiyah Zulqiyah

S1 Sistem Informasi Universitas Mulawarman

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aqiyah Zulqiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Bina Desa Kelompok 2 Universitas Mulawarman bersama siswa/i SDN 024 Muara Badak melakukan sosialisasi 'Bijak Layar' dalam kegiatan program kerja di Desa Badak Mekar. Kredit foto: Kelompok 2 KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Bina Desa Kelompok 2 Universitas Mulawarman bersama siswa/i SDN 024 Muara Badak melakukan sosialisasi 'Bijak Layar' dalam kegiatan program kerja di Desa Badak Mekar. Kredit foto: Kelompok 2 KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.

Muara Badak — Di tengah kebiasaan anak-anak yang makin akrab dengan gawai sejak usia dini, mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Universitas Mulawarman X Pertamina EP, mengajak siswa-siswi di Desa Badak Mekar di Kecamatan Muara Badak untuk mulai mengenal batasan sehat dalam bermain gadget. Melalui program kerja individu bertajuk "Bijak Layar", sosialisasi ini digelar di dua sekolah dasar sekaligus, yaitu SDN 024 Muara Badak pada 18 Juli 2026 dan SDN 025 Muara Badak pada 21 Juli 2026.

Berawal dari Keresahan akan Kebiasaan Anak Menatap Layar

Program ini digagas sebagai respons atas fenomena yang makin umum ditemui: anak-anak usia sekolah dasar yang menghabiskan banyak waktu di depan layar, baik untuk bermain gim, menonton video, maupun sekadar mengisi waktu luang. Kebiasaan ini kerap luput dari perhatian karena dianggap sekadar hiburan, padahal jika dibiarkan tanpa batas dapat memengaruhi kesehatan mata, pola tidur, hingga kemampuan anak bersosialisasi.

Alih-alih melarang penggunaan gadget sepenuhnya, "Bijak Layar" hadir dengan pendekatan yang lebih realistis: mengenalkan cara menggunakan gadget secara sehat dan bertanggung jawab sejak dini, sehingga anak-anak tetap bisa menikmati teknologi tanpa mengorbankan kesehatan maupun waktu bermain fisik mereka.

Mengenal Dampak dan Batas Aman Screen Time

Kegiatan di kedua sekolah diawali dengan pemaparan materi seputar dampak dan bahaya penggunaan gadget yang berlebihan bagi anak-anak. Siswa juga dikenalkan pada batas waktu bermain gadget yang disarankan untuk anak usia 6-12 tahun, sejumlah tips menggunakan gadget secara sehat, hingga aturan 20-20-20 — setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki, untuk mencegah kelelahan mata. Sesi materi ditutup dengan penayangan video edukasi agar pesan lebih mudah dicerna oleh siswa.

Seluruh materi disampaikan dengan bahasa yang disesuaikan untuk anak-anak, dibantu media x-banner dan slide presentasi (PPT) interaktif agar siswa lebih mudah memahami poin-poin penting yang disampaikan.

Siswa/i SDN 024 bersama mahasiswa KKN Bina Desa Kelompok 2 Universitas Mulawarman pada sesi tanya jawab berhadiah. Kredit foto: Kelompok 2 KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.

Kuis Berhadiah Bikin Siswa Berebut Angkat Tangan

Suasana sosialisasi dibuat interaktif agar pesan lebih mudah diterima oleh siswa. Setelah penayangan video edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis tanya jawab berhadiah yang mengulas kembali materi yang baru saja disampaikan, mulai dari kecanduan gadget hingga aturan 20-20-20.

Metode ini terbukti ampuh membangkitkan semangat siswa. Setiap kali pertanyaan dilontarkan, siswa berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk menjawab, menandakan bahwa materi yang disampaikan sebelumnya cukup melekat di ingatan mereka.

Siswa/i SDN 025 (sebelah kanan) dan SDN 024 (sebelah kiri) bersama mahasiswa KKN Bina Desa Kelompok 2 Universitas Mulawarman melakukan demonstrasi robot DIY. Kredit foto: Kelompok 2 KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.

Demo Robot DIY, Bukti Aktivitas Fisik Tetap Seru

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa diajak mengikuti demo robot rakitan (DIY) yang dirancang untuk menunjukkan bahwa masih banyak aktivitas fisik yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengedukasi — sebuah alternatif dari kebiasaan berlama-lama menatap layar gadget.

Antusiasme siswa terlihat jelas dari caranya mengikuti sesi ini: mereka tampak sangat antusias saat mencoba langsung demo robot DIY tersebut, membuktikan bahwa waktu luang anak-anak sebenarnya bisa diisi dengan kegiatan yang tak kalah menyenangkan dari sekadar bermain gadget.

Langkah Kecil untuk Kebiasaan Digital yang Lebih Sehat

Program "Bijak Layar" tidak berhenti pada satu kali sosialisasi. Dengan menyasar dua sekolah dasar di Desa Badak Mekar, mahasiswa KKN Bina Desa Universitas Mulawarman berharap kesadaran akan penggunaan gadget yang sehat bisa mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar — bukan hanya sebagai aturan dari orang tua atau guru, tetapi sebagai kebiasaan yang dipahami dan dijalani sendiri oleh anak-anak.

Pada akhirnya, kebiasaan bijak menggunakan layar bukan soal menjauhkan anak-anak dari teknologi, melainkan membekali mereka untuk tumbuh berdampingan dengannya secara sehat. Melalui langkah sederhana seperti sosialisasi di kelas, harapannya anak-anak SDN 024 dan SDN 025 Muara Badak dapat menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya.

Foto bersama siswa/i SDN 025 dengan mahasiswa KKN Bina Desa Kelompok 2 Universitas Mulawarman. Kredit foto: Kelompok 2 KKN Bina Desa Universitas Mulawarman.