Konten dari Pengguna

Pengalaman KKN Saya Ajak Asah Kemampuan Bahasa Inggris di Masa PPKM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Archie Tobias Kiatanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1: Proses Belajar Interaktif via Google Classroom (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1: Proses Belajar Interaktif via Google Classroom (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cepokokuning, Kabupaten Batang (06/08) – Pada semester 6 ini saya mengambil KKN sebagai mata kuliah wajib. Penyelenggaraan KKN yang saya ikuti ini pun berbeda dari KKN, yaitu secara daring karena terdampak pandemi COVID-19. Program KKN saya kali ini dilaksanakan di domisili masing-masing. Menurut saya sendiri penyelenggaraan KKN secara daring adalah sesuatu yang wajar dan mempermudah mahasiswa KKN karena tidak harus berpergian jauh. Kegiatan KKN dari rumah dan secara daring mampu memperkecil risiko penularan COVID-19. Kegiatan KKN saya bertempat diDesa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Program Pembelajaran Interaktif "Basic English Interactive Learning"

Pada kegiatan KKN Tim II UNDIP 2021, salah satu program yang saya lakukan adalah program pembelajaran Bahasa Inggris interaktif secara daring dengan tema "Basic English Interactive Learning" kepada siswa setingkat SD-SMP melalui media Google Classroom karena dilakukan bersamaan dengan masa PPKM Darurat. Kegiatan pembelajaran ini merupakan sarana bantuan pembelajaran dasar-dasar kemampuan Bahasa Inggris yang saya rancang agar mampu mengedukasi anak-anak tentang materi speaking dan mannerism yang tentunya setara dengan SD-SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkrabkan Bahasa Inggris kepada anak usia SD-SMP.

Gambar 2: Poster Basic English Interactive Learning (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Alasan saya memilih program ini berasal dari pengalaman pribadi dan prospek modern ini. Pada masa saya bersekolah selama 12 tahun, Bahasa Inggris sendiri telah tertanam pada diri saya karena mendapatkan akses pembelajaran Bahasa Inggris sehari-hari dari tempat kursus sejak usia 6 tahun. Berdasarkan pengalaman tersebut, mendorong saya agar dapat membagikan ilmu dan pengalaman saya melalui sesi pembelajaran interaktif ini kepada anak usia SD-SMP Desa Cepokokuning. Ditambah juga, Bahasa Inggris sendiri bagi saya adalah bahasa yang mampu menjadi jembatan komunikasi lintas bangsa selama paling tidak satu dekade.

Sebelum memutuskan pengambilan program ini, saya berdiskusi dengan ketua RT 02 Cepokokuning, Pak Amat Budianto, yang saya temui pada Rabu, 7 Juli 2021. Beliau menyambut betul ide program saya dan berkata bahwa anak-anak usia SD-SMP di wilayah Desa Cepokokuning membutuhkan pemahaman bahasa asing utamanya Bahasa Inggris secara baik. Lebih lanjut beliau berpesan pada saya bahwa: "Anak-anak di sini sangat butuh figur pemuda yang lebih senior, maka saya rasa apabila diajar oleh rekan-rekan mahasiswa sekalian maka anak-anak tersebut akan terdorong motivasi belajarnya."

Sambutan baik ketua RT tersebut menambah keyakinan saya dan menyulut semangat saya karena program tersebut sesuai dan tepat guna bagi lingkungan desa. Selain itu saya merasa senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama ini kepada anak-anak Desa Cepokokuning. Setelah berdiskusi, akhirnya disepakati waktu penyelenggaraan bimbel "Basic English Interactive Learning" pada 15 dan 16 Juli 2021 secara daring melalui aplikasi Google Classroom.

Pelaksanakaan Program Bimbel Bahasa Inggris "Basic English Interactive Learning"

Pada tanggal 15-16, dilaksanakan kegiatan bimbel secara daring, anak-anak menyimak video Basic Speaking sehari-hari dan sederhana dari rumah masing-masing. Saya pribadi senang dengan jalannya pembelajaran selama 2 hari tersebut di mana anak-anak mampu memahami materi speaking & mannerism. Anak-anak memiliki kemampuan berbahasa yang baik sehingga tidak sulit bagi saya untuk mengajarkan berbagai macam materi dasar dalam berbicara dan berbahasa Inggris.

Proses belajar Bahasa Inggris dalam kegiatan ini memfokuskan pada membiasakan berbicara dan berbahasa Inggris sehari-hari sehingga nantinya anak didik dapat mempraktikkan Bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari. Saya pribadi berharap Bahasa Inggris dapat menjadi bahasa yang melekat pada keseharian anak didik saya.

Kegiatan bimbel ini diterima baik oleh anak-anak SD-SMP Desa Cepokokuning. Salah satunya adalah Mahatma Adi yang berkata: "Sewaktu aku dengar kegiatan belajar interaktif, aku kira bakalan sulit, eh ternyata mudah dipahami karena selain terdapat caption dan dialog di bawah video, konten yang ditampilkan pun sederhana dan mudah dimengerti. Setelah ini, aku jadi pengen lebih mempelajari materi Bahasa Inggris sehari-hari."

Akhir kata, saya sangat senang dapat berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Bahasa Inggris pada program KKN kali ini. Saya berharap terselenggaranya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat belajar anak-anak di situasi apa pun dan di mana pun; termasuk saat pandemi saat ini. Dengan memanfaatkan sumber yang tersedia diharapkan bahasa Inggris mampu menjadi bahasa yang akrab di lidah generasi muda dan masyarakat luas secara umum.

Saya juga berharap dapat menumbuhkan semangat mendalami bahasa asing, secara khusus bahasa Inggris yang dapat berguna dalam berkomunikasi secara internasional. Sesi pembelajaran interaktif ini juga merupakan solusi efektif di tengah ketidakpastian pandemi ini, solusi belajar anti bosan dengan bermodalkan akses internet. Dengan begitu saya harap bahasa Inggris tidak lagi menjadi momok membosankan dan terkesan sulit bagi generasi muda Indonesia.