Konten dari Pengguna

Gunungan Wayang: Simbol Filosofi dan Kehidupan dalam Seni Pertunjukan Wayang

Ardea Ramadani

Ardea Ramadani

Mahasiswi Universitas Pamulang Fakultas Sastra Prodi Sastra Indonesia

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ardea Ramadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gunungan Wayang Jawa. Sumber: dokumen pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gunungan Wayang Jawa. Sumber: dokumen pribadi.

Gunungan wayang adalah salah satu elemen penting dalam seni pertunjukan wayang kulit di Indonesia, khususnya di Jawa. Gunungan disebut gunung sebab memiliki bentuk seperti gunung yang memiliki mitos sangkan paraning yang memiliki arti asal mula kehidupan ini yang disebut Kayon.

Gunungan wayang atau Kayon melambangkan kehidupan di alam semesta yang memiliki tiga tingkatan. Tingkatan pertama adalah Tanam Tuwuh (pepohonan) yang mengartikan pohon Kalpataru yaitu pohon kehidupan. Tingkatkan kedua adalah gambar hewan yang menggambarkan hewan-hewan yang ada di tanah Jawa. Serta tingkatan ketiga adalah pintu gapura yaitu kehidupan manusia.

Gunungan wayang sendiri melambangkan hutan rimba. Liota A. (2018) berpendapat bahwa gunungan berbentuk runcing ke atas melambangkan kita sebagai manusia hidup untuk menuju Allah SWT. Pepohonan menjadi lambang Allah yang telah memberikan pengayoman dan perlindungan kepada umat-Nya.

Disisi lain bentuk segitiga gunungan wayang melambangkan perjalanan manusia dari lahir, hidup, hingga kembali kepada sang Pencipta. Gunungan wayang juga dianggap sebagai simbol harmoni antara dunia bawah, dunia tengah (tempat manusia), dan dunia atas (tempat spiritual).