Obama Dobrak Tradisi Lama Pidato Perpisahan Presiden Amerika

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Barack Obama di atas podium. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
zoom-in-whitePerbesar
Barack Obama di atas podium. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Presiden Amerika Serikat yang akan lengser, Barack Obama, punya cara tersendiri untuk melayangkan pesan perpisahan pada rakyat Amerika. Pidato perpisahan ini tidak dilaksanakan di Gedung Putih dan dihadiri segelintir orang seperti para presiden pendahulunya, melainkan di aula besar, dihadiri ribuan orang.

Dalam merencanakan seremoni perpisahan ini, Obama memutuskan memilih kampung halamannya, Chicago. Obama cenderung memilih sebuah pidato publik dibanding kemasan serius layaknya konferensi pers dari Gedung Putih.

Pemilihan tempat dilaksanakan pidato perpisahan di luar gedung putih dan kemasan seperti ini baru pertama kali.

Presiden sebelum Obama, George W. Bush, melaksanakan pidato perpisahan tersebut di Ruang Timur Gedung Putih dengan tamu undangan hanya 200 orang. Pidato di Gedung Putih dan disiarkan langsung melalui televisi pertama kali dilakukan oleh Presiden Harry Truman pada tahun 1953 dan diikuti oleh para pemimpin AS berikutnya.

Tradisi pidato perpisahan di Gedung putih secara tradisi sudah dimulai sejak presiden pertama George Washington, pada tahun 1796. Pada saat itu presiden pertama Amerika Serikat melayangkan semangat kesatuan lewat surat perpisahan yang dicetak di koran Philadelphia American Daily Advertiser.

Hanya ada satu presiden yang melaksanakan pidato perpisahan di luar Washington, yaitu mantan presiden George H.W Bush. Ayah dari George Bush ini melakukan pidato setelah gagal menang di pemilu presiden untuk kedua kalinya di Akademi Militer di West Point.

Pidato perpisahan biasanya berisi kilas balik perjalanan kepemimpinan masing-masing presiden. Dalam kesempatan kali ini, Obama selain berusaha menuliskan ulasan kepemimpinannya selama 8 tahun, juga memberikan pesan penyemangat bagi rakyat AS.

Obama telah merencanakan pidato perpisahan di Chicago selama berbulan-bulan. Tema besar acara ini dirancangnya saat berlibur di Hawaii dan penulisan naskah pidato dikerjakannya sendiri pekan lalu.