Konten dari Pengguna

Analisis atas Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pemerintah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ardhimas Bagus Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagaimana amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2024 diakselerasi dengan penyaluran langsung ke Tiap-Tiap Desa secara langsung dan melalui KPPN Mitra setempat namun apakah memang hal tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa secara berdampak. Artikel ini menyajikan data bantuan langsung tunai lingkup kabupaten Ketapang periode 2020-2024 dengan pendekatan input-ouput, membandingkan alokasi anggaran dengan realisasi penyaluran (ouput) serta dampaknya terhadap kemiskinan.

Analisis input-ouput dalam Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (Dana Desa) Pemerintah pada Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang (2020-2024) adalah sebagai berikut:

Sumber : AI Gemini
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : AI Gemini
Sumber : Pengolahan Aplikasi OMSPAN TKD

Grafik 1 Penyaluran Bantuan Langsung Tunai 2020-2024

Sumber : Pengolahan Aplikasi OMSPAN TKD

Grafik 2 Jumlah Penerima Manfaat BLT Tahun 2020-2024

Berdasarkan kedua grafik diatas, maka setidaknya dapat kita lihat hal-hal penting sebagai berikut:

a. Terdapat perbedaan Penerima BLT dihitung dengan Keluarga yang memungkinkan terdiri dari lebih 1 orang sedangkan perhitungan penduduk miskin hanya menggunakan satuan orang.

b. Garis Kemiskinan setiap tahun menunjukkan kenaikan secara terus menerus dengan kenaikan garis kemiskinan tertinggi terjadi dari tahun 2022 ke tahun 2023 sebesar Rp 39 Ribu.

c. Kenaikan penyaluran BLT yang diberikan per keluarga per bulan yang mengalami kenaikan tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021 karena jumlah penerima manfaatnya yang menurun tapi dikarenakan Pandemi Covid-19 dinaikkan penyaluran BLT seiring bertambahnya penerimanya.

Berdasarkan data dan analisis pada grafik 1 dan 2, jumlah nominal BLT disesuaikan atau dinaikkan seiring dengan peningkatan dari data jumlah kemiskinan namun perlu diperhatikan bahwa kenaikan jumlah tidak lantas menghilangkan atau menurunkan kemiskinan. penyaluran BLT perlu strategi yang lebih tepat sasaran yang mendorong masyarakat tersebut keluar dari garis kemiskinan.