Konten dari Pengguna

Pohon Damar Mata Kucing untuk Pengembangan Wisata Way Belerang

Ardi Febrian

Ardi Febrian

Mahasiswa Magister Kehutanan Universitas Lampung

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ardi Febrian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata alam saat ini menjadi semakin populer di seluruh dunia karena keindahan alamnya yang dapat memberikan efek yang menenangkan dan menyegarkan. Salah satu destinasi wisata tersebut adalah wisata air panas Way Belerang Simpur yang berada di Desa Kecapi, Kalianda, Lampung Selatan. Berada di bawah kaki Gunung Rajabasa, dengan tutupan vegetasi hutan yang menambah kesan alami di lokasi ini.

Lokasi Wisata Way Belerang Simpur (Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Wisata Way Belerang Simpur (Dok. Pribadi)

Dalam menjaga keindahan alam dan memastikan bahwa destinasi wisata ini tetap lestari, teknik silvikultur yang tepat dan bijaksana dapat diaplikasikan untuk mengembangkan potensinya. Salah satunya adalah dengan menanam pohon Damar Mata Kucing (Shorea javanica) yang cocok untuk pengembangan wisata air panas Way Belerang, yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kondisi ekologi, melindungi tutupan lahan alami, menambah keindahan estetika, serta mengedukasi masyarakat.

Apa itu Damar Mata Kucing?

Damar Mata Kucing (Shorea javanica) adalah sejenis pohon yang termasuk dalam keluarga Dipterocarpaceae. Pohon-pohon ini sering ditemukan di kawasan hutan tropis Asia Tenggara dan memiliki karakteristik yang sangat menarik. Batangnya yang tinggi dan tegak lurus menghasilkan bentuk kanopi yang indah dengan dedaunan yang lebat, memberikan penampilan lanskap yang sangat menarik. Selain itu, pohon ini juga menghasilkan damar yang digunakan dalam industri minyak dan resin.

Pohon Damar Mata Kucing (Dok. Pribadi)

Apa itu Silvikultur?

Silvikultur adalah perpaduan ilmu dan seni dalam menumbuhkan, merawat, dan menjaga pohon dan hutan yang bertujuan untuk mencapai hasil yang berkelanjutan dalam pemanfaatan sumberdaya pohon dan hutan. Tujuan utama dari silvikultur adalah untuk mencapai keberlanjutan dalam pengelolaan hutan, yang mencakup berbagai aspek seperti pelestarian ekosistem, perlindungan sumber daya air, pengendalian erosi, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan kayu dan produk hutan lainnya. Silvikultur penting dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan hutan dan alam.

Teknik silvikultur dalam mengukur diameter pohon (Dok. Pribadi)

Pemanfaatan Teknik Silvikultur untuk Pengembangan Wisata

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan teknik silvikultur untuk pengembangan wisata Way Belerang Simpur antara lain :

  1. Pemilihan area : pilih area yang sesuai untuk penanaman pohon Damar Mata Kucing, terutama pada kondisi tanah, kemiringan lahan, dan faktor-faktor lingkungan lainnya.

  2. Perawatan teratur : penerapan teknik silvikultur dalam pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, serta perawatan pohon.

  3. Kolaborasi : kerjasama yang baik mutlak dilakukan dengan berbagai pihak dalam pengembangan wisata air panas Way Belerang antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dan komunitas setempat.

Pohon Damar Mata Kucing di Way Belerang Simpur (Dok. Pribadi)

Dengan pemanfaatan teknik silvikultur dalam penanaman pohon Damar Mata Kucing dalam pengembangan wisata air panas Way Belerang Simpur, dapat tercipta keseimbangan antara pelestarian dan pengembangan ekonomi. Pengunjung dapat belajar tentang teknik silvikultur, keberlanjutan, dan pentingnya pelestarian alam sambil menikmati keindahan alam.