Konten dari Pengguna

Studi Banding Pengelolaan Bank Sampah:Mahasiswa ITB-AD di Desa Panggungharjo

ARDIFA

ARDIFA

Mahasiswa dan Perangkat Desa di Desa Malinau Kota. Mengelola tugas atau bidang khusus Kaur Perancanaan atau pemberdayaan masyarakat sambil menempuh studi di Institut Teknologi dan bisnis Ahmad Dahlan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ARDIFA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelolaan sampah di lingkungan desa, perangkat Desa Malinau Kota, bersama mahasiswa dari ITB-AD, melakukan studi banding ke Desa Panggungharjo. Desa yang terletak di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta, ini dikenal luas karena keberhasilannya dalam mengelola sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari, yang fokus pada bank sampah.

foto Mahasiswa ITB-AD Lakukan Studi Banding di Desa Panggungharjo: Belajar Pengelolaan Bank Sampah di Bumdes Panggung Lestari
zoom-in-whitePerbesar
foto Mahasiswa ITB-AD Lakukan Studi Banding di Desa Panggungharjo: Belajar Pengelolaan Bank Sampah di Bumdes Panggung Lestari

Mengapa Desa Panggungharjo?

Desa Panggungharjo adalah contoh sukses pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui Bumdes Panggung Lestari, desa ini berhasil menggerakkan warga untuk mengelola sampah secara mandiri dan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang dipilah. Bank sampah yang dikelola oleh Bumdes Panggung Lestari telah menjadi model yang berkelanjutan, dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, inovasi dalam pengolahan sampah, serta dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.

Tujuan dan Harapan dari Studi Banding

Kunjungan ini memiliki tujuan utama untuk memahami konsep, strategi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan bank sampah di Desa Panggungharjo. Sebagai perangkat desa sekaligus mahasiswa, peserta dari Malinau Kota diharapkan dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman praktis yang nantinya akan diimplementasikan di Desa Malinau Kota.

Melalui diskusi langsung dengan pengelola Bumdes Panggung Lestari, peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana desa ini mengelola sampah mulai dari pemilahan hingga proses daur ulang, serta bagaimana bank sampah dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Selain itu, peserta juga belajar tentang pentingnya edukasi dan kesadaran lingkungan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah.

Foto perangkat desa Malinau kota

Pengalaman dan Pembelajaran yang Didapatkan

Beberapa poin utama yang dapat diambil dari kunjungan ini meliputi:

1. Sistem Pemilahan Sampah yang Efektif

Di Desa Panggungharjo, masyarakat sudah terbiasa memilah sampah di rumah masing-masing. Sampah organik diproses menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan di bank sampah untuk didaur ulang atau dijual.

2. Inovasi Produk dari Sampah Daur Ulang

Bumdes Panggung Lestari juga menghasilkan produk-produk kreatif dari sampah daur ulang. Produk-produk tersebut, seperti kerajinan tangan dari plastik bekas, memiliki nilai jual yang membantu meningkatkan pendapatan desa.

3. Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat

Kesuksesan bank sampah di Desa Panggungharjo tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Pemerintah desa bersama Bumdes secara konsisten melakukan edukasi dan kampanye lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

4. Keberlanjutan Program Melalui Bumdes

Keberadaan Bumdes sebagai pengelola program bank sampah memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan program ini. Dengan manajemen yang profesional, Bumdes Panggung Lestari mampu mengelola bank sampah secara berkelanjutan dan berdampak positif pada ekonomi desa.

Langkah Selanjutnya untuk Desa Malinau Kota

Pengalaman ini diharapkan menjadi modal berharga bagi perangkat Desa Malinau Kota untuk merancang program pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan menerapkan konsep bank sampah yang terstruktur dan melibatkan masyarakat secara aktif, Desa Malinau Kota diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta mendukung perekonomian lokal.

Kesuksesan Bumdes Panggung Lestari sebagai pengelola bank sampah adalah bukti bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Studi banding ini diharapkan menjadi titik awal perubahan positif dalam pengelolaan sampah di Desa Malinau Kota, sehingga dapat meniru kesuksesan Desa Panggungharjo dalam menciptakan desa yang mandiri dan berwawasan lingkungan.