Konten dari Pengguna

Mengapa Banyak Orang Curhat di Instastory? Begini Penjelasannya!

Reva Ardina

Reva Ardina

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reva Ardina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Freepik.com

Mengapa Banyak Orang Curhat di Instastory? Begini Penjelasannya menurut Ilmu Komunikasi!

Coba buka Instagram kamu sekarang. Hampir pasti ada satu dua Instastory yang isinya keluhan, sindiran halus, atau lagu galau yang terasa "personal banget". Mungkin kamu bertanya-tanya, "kenapa sih orang-orang lebih suka mencurahkan isi hati mereka di Instastory daripada bicara langsung?"

Rupanya, fenomena ini bisa dijelaskan, loh.

Instastory Jadi Tempat Aman untuk Menyuarakan Perasaan

Dalam teori Uses and Gratifications, disebutkan bahwa orang memakai media untuk memenuhi kebutuhan pribadi—termasuk kebutuhan untuk didengar, mengungkapkan emosi, atau sekadar menghindari stres.

Instastory memungkinkan seseorang menyampaikan unek-unek:

  • Tanpa harus berhadapan langsung dengan siapa pun

  • Dengan kontrol penuh atas siapa saja yang bisa melihatnya (berkat fitur close friends)

  • Sambil tetap menjaga jarak, karena bentuknya satu arah

Jadi, walaupun nggak ada feedback langsung, mereka tetap merasa lega setelah "menyuarakan" isi hati.

Curhat Sekaligus Merawat Citra Diri

Kalau dilihat lebih dalam, aktivitas curhat di media sosial juga berkaitan dengan self-presentation atau cara seseorang membentuk citra dirinya di hadapan publik.

Misalnya:

  • Memasang lirik lagu sedih bisa menunjukkan sisi rapuh tapi tetap estetik

  • Membagikan kutipan bijak bisa jadi cara menunjukkan diri yang “kuat” meski sedang terpuruk

  • Menyisipkan chat tangkapan layar adalah sinyal bahwa ada hal yang ingin disampaikan—tanpa harus frontal

Artinya, apa yang kita tampilkan bukan semata curahan hati, tapi juga cara mengelola bagaimana orang lain melihat kita.

Risiko Disalahpahami Tetap Ada

Namun karena komunikasi di Instastory bersifat satu arah, seringkali orang lain bisa menafsirkan pesan dengan cara yang berbeda. Bisa jadi ada yang merasa disindir, bingung, atau bahkan terganggu.

Inilah pentingnya kesadaran dalam berkomunikasi digital—karena apa yang kita anggap ekspresi, bisa diterima orang lain sebagai provokasi.

Wajar Nggak Sih Curhat di Instastory?

Sangat wajar. Media sosial kini menjadi ruang alternatif untuk mengekspresikan emosi.

Tapi tetap penting untuk diingat: curhat di Instastory bukan satu-satunya cara berkomunikasi.

Percakapan dua arah—lewat teman, keluarga, atau konselor—masih jauh lebih berdampak. Jadi, apakah kamu salah satu orang yang suka curhat di Instastory?