Mengapa Banyak Orang Curhat di Instastory? Begini Penjelasannya!

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Reva Ardina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Banyak Orang Curhat di Instastory? Begini Penjelasannya menurut Ilmu Komunikasi!
Coba buka Instagram kamu sekarang. Hampir pasti ada satu dua Instastory yang isinya keluhan, sindiran halus, atau lagu galau yang terasa "personal banget". Mungkin kamu bertanya-tanya, "kenapa sih orang-orang lebih suka mencurahkan isi hati mereka di Instastory daripada bicara langsung?"
Rupanya, fenomena ini bisa dijelaskan, loh.
Instastory Jadi Tempat Aman untuk Menyuarakan Perasaan
Dalam teori Uses and Gratifications, disebutkan bahwa orang memakai media untuk memenuhi kebutuhan pribadi—termasuk kebutuhan untuk didengar, mengungkapkan emosi, atau sekadar menghindari stres.
Instastory memungkinkan seseorang menyampaikan unek-unek:
Tanpa harus berhadapan langsung dengan siapa pun
Dengan kontrol penuh atas siapa saja yang bisa melihatnya (berkat fitur close friends)
Sambil tetap menjaga jarak, karena bentuknya satu arah
Jadi, walaupun nggak ada feedback langsung, mereka tetap merasa lega setelah "menyuarakan" isi hati.
Curhat Sekaligus Merawat Citra Diri
Kalau dilihat lebih dalam, aktivitas curhat di media sosial juga berkaitan dengan self-presentation atau cara seseorang membentuk citra dirinya di hadapan publik.
Misalnya:
Memasang lirik lagu sedih bisa menunjukkan sisi rapuh tapi tetap estetik
Membagikan kutipan bijak bisa jadi cara menunjukkan diri yang “kuat” meski sedang terpuruk
Menyisipkan chat tangkapan layar adalah sinyal bahwa ada hal yang ingin disampaikan—tanpa harus frontal
Artinya, apa yang kita tampilkan bukan semata curahan hati, tapi juga cara mengelola bagaimana orang lain melihat kita.
Risiko Disalahpahami Tetap Ada
Namun karena komunikasi di Instastory bersifat satu arah, seringkali orang lain bisa menafsirkan pesan dengan cara yang berbeda. Bisa jadi ada yang merasa disindir, bingung, atau bahkan terganggu.
Inilah pentingnya kesadaran dalam berkomunikasi digital—karena apa yang kita anggap ekspresi, bisa diterima orang lain sebagai provokasi.
Wajar Nggak Sih Curhat di Instastory?
Sangat wajar. Media sosial kini menjadi ruang alternatif untuk mengekspresikan emosi.
Tapi tetap penting untuk diingat: curhat di Instastory bukan satu-satunya cara berkomunikasi.
Percakapan dua arah—lewat teman, keluarga, atau konselor—masih jauh lebih berdampak. Jadi, apakah kamu salah satu orang yang suka curhat di Instastory?
