Konten dari Pengguna

Mitos Serupa Namun Tak Sama

Ara

Ara

Mahasiswi Universitas Pamulang Sastra Indonesia

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Canva
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Canva

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Wewe Gombel? Cerita hantu yang suka menculik anak-anak. Ternyata di Meksiko pun ada kisah serupa namun tak sama, ialah disebut Llorona.

Jika Wewe Gombel adalah sosok hantu wanita yang terkenal dalam cerita rakyat Jawa. Dia digambarkan sebagai wanita tinggi, tinggal di pepohonan, kurus dengan Payudara yang sangat besar dan rambut panjang yang menutupi wajah seramnya. Sedangkan La Llorona yang berarti "Wanita Menangis" dalam bahasa Spanyol, adalah sosok hantu mengerikan dari cerita rakyat Amerika Latin. Dia digambarkan sebagai wanita berpakaian putih, yang sering berkeliaran di dekat air, meratapi anak-anaknya yang hilang. Tangisannya dikatakan sebagai pertanda kemalangan atau bahkan kematian. (sumber: jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com)

Dari kedua cerita tersebut, adakah persamaan lain antara Wewe Gombel dan Llorona?

Meski asal mereka yang dipisahkan benua dan budaya yang berbeda, dua legenda hantu wanita Wewe Gombel dari Indonesia dan La Llorona dari Meksiko, berhasil menghantui imajinasi dan cerita rakyat. Mereka memiliki kesamaan yang mencolok, dipersatukan oleh tragedi dan kesedihan abadi.

Wewe Gombel, hantu wanita berasal dari bukit Gombel, Semarang, Jawa Tengah. Sosok ini digambarkan sebagai wanita tua yang menyeramkan dengan rambut panjang yang menjuntai. Konon, dia adalah seorang wanita yang bunuh diri setelah membunuh suaminya yang berselingkuh karena ia tidak bisa memberi anak. Sehingga setelah kematiannya, arwahnya yang gentayangan sering menculik anak-anak yang suka keluyuran malam-malam.

Di sisi lain, La Llorona adalah hantu wanita Meksiko yang meratapi kematian anak-anaknya. Legenda menceritakan kisahnya sebagai seorang wanita yang menenggelamkan anak-anaknya dalam keputusasaan setelah dikhianati oleh suaminya. Jiwanya yang tersiksa diyakini berkeliaran di malam hari, mencari anak-anak yang hilang dan merayu mereka ke dalam bahaya.

Baik Wewe Gombel maupun La Llorona, mewakili trauma dan kesedihan yang mendalam yang dialami wanita dalam hidup mereka. Kematian tragis mereka mencerminkan rasa sakit dan penderitaan yang mereka alami. Legenda mereka berfungsi sebagai pengingat akan konsekuensi dari pengkhianatan, pengucilan, dan keputusasaan.

Kisah mereka juga menyoroti isu-isu sosial yang penting. Wewe Gombel dapat dilihat sebagai simbol pelecehan dan diskriminasi yang dihadapi wanita, sementara La Llorona mewakili rasa sakit ibu yang kehilangan anak-anaknya. Legenda ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya melindungi wanita dan anak-anak dari bahaya, serta untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan penuh kasih.

Meskipun Wewe Gombel dan La Llorona sering digambarkan sebagai hantu yang menakutkan, cerita mereka menawarkan lebih dari sekadar kengerian. Mereka adalah kisah tragis tentang wanita yang dirundung oleh kesedihan dan kehilangan, dan berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya empati dan kasih sayang. Legenda ini mendorong kita untuk melihat melampaui ketakutan dan memahami rasa sakit yang mendasari kisah-kisah mereka.

Dengan menjelajahi kesamaan dan perbedaan antara Wewe Gombel dan La Llorona, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang pengalaman wanita di berbagai budaya. Kisah mereka adalah pengingat kuat akan kekuatan trauma dan pentingnya menciptakan dunia di mana wanita merasa aman, dihormati, dan dicintai.

Dari segi penampilan sama sama memiliki rambut panjang yang menutupi wajah dan mengenakan pakaian putih. Wewe Gombel tinggi dan kurus, La Llorona lebih pendek dan gemuk. Penampilan mereka sering digambarkan menyeramkan dan menakutkan.

Dari segi Perilaku kedua hantu ini suka menakut-nakuti dan mengganggu anak-anak. Wewe Gombel suka menculik, La Llorona suka menangis dan meratapi nasibnya. Keduanya sering muncul di malam hari, terutama di dekat tempat-tempat yang gelap dan terpencil.

Jika dilihat secara simbolisme kedua hantu wanita ini mewakili ketakutan, kesedihan, dan trauma. Wewe Gombel simbol ketakutan terhadap penghianatan, La Llorona simbol kesedihan dan penyesalan seorang ibu. Keduanya menjadi pengingat tentang bahaya dan konsekuensi dari tindakan manusia.

Mereka juga sama sama cerita rakyat yang jadi bagian dari cerita rakyat dan budaya masyarakat, cerita mereka sering diceritakan kembali dan diadaptasi dalam berbagai bentuk seni. Wewe Gombel dan La Llorona menjadi simbol budaya yang kuat dan memiliki pengaruh pada masyarakat.

Meskipun Wewe Gombel dan La Llorona berasal dari budaya yang berbeda, mereka memiliki banyak kesamaan dalam hal penampilan, perilaku, dan simbolisme. Mereka berdua menjadi pengingat tentang kekuatan emosi manusia seperti kesedihan, kemarahan, dan penyesalan.