Kenapa Mahasiswa Baru Manajemen Belajar Business Case Sejak Awal Kuliah?
Tulisan dari Aretha Zizi Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru biasanya masih sibuk beradaptasi dengan lingkungan kampus, mengenal teman baru, hingga memahami sistem pembelajaran yang berbeda dari sekolah. Namun, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen Universitas Airlangga (UNAIR) sudah mulai dikenalkan dengan persoalan yang dekat dengan dunia bisnis melalui business case competition.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari M-Legacy 2026, program orientasi jurusan bagi mahasiswa baru S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR. M-Legacy dirancang bukan hanya sebagai kegiatan pengenalan lingkungan akademik dan organisasi, tetapi juga sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mulai memahami budaya serta karakter mahasiswa Manajemen. (FEB Universitas Airlangga)
Salah satu pembaruan dalam M-Legacy 2026 adalah penambahan business case competition dalam sesi Focus Group Discussion (FGD). Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya berdiskusi, tetapi juga dilatih untuk menganalisis permasalahan bisnis, bekerja sama dalam tim, berpikir kritis, dan menyusun solusi secara terstruktur. (FEB Universitas Airlangga)
Lalu, mengapa kemampuan tersebut mulai diperkenalkan sejak awal perkuliahan?
Belajar Manajemen pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan teori mengenai perusahaan atau cara menjalankan bisnis. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana mengambil keputusan ketika menghadapi suatu permasalahan. Karena itu, studi kasus dapat menjadi salah satu cara untuk menghubungkan materi yang dipelajari dengan situasi yang lebih nyata.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman mengerjakan business case juga dapat menjadi latihan untuk beradaptasi dengan pola pembelajaran di perguruan tinggi. Mereka dituntut untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi mengolah informasi, berdiskusi, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan mempertanggungjawabkan solusi yang dibuat bersama.
Hal ini sejalan dengan rangkaian pengenalan mahasiswa baru FEB UNAIR yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga kepemimpinan, organisasi, pengembangan karakter, dan kemampuan beradaptasi. Pada 2026, FEB UNAIR menerima 1.035 mahasiswa baru program sarjana, dengan 326 di antaranya merupakan mahasiswa S1 Manajemen. (FEB Universitas Airlangga)
Dengan demikian, business case competition sejak awal kuliah dapat menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa Manajemen untuk melihat bahwa dunia bisnis tidak selalu memiliki satu jawaban yang pasti. Justru dari proses menganalisis masalah, berdiskusi, dan mencari solusi, mahasiswa mulai belajar bagaimana teori Manajemen dapat diterapkan untuk menghadapi persoalan nyata.

