Gunung Srandil: Tempat Tapak Tilas dari Zaman Kerajaan Majapahit

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
28 November 2022 23:04
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Arfan Azmi Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tempat Petilasan Gunung Srandil. Dok Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Tempat Petilasan Gunung Srandil. Dok Pribadi.
ADVERTISEMENT
Gunung Srandil merupakan tempat wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan apalagi di malam malam tertentu. Tempat ini dijadikan sebagai tempat berdoa dan tapak tilas bagi para pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai gunung srandil.
ADVERTISEMENT
Gunung srandil terletak di wilayah teritorial angkatan darat di Desa Srandil, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Sejarah mengenai tempat ini dituturkan oleh Mbah Saliyo yang merupakan satu-satunya juru kunci Gunung Srandil. Dulunya tempat ini adalah tempat bertapa raja-raja serta pengawal dan punjangga zaman kerajaan majapahit yang terakhir yaitu saat Raja Brawijaya V berkuasa.
Tempat ini dahulu digunakan raja-raja majapahit untuk meminta kemerdekaan yang bebas dari penjajah. Selain itu juga sebagai tempat meminta kemakmuran dan kesejahteraan rakyat majapahit kala itu. Setelah runtuhnya kerajaan majapahit yang salah satunya disebabkan karena perang paregreg (Perang antara istana barat majapahit yang dipimpin Wikrhamawardhana melawan istana timur yang dipimpin Bhre Wirabumi).
Tempat ini dijadikan tempat petilasan Raja Brawijaya dan penasihatnya yakni Ki Sabda Palon Nayagegong. Kemudian saat Indonesia merdeka Presiden Soekarno yang saat itu dekat dengan Sultan Hamengkubowono IX karena ibu kota negara yang waktu itu berada di Yogyakarta, menjadikan gunung srandil tempat berdoa agar Indonesia benar benar terlepas dari penjajah.
Halaman depan Gunung Srandil. Dok pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Halaman depan Gunung Srandil. Dok pribadi.
Mbah saliyo juga menyayangkan kepada pihak pihak yang mengunggah sejarah gunung srandil di media sosial baik itu youtube ataupun media sosial yang lain karena menurutnya mereka tidak bertanya langsung kepada beliau sebagai juru kunci sehingga sejarah yang disampaikan di media sosial tidak sesuai yang sebenarnya terjadi.
ADVERTISEMENT
“Orang yang datang ke sini memiliki kepentingan masing-masing, ada yang melakukan meditasi dan berdoa atau berziarah, ada juga yang sekadar tapak tilas hanya ingin mencari tahu sejarah gunung srandil," Ucap Mbah Saliyo, Juru kunci gunung srandil, Minggu (14/11).
Tempat ini ramai pengunjung ketika malam selasa kliwon dan jumat kliwon. Pengunjung yang datang juga bukan sembarangan karena menurut kabar dari masyarakat sekitar ketika mendekati pemilu, pemilihan kepala daerah atau pemilihan kepala desa, tempat ini selalu dikunjungi oleh calon pejabat untuk meminta doa.
Dia juga menambahkan bahwa mau itu pemilihan kepala daerah maupun kepala desa sebenarnya kepercayaan diri dari orang tersebut yang penting. Ketika kita memiliki cita cita atau keinginan kita pastinya juga berdoa kepada yang mahakuasa dan kepada leluhur yang sudah menciptakan kedamaian dan kemakmuran yaitu adalah Ki Sabda Palon Nayagegong, itulah mengapa banyak pengunjung yang datang.
ADVERTISEMENT
Gunung srandil merupakan tempat wisata religi yang memiliki sejarah panjang sejak zaman majapahit. Saat mengakhiri obrolan, Mbah saliyo berpesan untuk tetap menjaga sejarah jangan sampai menyimpangkan sejarah.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020