Konten dari Pengguna

Begini Cara Bedakan Misinformasi, Disinformasi, Malinformasi

Arfiana Maulina

Arfiana Maulina

Saat ini penulis sudah memiliki 1 tahun pengalaman magang secara profesional di dunia Marketing dan Business Development di usia 18 tahun. Lebih dari 10 perusahaan di 4 Industri, mulai dari NGO, Start-up, Agency, dan FMCG yang sempat viral.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arfiana Maulina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Awal perjalanan literasi media dimulai oleh Gutenberg, Literasi Media memiliki faktor dari pemaknaan dan bahasa, jarak dan waktu, dokumentasi memori, sejarah, dan mitos. Informasi yang salah tanpa menyebabkan bahaya berlebihan (Wardle, et. al, 2017).

Misinformation

Informasi yang disebarluaskan tidak benar. Namun, orang yang membagikannya percaya bahwa informasi tersebut benar. Contoh: Misinformasi di grup WhatsApp yang diangkat menjadi berita

Disinformasi

Informasi yang disebarluaskan itu salah, dan orang yang menyebarkannya mengetahui bahwa itu salah. Informasi disebarkan dengan sengaja untuk menggali atensi tertentu. Contoh: Disinformasi terhadap vaksin yang disebarkan melalui media sosial saat pandemi COVID-19

Malinformasi

Terdapat unsur informasi yang benar melalui penggalan kata ataupun fakta obyektif dan dikemas secara sedemikian rupa untuk merugikan suatu pihak atau kondisi tertentu ketimbang berorientasi kepada kepentingan publik. Contoh: Bocor Percakapan Hakim Wahyu Iman Santoso Soal Ferdy Sambo di TikTok, Siapa yang Rekam? dikutip pada media Tribun Timur di tahun 2023