Interdisciplinary Team vs Multidisciplinary Team

Saat ini penulis sudah memiliki 1 tahun pengalaman magang secara profesional di dunia Marketing dan Business Development di usia 18 tahun. Lebih dari 10 perusahaan di 4 Industri, mulai dari NGO, Start-up, Agency, dan FMCG yang sempat viral.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Arfiana Maulina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amazon memperoleh skor sempurna pada the Human Rights Campaign's Corporate Equality Index selama lima tahun berturut-turut. Dengan cultural values “Day 1” memiliki wadah untuk People with Disabilities dengan disediakan layanan Subjects Matters Expert. Terlebih, Amazon menyediakan support untuk LGBTQ+. 48% pegawai Amazon adalah perempuan yang lebih baik dibanding Google yang hanya memliki 40% (Zippia, 2022).
Interdisipliner terdiri dari beberapa disiplin ilmu. Ide dihasilkan secara kolektif hingga setiap individu merasa bertanggung jawab atas solusi yang telah disepakati. Dibandingkan dengan tim multidisiplin, tim ini memiliki keunggulan karena setiap orang dari latar belakang spesialisasi berbeda memiliki pendapat dan tergabung untuk membuat keputusan.
Untuk membuat keputusan yang bijak perlunya pendekatan secara interdisciplinary dan multidisciplinary. T Concept dari Dorothy Leonard-Barton, I (Vertical) berisi individu yang memiliki spesialisasi sementara - (Horizontal) Empati dan Kolaborasi sehingga saling melengkapi dalam membuat keputusan.
Setiap Individu memiliki T-Shape yang akan disatukan menjadi π-Shape untuk menggabungkan kompetensi, meminimalisir gap, dan tercipta kolaborasi dalam kepemimpinan yang baik. Tim yang memiliki konsep heterogenitas HBDI dapat membuat maju perusahaan sesuai values, inovasi, dan perbedaan perspektif yang disepakati. Keberagaman ini dapat menghasilkan sebagai contoh jika Amazon ingin mengeluarkan suatu produk dalam Design Thinking Process akan melibatkan berbagai pihak untuk akhirnya diimplementasikan.
Sebagai contoh melibatkan perempuan dan melihat opininya, lalu melibatkan People-with-Disabilities untuk melihat ease-of-use dan apa yang perlu dikembangkan. Atau melibatkan latar belakang kesehatan untuk melihat apakah produk tersebut aman digunakan maupun melibatkan tim marketing untuk survey apakah produk tersebut sudah mudah digunakan sesuai User Experience.
