172 Peserta PPDS Unair Diduga Keracunan Makanan saat Pradik di RSUD Dr Soetomo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSUD dr. Soetomo  Foto: Phaksy Sukowati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
RSUD dr. Soetomo Foto: Phaksy Sukowati/kumparan

Sebanyak 172 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) diduga mengalami keracunan makanan. Mereka mengeluh mual, muntah, hingga pusing.

Peristiwa itu terjadi saat kegiatan prapendidikan (pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9).

Kabag Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan pendataan sementara kegiatan pradik tersebut diikuti 289 peserta didik.

"Dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan tersebut," kata Robeth dalam keterangannya kepada kumparan, Selasa (29/9).

Robeth menyampaikan, sebagian peserta didik yang mengalami gejala langsung menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Soetomo.

Sementara itu, peserta didik yang mengalami keluhan ringan tapi masih bisa beraktivitas, diimbau untuk melakukan observasi mandiri dan pemantauan kondisi kesehatannya.

"Apabila keluhan memburuk atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, peserta didik diminta segera datang ke IGD atau menghubungi petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP) RSUD Dr. Soetomo apabila membutuhkan bantuan penjemputan menuju rumah sakit," ucapnya.

Robeth menjelaskan, dari ratusan peserta didik yang mengalami keracunan, enam di antaranya telah ditangani oleh RSUD Dr. Soetomo. Empat mendapatkan perawatan medis dan dua menjalani observasi.

"Seluruh peserta didik yang mendapatkan penanganan di RSUD Dr. Soetomo telah diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit (KRS)," ujarnya.

Selain di RSUD Dr. Soetomo, terdapat peserta didik yang mendapatkan penanganan di rumah sakit lain yakni satu orang di RSAL dan satu orang di RSUD dr. Soewandhie.

"Untuk memastikan kondisi dan mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang terjadi, RSUD Dr. Soetomo telah melakukan sejumlah langkah pemeriksaan dan koordinasi," katanya.

Saat ini, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diperiksa lebih lanjut.

"RSUD Dr. Soetomo juga telah menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan terkait," ucap Robeth.