Gegara Tolak Beri Ayam, 3 Pria Dikeroyok 10 OTK di Bali

Tiga orang pria berinisial INP (45), INPA (28), dan PAS (29) dikeroyok oleh sekitar 10 orang tidak dikenal (OTK) di area parkir kandang ayam boiler, Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kabupaten Badung, pada Selasa (18/8) pukul 02.00 WITA.
Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan kejadian bermula ketika korban INP bersama seorang saksi mengendarai mobil pengangkut ayam.
Saat berada di wilayah Tebajero, mereka diberhentikan dan dimintai ayam oleh orang tidak dikenal.
"Korban mengatakan tidak ada ayam. Ketika korban hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba korban mendengar suara seperti tendangan ke mobilnya," kata Ayu ketika dikonfirmasi, Selasa (18/8).
Keduanya sempat menanyakan siapa yang menendang, tetapi orang tak dikenal itu tak menjawab. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan menuju kandang ayam.
"Sesampainya di kandang ayam, sekiranya 15 menit kemudian datang banyak orang dan menanyakan kepada korban siapa yang lewat. Ketika korban menjawab bahwa dia yang lewat, kemudian korban langsung dikeroyok secara membabi buta," terang Ayu.
Ayu menyebut tidak hanya INP, INPA dan PAS yang berada di sekitar lokasi juga ikut dikeroyok. Setelah pengeroyokan tersebut, para pelaku meninggalkan lokasi.
INP mengalami memar pada rahang kiri, leher kiri bagian belakang, dan dada akibat peristiwa itu. Sementara INPA mengalami sakit pada perut kanan bawah dan memar pada leher bagian kanan belakang. Kemudian, PAS mengalami memar dan luka pada bagain atas mata kanan.
"Menurut korban INPA, pelaku berjumlah sekitar 10 orang yang tidak dikenal. Mereka memukul pada bagian perut kanan dan rahang belakang," jelasnya.
Menurut polisi, pengeroyokan tersebut diduga disebabkan korban tidak mau memberikan ayam. Para pelaku yang tidak terima lantas mencari korban ke lokasi kandang ayam untuk dikeroyok.
"Saat ini INP dan INPA mendapatkan penanganan medis di Puskesmas IV Abiansemal, sedangkan korban PAS dirujuk ke Rumah Sakit Bindu Husada untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
