Pemkot Yogya Cari Solusi untuk Gilang Pedagang Asongan Difabel di Pasar Ngasem

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gilang Rizki (29) difabel tunanetra lulusan UIN Sunan Kalijaga berjualan kerupuk rambat karena sudahnya cari pekerjaan kantoran. Menjadi pedagang asongan juga penuh rintangan bagi pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah itu, Rabu (22/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gilang Rizki (29) difabel tunanetra lulusan UIN Sunan Kalijaga berjualan kerupuk rambat karena sudahnya cari pekerjaan kantoran. Menjadi pedagang asongan juga penuh rintangan bagi pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah itu, Rabu (22/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gilang Rizki (29) difabel tunanetra yang berdagang asongan kerupuk rambak curhat kesulitan berdagang di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta karena terbentur peraturan.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogya) akan mencari solusi untuk asongan, khususnya untuk Gilang.

Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo, mengatakan berdasarkan Perda No. 3 tahun 2022 Pasal 17, dilarang mengasong di kawasan pasar, termasuk Pasar Ngasem.

Saat ini ada 15-20 orang yang kerap mengasong di pasar tersebut.

Terkait Gilang yang merupakan pedagang asongan dan difabel, Gunawan mengatakan akan menyampaikan ke pimpinan untuk mendiskusikan solusi terbaik.

"(Tempat khusus difabel) tapi ini masih dalam rencana kami ya. Jadi kalau di Ngasem itu seperti gazebo longgar tapi kalau itu dipakai tempat dahar (makannya) warga jadi berkurang, public space-nya," kata Gunawan dihubungi, Rabu (22/7).

Solusi terdekat menurut Gunawan adalah pedagang asongan menitipkan dagangannya ke pedagang resmi yang terdaftar di Pasar Ngasem.

"Contohnya apakah memungkinkan jika dagangannya itu dititipkan oleh teman-teman pedagang jajan pasar yang ada di Pasar Ngasem, satu itu," katanya.

Gilang Rizki (29) difabel tunanetra lulusan UIN Sunan Kalijaga berjualan kerupuk rambat karena sudahnya cari pekerjaan kantoran. Menjadi pedagang asongan juga penuh rintangan bagi pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah itu, Rabu (22/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Yang kedua, memungkinkan kalau ke pasar yang lain, karena kami kan juga mengelola 29 pasar lainnya. Tapi kemungkinan teman-teman lebih tertarik yang sifatnya menitipkan," katanya.

Gunawan mengatakan pihaknya tidak sekadar menegakkan perda tetapi juga mencari solusi.

"Jadi kami juga ada mencoba selain menertibkan, kami juga ada solusi untuk bersama. Karena kalau ada lahan, monggo nanti kami coba bantu untuk memfasilitasi," katanya

Menurut Gunawan, Pasar Ngasem saat ini menarik banyak pedagang karena pasar tersebut tengah jadi destinasi wisata yang hits. Banyak wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke sana dan berburu kuliner.

Gilang Rizki (29) difabel tunanetra lulusan UIN Sunan Kalijaga berjualan kerupuk rambat karena sudahnya cari pekerjaan kantoran. Menjadi pedagang asongan juga penuh rintangan bagi pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah itu, Rabu (22/7/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Curhatan Gilang

Sebelumnya, Gilang bercerita berjualan di Pasar Ngasem bukan tanpa rintangan. Menurut Gilang di pasar ini tidak boleh ada pedagang asongan. Hari ini pun dia berjualan di lapak yang pedagangnya sedang libur.

"Bukan tindakan represif sih sebenarnya (diingatkan petugas keamanan). Ya aku sadar yang namanya peraturan ya peraturan. Yang namanya yang liar-liar tuh juga perlu dibersihin," katanya.

"Terus kemarin dikasih tahu. Sebenarnya nuwun sewu, emang yang liar-liar dari dulu tuh enggak boleh. Aku juga memahami sih sebenarnya dari kemarin, cuma ya gimana ya. Ya nekat ya, maksudnya aku juga butuh solusi, gitu kan," katanya.

Gilang mengatakan saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Sementara di Pasar Ngasem ini salah satu tempat yang ramai wisatawan.

"Siapa tahu nanti ada solusi. Sementara sih bisa (jualan di lapak yang ini). Sementara, ini kan libur (pedagang yang menempati lapak)," katanya.