Serangan Rusia di Ukraina Tewaskan 8 Orang

Delapan orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan Rusia ke Ukraina pada Minggu (27/9) waktu setempat.
Dikutip dari AFP, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia menembakkan sekitar 3.900 drone, bom udara, dan rudal lainnya ke Ukraina selama seminggu terakhir.
"Minggu ini, Rusia meluncurkan lebih dari 2.200 drone serang terhadap Ukraina, serta sekitar 1.650 bom udara dan 38 rudal dari berbagai jenis, sejumlah besar di antaranya adalah rudal balistik," kata Zelensky.
Zelensky mengatakan tiga orang tewas dalam serangan malam hari di wilayah Zaporizhzhia bagian selatan dan sebuah serangan drone Rusia menewaskan seorang pria di Kyiv.
Ukraina menuduh bahwa Rusia sengaja menyerang sasaran sipil ketika negara itu bersiap menghadapi musim dingin yang sulit.
Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivskyi mengatakan serangan Rusia menghantam sebuah pusat anak-anak di kota Sumy di bagian utara, menewaskan tiga orang termasuk seorang gadis berusia 16 tahun.
Sementara itu, para pejabat di wilayah Odesa mengatakan serangan terhadap wilayah selatan Laut Hitam telah menewaskan satu orang.
Wali kota Kyiv, Vitaly Klitchko, mengatakan seorang perempuan dan dua orang berusia 16 tahun telah terluka dan dirawat di rumah sakit di ibu kota.
"Musuh terus tanpa henti menyerang wilayah Kyiv dengan drone serang," kata pemerintah kota.
"Enam belas lokasi telah rusak," jelasnya.
Kerusakan tersebut termasuk 12 rumah, sebuah gudang dan fasilitas produksi, tambahnya.
"Serangan Rusia di wilayah Odesa merusak perumahan, sebuah toko, sebuah hotel, sebuah bangunan medis dan sebuah gudang gandum," kata kepala wilayah Oleg Kiper.
Di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan mereka telah mengebom sebuah pusat data Kyivstar di Kyiv dan satu lagi milik perusahaan Omega Telecom, dengan mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan layanan kepada tentara Ukraina.
Kementerian itu juga merilis gambar sebuah drone yang membawa pesan ironis "Digital Detox" yang mengonfirmasi bahwa serangan tersebut ditujukan untuk mengganggu akses internet di Ukraina.
Rusia menyangkal bahwa mereka menargetkan sasaran sipil. Kementerian Pertahanan juga mengatakan bahwa pasukan Rusia telah merebut desa perbatasan Khrypuny di wilayah Kharkiv bagian timur Ukraina, tempat Rusia menguasai kantong-kantong wilayah.
