Tabrakan Kereta Api di Mesir: 7 Tewas, 112 Luka-Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi: Kereta tergelincir di provinsi Qalioubia, utara Kairo, Mesir, Minggu (18/4). Foto: Mohamed Abd El Ghany/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Kereta tergelincir di provinsi Qalioubia, utara Kairo, Mesir, Minggu (18/4). Foto: Mohamed Abd El Ghany/Reuters

Dua kereta api bertabrakan di selatan ibu kota Mesir pada hari Minggu (8/11/2026). Kecelakaan menyebabkan beberapa gerbong keluar dari rel. Tujuh orang dilaporkan tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Dikutip dari AFP, Otoritas Perkeretaapian Mesir mengatakan sebuah kereta api yang berangkat dari Giza menuju Fayoum menabrak bagian belakang kereta api lain yang sedang menuju ke selatan dari Kairo menuju kota Aswan.

"Kementerian kesehatan mengatakan bahwa 112 orang mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit-rumah sakit di sekitar wilayah Giza," demikian laporan AFP.

Informasi dari kementerian kesehatan disebutkan luka-luka yang dialami korban yakni memar, lecet, hingga patah tulang seperti tulang panggul dan tulang belakang. Lalu luka robek pada kepala dan wajah, serta cedera pada dada.

Sebanyak 45 pasien telah dipulangkan setelah menerima perawatan.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan keprihatiannya dan telah mengarahkan pihak berwenang untuk menyelidiki dan mengetahui kelalaian dalam kecelakaan tersebut.

"Meminta pertanggungjawaban siapa pun yang terbukti telah lalai," katanya.

Salah seorang saksi, Abdel Wahed Mohamed (31), yang sedang duduk di sebuah kafe di dekat lokasi ketika tabrakan terjadi, mengatakan kereta api yang menuju Aswan telah berhenti ketika kereta api yang menuju Fayoum menabraknya.

"Kereta api tersebut terbalik sekitar pukul 13.30. Enam gerbong terbalik," kata Mohamed.

Saksi lainnya, Ahmed Moussa (25), mengatakan bahwa para petugas penyelamat menggali bagian bawah salah satu gerbong yang terbalik untuk menjangkau para penumpang yang terjebak.

"Ada orang-orang yang bertumpuk satu sama lain di dalam," kata Moussa.

Petugas penyelamat menggunakan derek dan alat berat untuk menegakkan kembali gerbong-gerbong yang terbalik, sementara ambulans mengangkut para korban luka ke rumah sakit terdekat.

Penduduk desa berkumpul di sekitar lokasi kecelakaan yang telah dipasangi garis pembatas. Mereka menyaksikan operasi evakuasi yang terus berlangsung hingga malam hari.