Konten dari Pengguna

Takhta Platinum: 70 Tahun Ratu Elizabeth II Bertakhta di Kerajaan Inggris

Argya D Maheswara

Argya D Maheswara

Jurnalis di kumparan, tinggal di sudut timur Jakarta Raya.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Argya D Maheswara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penobatan Ratu Elizabeth II di Westminster Abbey, 1953. (Foto: Laman resmi Keluarga Kerajaan Inggris)
zoom-in-whitePerbesar
Penobatan Ratu Elizabeth II di Westminster Abbey, 1953. (Foto: Laman resmi Keluarga Kerajaan Inggris)

Tepat 70 tahun lalu putri pertama Raja George VI dari Inggris, Elizabeth Regina naik takhta menggantikan ayahnya yang meninggal karena sakit. Elizabeth diangkat sebagai seorang ratu dalam sebuah upacara penobatan yang dilakukan di Gereja Westminster Abbey yang dihadiri oleh berbagai kalangan bangsawan Inggris maupun internasional.

Pangeran Philip sebagai Pendamping Ratu Elizabeth II

Pangeran Philip Adipati Edinburgh pada masa akhir tugasnya. (Foto: Laman resmi Keluarga Kerajaan Inggris)

Upacara penobatan Ratu Elizabeth II juga merupakan upacara penobatan yang disiarkan secara langsung lewat siaran televisi. Dengan penobatan Ratu Elizabeth II sebagai Ratu Kerajaan Inggris Raya, ini juga otomatis mengangkat Ratu Elizabeth II menjadi ratu untuk seluruh negara persemakmuran. Jabatan lain yang disandang secara otomatis karena ia merupakan Ratu Kerajaan Inggris Raya adalah Gubernur Gereja Inggris yang beraliran anglikan.

Dalam upacara penobatan ini ada hal lain yang sangat unik karena pada penobatan-penobatan sebelumnya adalah penobatan guna mengangkat raja. Hal unik ini adalah pengucapan sumpah kesetiaan yang diucapkan oleh suami dari Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip Mountbatten Adipati Edinburgh yang mana sumpah kesetiaan itu bertujuan agar Pangeran Philip setia mendampingi ratu dalam menjalani tugasnya sebagai Ratu Kerajaan Inggris Raya.

Perlu kita ketahui bahwa Pangeran Philip merupakan seorang yang bukan berasal dari Kerajaan Inggris Raya. Pangeran Philip sendiri merupakan seorang pangeran dari Yunani yang mana pada saat itu Yunani mengalami kejatuhan ke tangan pemerintahan fasis Nazi Jerman yang membuat penghapusan monarki disana. Ini membuat Pangeran Philip kecil harus mengungsi ke Inggris bersama pamannya yang menjadi seorang petinggi di Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Lord Mountbatten.

Pangeran Philip juga bergabung dengan Akademi Angkatan Laut Inggris yang mana momen ini juga merupakan titik awal benih cinta antara Putri Elizabeth kecil dan Pangeran Philip saat itu. Setelah menikah dengan Putri Elizabeth, seluruh gelar kerajaan Pangeran Philip atas Kerajaan Yunani juga dihapus. Ini dikarenakan Putri Elizabeth merupakan putri mahkota yang kelak menggantikan ayahnya sebagai penguasa Inggris Raya.

Tahta Platinum

6 Februari 2022 menjadi sebuah momen penting bagi Ratu Elizabeth yang kembali merayakan ulang tahun bertakhta untuk yang ke-70 kalinya. Kita dapat menyebutnya sebagai Platinum Jubilee atau Tahta Platinum. Di Usianya yang ke-95, ratu tetap menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Ini dibuktikan dari keaktifan ratu dalam setiap acara kerajaan.

Namun, ada yang sedikit berbeda dalam perayaan bertakhta kali ini, yang mana kita ketahui bersama bahwa Pangeran Philip telah mangkat pada April 2021 lalu. Ini membuat ratu merayakan perayaan bertakhta kali ini tanpa kekasihnya. Namun, dalam fungsi jabatan pendamping ratu, jabatan ini sekarang diisi oleh anaknya Pangeran Charles yang menyandang gelar sebagai Pangeran Wales. Perayaan Platinum Jubilee kali ini juga tidak dirayakan pada 6 Februari 2022 melainkan pada 2 Juni 2022.