Kumparan Logo

CFO Binance Mundur Usai Kasus Peretasan Aset Kripto Rp 114 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Binance. Foto: miss.cabul/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Binance. Foto: miss.cabul/Shutterstock

Chief Financial Officer (CFO) Binance Holdings Ltd, Kaiser Ng, disebut mengundurkan diri. Kabar ini muncul setelah Binance mengalami peretasan aset kripto senilai USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 114 triliun.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (8/11), Justin Yek akan menggantikan Ng. Yek sebelumnya menjabat Vice President of Finance di platform pembayaran Airwallex.

Co-CEO Binance, Yi He, mengatakan Ng mundur untuk memulai usaha baru setelah lebih dari lima tahun di Binance. Proses transisi, kata dia, sudah berjalan enam bulan terakhir.

“Kaiser Ng telah memutuskan untuk memulai usaha baru setelah lebih dari lima tahun bekerja di Binance. Proses transisi telah dijalankan selama enam bulan terakhir,” kata Yi He.

Sementara itu Yek mengaku antusias mengemban posisi baru itu.

“Saya berharap dapat memimpin organisasi keuangan perusahaan seiring dengan upaya kami untuk terus berkembang secara bertanggung jawab dan menjalankan misi kami secara global,” kata Yek.

Ilustrasi perangkat dompet kripto Ledger. Foto: yarrbush/Shutterstock

Peretasan Terbesar dalam Sejarah Kripto

Sebelumnya, peretas mencuri aset kripto senilai USD 6,3 miliar dari Binance, peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto. FBI menuding Korea Utara bertanggung jawab atas serangan itu. Binance kemudian menyatakan telah menanggung sekitar 90 persen dari total kerugian.

Insiden ini terjadi ketika industri kripto semakin berkembang dan memasuki arus utama, di tengah meningkatnya tantangan keamanan siber akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Selain Binance, bursa kripto lain seperti Bitget dan Bybit, serta sejumlah platform lainnya, juga pernah mengalami peretasan besar.