Kumparan Logo

Dirut Peruri Ungkap Transformasi: Tak Cuma Cetak Uang, Jadi Perusahaan Teknologi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Perum Peruri Teguh Arief Indratmoko dalam Peruri Digital Summit 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta pada Rabu (21/10/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Perum Peruri Teguh Arief Indratmoko dalam Peruri Digital Summit 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta pada Rabu (21/10/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Direktur Utama Perum Peruri Teguh Arief Indratmoko mengungkap bahwa kini Peruri tak hanya sekadar pencetak uang. Perusahaan tersebut sudah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi.

Pernyataan ini disampaikan karena Peruri juga fokus pada teknologi keasilan dokumen sampai identitas digital.

“Peruri hari ini telah bertransformasi tidak hanya sebagai perusahaan pencetak uang dan dokumen sekuriti fisik, tetapi lebih dari yaitu menjadi perusahaan teknologi penjamin keaslian dokumen elektronik, sistem dan identitas digital,” kata Teguh dalam Peruri Digital Summit 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta pada Rabu (21/10).

Langkah transformasi tersebut sudah dilakukan Peruri karena medium transaksi fisik sudah bergeser ke digital. Di sisi lain, Teguh juga berkomitmen untuk terus memastikan dokumen-dokumen penting negara bisa terjaga keamanannya di era digital.

Ia juga menjelaskan bahwa Peruri sedang mengembangkan chip utamanya chip microcontroller yang ada dalam identitas digital dan dokumen kenegaraan. Hal ini agar Indonesia tak lagi bergantung pada rantai pasok chip asing.

“Kita harus memastikan bahwa chip microcontroller yang kelak tertanam dalam identitas digital dan dokumen kedengaran. Kita adalah harus mampu merekayasa mandiri yang bebas dari kerentanan rantai pasok asing,” ujarnya.

Selaras dengan itu, ia juga menjelaskan Peruri sedang mengadakan Chip Hackathon. Adapun program tersebut juga melibatkan mahasiswa dan perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami menerima pendaftaran dari 98 tim, melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 5 tim terbaik telah mengikuti bootcamp intensif,” kata Teguh.