Kumparan Logo

Harga Komoditas Hari Ini: CPO, Batu Bara, Nikel dan Timah Kompak Menguat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Harga beberapa komoditas alam kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (24/9). Baik CPO, batu bara, timah sampai nikel mencatat penguatan. Dikutip dari tradingeconomics pada Jumat (25/9), harga CPO ditutup pada MYR 4.772 per ton atau menguat 0,08 persen. Menurut tradingeconomics, harga CPO berfluktuasi di dekat MYR 4.790 per ton setelah penurunan harga yang baru-baru ini terjadi. Hal itu didorong oleh melemahnya ringgit, harga minyak nabati yang lebih kuat di pasar Dalian, dan keputusan India untuk memangkas bea impor dasar minyak mentah dan minyak nabati olahan menjelang musim perayaan September sampai November, dalam upaya untuk menekan inflasi pangan domestik. Di samping itu, kekhawatiran pasokan juga memberikan dukungan karena Indonesia diperkirakan akan menghadapi musim hujan yang lebih pendek dari biasanya mulai November yang berpotensi mempengaruhi hasil panen.

Ilustrasi batu bara Foto: Kurtdeiner/pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batu bara Foto: Kurtdeiner/pixabay

Sementara untuk batu bara, harganya menguat 0,21 persen ke USD 145 per ton. Meski demikian, tradingeconomic menjelaskan bahwa harga itu turun dari level tertinggi selama tiga bulan sebesar USD 149 pada 7 September karena peningkatan produksi dari China untuk sementara mengimbangi lonjakan permintaan baru-baru ini. Adapun badan-badan yang dioperasikan oleh pemerintah pusat China mengeluarkan pemberitahuan bersama kepada para penambang lokal untuk mempertahankan produksi yang cukup setelah harga lokal naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Bergeser ke Nikel, harganya terpantau menguat. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) harga nikel ada pada USD 16.501 per ton. Angka tersebut naik 0,12 persen dibanding hari sebelumnya. Sementara untuk timah, harganya terpantau turut menguat. Dikutip dari LME, harga timah berada pada angka USD 54.010 per ton atau menguat 0,21 persen dibanding hari sebelumnya.